Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Trans Metro Pasundan Jatinangor-Dipatiukur: Ongkos Masuk Akal, tapi Waktu Tempuhnya Lama

Muhammad Raihan Nurhakim oleh Muhammad Raihan Nurhakim
30 September 2022
A A
Trans Metro Pasundan Rute Jatinangor-Dipatiukur Ongkos Masuk Akal, tapi Waktu Tempuhnya Lama Terminal Mojok

Trans Metro Pasundan Rute Jatinangor-Dipatiukur Ongkos Masuk Akal, tapi Waktu Tempuhnya Lama (NFarras via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, bepergian menggunakan bus umum adalah hal yang biasa. Apalagi buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di ibu kota dan kota-kota penyangganya. TransJakarta, Mayasari Bakti, hingga Damri dan segala turunannya adalah transportasi umum berjenis bus yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan para perantau yang sering bolak-balik ke daerah asalnya. Menggunakan bus mungkin adalah satu-satunya cara agar bisa sampai di kampung halaman.

Namun buat saya yang lebih sering menggunakan kendaraan pribadi, bepergian ke berbagai tempat dengan bus umum adalah hal yang jarang terjadi. Maka ketika minggu lalu saat saya masih harus menjalani kuliah online, saya mencoba pulang ke rumah dengan naik bus. Bus yang saya naiki bukan sembarang bus, melainkan Trans Metro Pasundan atau yang biasa disingkat TEMAN.

Trans Metro Pasundan adalah bus yang beroperasi di daerah Bandung Raya dengan lima koridor; koridor satu: Leuwipanjang-Soreang, koridor dua: Padalarang-Alun-alun Kota Bandung, koridor tiga: Baleendah-BEC, koridor empat: Leuwipanjang-Dago, dan koridor lima: Dipatiukur-Jatinangor. Bus Trans Metro Pasundan yang saya naiki minggu lalu adalah bus koridor lima yang menghubungkan Dipatiukur dengan Jatinangor.

Biar nggak kehilangan momen, sekalian saja saya rangkumkan pengalaman naik Trans Metro Pasundan koridor lima dalam tulisan ini. Barangkali tulisan saya ini bisa jadi rujukan utama kalian yang ingin mencoba naik bus umum dan masukan bagi pemerintah Kota Bandung.

#1 Rute perjalanan

Tentu saja hal pertama yang harus kita ketahui sebelum naik bus umum adalah rute perjalanan bus tersebut. Trans Metro Pasundan koridor lima memiliki trayek Dipatiukur-Jatinangor atau lebih tepatnya Kampus Unpad Dipatiukur-Kampus Unpad Jatinangor. Sampai sini sudah bisa menebak dong target utama bus ini. Siapa lagi kalau bukan civitas akademia Unpad yang sering mondar-mandir Dipatiukur-Jatinangor? Meski begitu, bus ini juga melayani penumpang umum, kok. Waktu saya naik saja ada beberapa penumpang umum di dalam bus.

Rute lebih lengkap dari bus ini sebagai berikut:

UNPAD Dipatiukur – Halte Panatayuda A – Lapangan Gasibu A – Pusdai A – Lapangan Supratman A – Taman Pramuka – Hotel Grand Tebu – Bandung Creative Hub A – Hotel Horison A – PT. INTI – Simpang BY Pass Soekarno Hatta A – SPBU Moh.Toha – Cileunyi A – IPDN A – Unpad Jatinangor – Jatinangor Town Square – IPDN B – Cileunyi B – Jl. H. Tatang Sumantri – Simpang BY Pass Soekarno Hatta B – PT.INTI B – Hotel Horison B – Bandung Creative Hub B – SPBU Ahmad Yani – Lapangan Supratman – Pusdai B – Lapangan Gasibu B – Halte Panatayuda B – UNPAD Dipatiukur.

#2 Ongkosnya masuk akal

Sebelum naik Trans Metro Pasundan, saya sudah sempat riset kecil-kecilan mengenai cara bayar dan ongkos bus tersebut. Informasi pertama yang saya dapatkan adalah ongkosnya sebesar 12 ribu rupiah. Awalanya nominal tersebut bikin saya sedikit kebingungan. Bukankah angka 12 ribu itu sangat menyusahkan kalau harus bayar cash? Kenapa nggak dibulatkan 10 ribu rupiah gitu biar lebih mudah bayarnya dan juga lebih murah?

Baca Juga:

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

Pertama Kali Naik Bus Harapan Jaya dari Semarang ke Blitar: AC Bocor, Ban Pecah, tapi Snack Melimpah

Setelah menelusuri lebih lanjut, ternyata pembayarannya nggak menggunakan uang cash, melainkan kartu e-toll, TapCash, atau semacamnya. Tentu saya merasa lega. Artinya, saya nggak usah ribet memikirkan bawa uang pas atau dapat uang kembalian. Cukup tempel kartu, saya sudah bisa naik bus.

Namun tepat setelah saya naik Trans Metro Pasundan, di dekat sopir tertera tulisan TARIF GRATIS. Ha, gimana, sih? Saya sudah telanjur mengisi TapCash yang hampir nggak pernah saya pakai. Meski gratis, sopir tetap mewajibkan seluruh penumpang memperlihatkan uang elektroniknya sebelum naik. Saldo kosong nggak masalah kayaknya karena kartu cuma diperlihatkan, nggak ditempel ke mesin khusus.

#3 Jadwal kedatangan bus nggak bikin khawatir

Salah satu hal yang bikin saya jarang kepingin naik transportasi publik adalah jadwal kedatangan armadanya. Kadang, selisih waktu antarkedatangan bus bikin siapa pun yang menunggu merasa pegal. Namun Trans Metro Pasundan berbeda. Jadwal kedatangan antararmadanya cukup cepat, sekitar 5 hingga 15 menit. Kebetulan waktu saya naik pun selisih waktu kedatangan antarbus cuma sebentar. Jadi nggak perlu khawatir seandainya telat naik.

#4 Nggak bersih-bersih amat

Kalau tiga poin di atas saya membeberkan keunggulan Trans Metro Pasundan, sekarang saya akan membahas kekurangan bus ini. Kondisi di dalam bus sebenarnya nggak bersih-bersih amat. Di lantai bus yang saya naiki banyak remah-remah sampah. Yah, saya sih nggak menyalahkan penyedia busnya, sebab masalah kebersihan ini adalah tanggung jawab bersama dengan penumpang. Nggak mungkin kan sopir bus harus terus-terusan membersihkan sampah di dalam bus mengingat si sopir nggak punya “teman” untuk membantunya. Iya, nggak ada kondektur di dalam bus Trans Metro Pasundan ini. Namanya bus “TEMAN”, tapi sopirnya nggak punya teman, Gaes.

Sebenarnya ada tempat sampah kecil yang disediakan di dalam bus, tapi letaknya hanya di bagian belakang bus. Ya masa penumpang di bagian depan harus ke belakang dulu kalau mau buang sampah? Alangkah baiknya jika Trans Metro Pasundan memberi satu lagi tempat sampah kecil di bagian depan bus biar penumpang di bagian depan bisa mudah membuang sampah pada tempatnya.

#5 Banyak suara mengganggu

Ini saya sadari saat bus mulai berjalan. Mesin bus meraung dengan suara yang cukup keras. Itu cukup mengganggu sih, apalagi ketika bus bersiap ganti gigi dan berakselerasi di jalan, raungan bus makin menjadi-jadi. Saya nggak bisa komplain banyak soal ini. Lagi pula saya jarang naik bus, jadi nggak bisa membandingkan mana suara mesin bus yang sehat dan nggak. Maka saya anggap itu hal yang wajar.

Selain suara mesin, ada satu suara lagi yang tak kalah mengganggu, yaitu suara pintu kaca samping bus. Maksud saya, tiap kali Trans Metro Pasundan yang saya naiki melewati jalan yang nggak ratanya, benda ini ikutan heboh. Pintu kaca itu terdengar seperti mau copot. Mungkin terjadi karena baut dan murnya sudah nggak kecang atau memuai karena suhu lingkungan. Bikin was-was penumpang, sih.

#6 Waktu tempuh cukup lama

Tadi sudah saya sebutkan kelebihan dan kekurangan Trans Metro Pasundan secara subjektif, sekarang saatnya saya menyampaikan fakta yang cukup objektif. Baik atau buruknya hal ini terserah kalian saja. Apakah hal yang saya maksud? Waktu tempuh bus.

Perjalanan saya dari Jatinangor ke Dipatiukur naik Trans Metro Pasundan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Bus melewati tol M. Toha dan keluar di Kopo, selanjutnya melewati beberapa jalan besar seperti Jalan Soekarno Hatta dan Ahmad Yani. Bus melaju dengan kecepatan normal sekitar 30 hingga 50 kilometer per jam. Kemacetan cukup sering terjadi di beberapa ruas jalan. Untungnya sih bus nggak perlu isi bensin dulu ke SPBU. Kalau pakai acara isi bensin, wah waktu tempuhnya bisa lebih lama lagi.

Itulah pengalaman pertama saya naik Trans Metro Pasundan khususnya koridor lima yang melayani rute Dipatiukur-Jatinangor. Tertarik naik bus TEMAN seperti saya? Semoga perjalanan kalian menyenangkan!

Penulis: Muhammad Raihan Nurhakim
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Penumpang yang Sebaiknya Nggak Naik Bus TransJakarta.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2022 oleh

Tags: BusTrans Metro Pasundantransportasi publik
Muhammad Raihan Nurhakim

Muhammad Raihan Nurhakim

Mahasiswa hukum yang tidak ingin jadi pengacara, apalagi hakim.

ArtikelTerkait

Tim Mendang-Mending_ Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api_ terminal mojok

Tim Mendang-Mending: Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api?

6 Oktober 2021
4 Transportasi Umum di Regional Bekasi Tangerang yang Sebatas Angan

4 Transportasi Umum di Bekasi dan Tangerang yang Sebatas Angan

28 Maret 2023
5 Orang yang Seharusnya Nggak Naik Bus Ponorogo-Trenggalek Terminal Mojok

5 Orang yang Seharusnya Nggak Naik Bus Ponorogo-Trenggalek

12 Februari 2022
Transportasi Publik yang Nggak Mungkin Dimiliki Kota Jogja terminal mojok.co

Transportasi Publik yang Nggak Mungkin Dimiliki Kota Jogja

25 November 2020
Naik Transportasi Umum di Surabaya Adalah Simbol Kemiskinan, tapi Saya Tidak Malu Menggunakannya

Naik Transportasi Umum di Surabaya Adalah Simbol Kemiskinan, tapi Saya Tidak Malu Menggunakannya

14 Juni 2023
Malangnya Penumpang Trans Jogja, Bertahan karena Tidak Punya Pilihan Lain Mojok.co

Malangnya Penumpang Trans Jogja, Bertahan karena Tidak Punya Pilihan Lain

20 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.