Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tradisi Cari Jodoh Orang Wakatobi yang Lebih Tokcer dari Tinder

Taufik oleh Taufik
21 September 2020
A A
Tradisi Cari Jodoh Orang Wakatobi yang Lebih Tokcer dari Tinder terminal mojok.co

Tradisi Cari Jodoh Orang Wakatobi yang Lebih Tokcer dari Tinder terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Layaknya manusia yang kenal peradaban, di Wakatobi, kami mengenal juga yang namanya pacaran. Gaya berpacaran orang Wakatobi juga seperti gaya berpacaran manusia pada umumnya. Tentu saja.

Namun, selain pacaran, ada beberapa gaya mencari jodoh orang Wakatobi yang sebenarnya merupakan tradisi lama, tapi sampai saat ini masih berusaha dipertahankan. 

Tradisi cari jodoh orang Wakatobi #1 Berkunjung ke festival

Anda tidak salah membaca. Di Wakatobi, ada sebuah tradisi bernama “kabuenga”. Tradisi ini bertujuan mempertemukan muda-mudi dalam satu waktu lalu saling kenal dan saling pilih pasangan. 

Jadi ada cewek, datang ke cowok, membawa sesuatu, bisa barang atau makanan. Lalu si cowok yang terpilih tadi akan merespons dengan memberi sesuatu kembali, biasanya sih duit. Nah, jika harga cocok, bisa berlanjut sampai jenjang lebih tinggi, yaitu pernikahan. Ya, mirip-mirip tradisi pasar pengantin di Bulgaria gitu lah. Walau sebenarnya tidak sesederhana itu sih. Cuma, ya, kira-kira begitu gambarannya.

Dengan tujuan untuk mempertahankan tradisi, kabuenga saat ini jadi festival yang diselenggarakan pada bulan tertentu setiap tahunnya. Udah macam film India gitu lah pokoknya~

Tradisi cari jodoh orang Wakatobi #2 Kacang jodoh

Ada tradisi yang sebenarnya mirip sekali dengan kabuenga, “kacang jodoh” namanya. Sebuah tradisi ketika cewek lajang menjajakan kacang goreng di depan rumah dengan penerangan seadanya dari lampu pelita, walau sebenarnya listrik sudah masuk ke sana.

Pembeli kacang jodoh ini adalah cowok-cowok yang didominasi oleh mereka yang masih lajang juga. Jika beruntung, perkenalan cowok dengan cewek penjual kacang goreng ini bisa sampai pada pernikahan. Kalau dibikin FTV, kira-kira bisa kita kasih judul Kacang Gorengmu Meluluhkan Hatiku.

Nah, bedanya dengan kabuenga, tradisi kacang jodoh ini hanya terjadi saat bulan Ramadan, dari waktu buka puasa sampai Tarawih selesai. Hingga saat ini, kacang jodoh masih belum jadi festival.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

Tradisi cari jodoh orang Wakatobi #3 Dijodohkan

Mungkin tradisi ini di tempat lain kelihatan kuno bahkan sudah ditinggalkan. Namun, orang Wakatobi masih mempertahankan tradisi ini. Malah belakangan makin banyak.

Tradisi ini cukup sederhana seperti namanya. Orang-orang yang sudah memasuki usia 30-an dan masih bujang, biasanya jadi pemeran utama dalam tradisi. Tentu saja old school banget karena zaman yang sudah modern begini masih ada juga tradisi perjodohan.

Percaya tidak percaya, sepupu saya menjadi korban tradisi perjodohan berkali-kali. Kelihatannya hal ini akan tetap dipertahankan. Bukan karena orang-orang di tempat saya ini kolot, melainkan karena tradisi ini sangat terbukti manjur mempertemukan si bujang dengan jodohnya. Garansinya bisa 90% mengalahkan gaya ta’aruf yang juga banyak digemari muda-mudi masa kini.

Tradisi cari jodoh orang Wakatobi #4 Berkunjung ke acara joget

Sehari sebelum hajatan, orang-orang Wakatobi punya tradisi membuat acara joget. Nah, di acara ini, orang joget berhadap-hadapan dengan lawan jenis. Biasanya, cewek-cewek disediakan kursi di arena joget untuk duduk. Ketika lagu diputar (biasanya lagu dangdut), cowok-cowok datang untuk joget sama cewek incarannya. Kalau lagu selesai, si cowok kembali lagi ke posisi semula.

Nah, durasi joget yang lumayan lama tadi biasanya dimanfaatkan untuk mengobrol oleh cewek dan cowok yang berhadapan. Baik sekadar perkenalan (kalau belum kenal) atau ngobrol ngalor-ngidul. Memang terbukti, dari tradisi ini banyak yang berhasil melanjutkan hubungan sampai menikah. Tradisi ini masih sangat familier di kalangan muda-mudi Wakatobi.

Tradisi cari jodoh orang Wakatobi #5 Persahabatan

Dari namanya, sebenarnya tidak menggambarkan teknisnya. Orang luar Wakatobi mungkin akan suka dengan sebutan “safari”. Teknisnya berupa kunjungan dari satu desa ke desa lainnya, dari sekolah ke sekolah lainnya, atau dari instansi ke instansi lainnya dengan tujuan sparring, show off, saling tukar pikiran, atau sekadar saling belajar.

Persahabatan yang dimaksudkan untuk cari jodoh ini juga ada berbagai versi. Persahabatan majelis taklim, persahabatan olahraga, atau persahabatan lainnya. Ya mungkin kalau versi lite-nya bisa kita namai “kopdar”. Hahaha.

Nah, kunjungan-kunjungan ini punya potensi membuat orang saling kenal, pacaran, sampai menikah. Ya tentu saja cowok dengan cewek ya. Pastikan juga pesertanya masih bujang. Jangan suami atau istri orang disikat juga.

Beberapa cara cari jodoh ala orang Wakatobi di atas mungkin terkesan kuno dan ketinggalan zaman. Bahkan tidak sedikit juga anak muda yang nyinyir dengan cara-cara macam ini. Di sisi lain, justru banyak yang berusaha mempertahankannya sebagai sebuah tradisi turun-temurun yang unik. Selain itu, cara-cara di atas memang banyak yang terbukti berhasil mempertemukan seorang bujang dengan pasangan hidupnya. Bandingkan dengan gaya pacaran anak zaman sekarang yang kadang lama pacaran, tapi malah nggak jadi. Kan kasihan….

BACA JUGA Culture Shock Orang Wakatobi yang Pertama Kali Menginjak Pulau Jawa dan tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2020 oleh

Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

15 Mei 2024
“Satu Desa Satu Gym” Bukan Sekadar Lelucon, Itu Ide Bagus untuk Kesehatan Warga Jawa Tengah!

“Satu Desa Satu Gym” Bukan Sekadar Lelucon, Itu Ide Bagus untuk Kesehatan Warga Jawa Tengah!

11 September 2024

6 Jenis Ibu-ibu yang Selalu Ada di Grup WhatsApp PKK Desa

31 Agustus 2020
pistol dan kekuasaan mojok

Pistol dan Orang Berotak Kecil yang Ingin Berkuasa

3 April 2021
Alasan Kamu Harus Nonton 'Monthly Magazine Home', selain Ngasih Kiat Punya Rumah terminal mojok.co

Alasan Kamu Harus Nonton ‘Monthly Magazine Home’, selain Ngasih Kiat Punya Rumah

20 Juli 2021
Bakpia Kukus Tugu Jogja Berani Tampi Beda dengan Varian Rasa Matcha, Bakpia Lain Mana Bisa?

Bakpia Kukus Tugu Jogja Berani Tampil Beda dengan Varian Rasa Matcha, Bakpia Lain Mana Bisa?

6 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.