Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Toko Ponsel tapi Isi Medsosnya kok Nggak Ada Hubungannya dengan Ponsel?

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
27 Oktober 2020
A A
toko ponsel akun tiktok joget joget marketing mojok

toko ponsel akun tiktok joget joget marketing mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu hari teman saya menunjukkan kepada saya sebuah akun Tiktok. Kata teman saya itu adalah akun Tiktok yang sangat populer. Saat saya lihat akun TikTok tersebut, dilihat dari username-nya sih itu akun Tiktok sebuah toko ponsel, tapi ganjilnya, hampir seluruh isi video akun tersebut hanyalah video joget-joget saja. Melihat orang berjoget di Tiktok, itu adalah hal yang biasa. Tapi, itu menjadi ganjil ketika sebuah akun toko ponsel melakukan hal tersebut, dan berulang-ulang.

Setelah menyelami akun tersebut selama beberapa menit, saya benar-benar tidak menemukan satu video pun terkait tentang ponsel, atau kelebihan toko tersebut. Mungkin saja ada pembahasan terkait ponsel, tapi mungkin saya tidak menyadarinya karena sudah terlalu banyak video joget-joget model berpenampilan menarik mereka.

Channel YouTube toko ponsel tersebut isinya pun serupa. Sebenarnya, ada sedikit video pada channel tersebut yang masih berhubungan tentang ponsel. Walaupun masih menggunakan model yang berpenampilan menarik, tapi ya setidaknya masih membahas tentang ponsel. Tapi, ya sedikit. Seolah-olah, membahas ponsel bukanlah fokus utama channel tersebut.

Sangat disayangkan, beberapa video terbaru channel tersebut sekarang ini kebanyakan hanya berisikan para model atau tim sales mereka tanpa membahas ponsel sedikit pun. Tentu saja, channel tersebut juga memiliki banyak thumbnail yang tidak bisa saya sebutkan. Saya juga penasaran pada akun Instagram, toko ponsel tersebut. Tapi, anehnya, akun tersebut malah dikunci.

Saya tahu, memang sekarang sudah zamannya para brand dari suatu produk apa pun untuk berlomba-lomba memaksimalkan media sosial. Setiap media sosial yang ramai, pasti akan bermunculan akun-akun sebuah brand.

Saya juga tahu, menaikan engagement pada platform media sosial itu tidaklah mudah. Walau terkesan sepele, hanya bikin konten di media sosial, tapi kreativitas dan konsistensi dibutuhkan. Bahkan ada yang sampai mempelajari algoritma setiap media sosial yang digunakan. Alasannya, tidak lain adalah untuk menaikkan engagement. Harapan dari naiknya engagement, tentu supaya munculnya interaksi yang berakhir pada pembelian produk tersebut. Maka dari itu, banyak brand yang rela mengeluarkan uang ratusan juta kepada agensi hanya untuk membayar jasa mengurus media sosial.

Hasilnya pun belum tentu positif, saya beberapa kali melihat akun sebuah brand pada berbagai platform media sosial yang memiliki konten bagus. Hanya saja, hasilnya tidak memuaskan. Akun tersebut sepi interaksi, minim followers, minim like, subscriber sedikit. Menyedihkan, bukan?

Selalu ada cara bagi pekerja so-called kreatif sekaligus pemalas untuk meningkatkan engagement. Yaitu dengan melakukan kegiatan marketing dengan cara-cara seperti toko ponsel yang saya sebutkan di paragraf awal. Yaitu dengan menggunakan talent, atau model dengan berpakaian ketat dan minim.

Baca Juga:

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Bentuk iPhone 17 Jelek dan Kehilangan Kesan Mewah seperti Beli Android Kelas Menengah

Sudah banyak artikel atau bahkan jurnal akademik yang membahas tentang perempuan dalam sebuah iklan. Salah satunya, seperti yang terdapat pada Katadata, sensualitas perempuan dijadikan komoditas, banyak produk yang tidak ada hubungannya dengan tubuh perempuan, namun malah menampilkan sisi sensual itu sendiri terhadap iklannya. Lebih lanjut, artikel tersebut juga bilang bahwa iklan yang menonjolkan sensualitas perempuan, dikhususkan untuk kalangan tertentu, yaitu laki-laki.

Walau artikel dari Katadata tersebut tidak dalam konteks pembahasan kegiatan marketing dalam media sosial, tapi bagi saya, tetap saja relevan dengan apa yang saya temukan pada berbagai postingan toko ponsel tersebut. Sekali lagi, minim sekali pembahasan tentang ponsel pada akun media sosial mereka, khususnya khususnya pada TikTok dan YouTube.

Saya juga tidak mengerti, mengapa toko ponsel tersebut melakukan marketing dengan cara seperti ini. Jika dulu di TV ada iklan pompa air dan sepatu boots yang pernah beriklan dengan tema sensualitas perempuan, mereka bisa saja beralasan target produk mereka adalah laki-laki.

Tapi, kasusnya ini adalah toko ponsel, pasar dari toko ponsel tersebut datang dari berbagai kalangan. Rasanya sekarang semua orang menggunakan ponsel, entah apapun jenis kelaminnya, entah apapun etnisnya, kita semua menggunakan ponsel. Lantas mengapa toko ponsel tersebut masih saja menggunakan strategi marketing seperti itu?

Sepertinya, strategi marketing “yang penting viral”, itu harus dipikirkan kembali. Bagaimanapun juga seharusnya kegiatan marketing akan berpengaruh akan citra dari suatu merek itu sendiri. Selain itu, harusnya tim kreatif dari toko ponsel tersebut setidaknya melakukan hal-hal yang benar-benar kreatif, sehingga tidak perlu mengeksploitasi tubuh talent, model, atau sales mereka. Di media sosial, saya juga sering melihat bahwa konten review ponsel, unboxing ponsel, servis ponsel, atau berbagai tips dan trik terkait ponsel masih ramai dan disukai penonton, kok.

Tulisan ini bukan ditujukan untuk para model, talent, atau sales yang terdapat pada berbagai video toko ponsel tersebut. Bagaimanapun juga mereka adalah para pekerja, yang hanya melakukan tugasnya. Tulisan ini saya tujukan untuk “ide digital marketing” toko ponsel tersebut, dan juga pekerja kreatif di balik akun sosmed toko ponsel tersebut, yang menurut saya pemalas, dan cuma memikirkan viral.

BACA JUGA NFL Fans Indonesia, Tempat yang Tepat Untuk Mulai Memahami American Football dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: ponselstrategi marketingtiktok
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Sisi Seleb Tiktok Sisca Kohl yang Patut Kita Teladani terminal mojok

Jangan Melihat dari Satu Sisi Saja, Ada Juga kok Hal-hal yang Bisa Kita Teladani dari Seorang Sisca Kohl

5 April 2021
Akun TikTok Rama Property, Akun Marketing Rumah Terbaik

Akun TikTok Rama Property, Akun Marketing Rumah Terbaik

2 September 2023
Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Air Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan Terminal Mojok

Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan

6 Januari 2023
Memberi Kopi Instan ke Bayi Memang Nggak Ngotak, tapi Menuntut Sikap Sempurna dari Ibu yang Minim Privilese Juga Kurang Tepat Terminal mojok

Memberi Bayi Kopi Instan Memang Nggak Ngotak, tapi Menuntut Sikap Sempurna dari Ibu yang Minim Privilese Juga Kurang Tepat

26 Januari 2023
5 Cara Mudah Download Video Tiktok Tanpa Watermark Terminal Mojok

5 Cara Mudah Download Video Tiktok Tanpa Watermark

15 Juni 2022
Hal yang Menguntungkan Ketika Menggunakan Fitur Instagram Private terminal mojok.co

Instagram Reels: Setelah Snapchat dan TikTok, Siapa Lagi yang Mau Direbut Pasarnya, Wahai Instagram?

1 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

6 Januari 2026
Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran Mojok.co

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

6 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Anggapan Solo Serba Murah Mulai Terasa Seperti Dongeng, Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti

11 Januari 2026
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

6 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.