Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Unpopular Opinion: Token ASIX Mas Anang Punya Prospek yang Menjanjikan

Riyanto oleh Riyanto
13 Februari 2022
A A
Unpopular Opinion: Token ASIX Mas Anang Punya Prospek yang Menjanjikan

Unpopular Opinion: Token ASIX Mas Anang Punya Prospek yang Menjanjikan (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pas denger heboh-heboh Token ASIX dilarang, saya auto bilang, “Ngawur!” Lha gimana nggak, menurut saya Token ASIX milik Anang Hermansyah itu punya prospek yang lumayan menjanjikan. Maka dari itu, pas akun Twitter Bappebti ngetwit kalo Token ASIX dilarang, saya mikir dua hal. Pertama, mbuh gimana Bappebti nggak bisa lihat prospek ekosistem ASIX. Dan kedua, admin Twitternya nggak mudeng yang dia ketik.

Dan ternyata dugaan kedua saya yang bener. Setelah heboh di mana-mana, bahkan membuat harga token anjlok parah, akhirnya Bappebti mengkonfirmasi kalo token ASIX bukannya dilarang, tapi hanya belum didaftarkan ke Bappebti. Klarifikasi itu dilakukan di akun Twitter @infoBappebti yang sebelumnya bilang ASIX dilarang. Terkesan mencla-mencle? Jangan kaget, pasti yang ngetwit udah beda lagi adminnya.

Intinya token tersebut bukannya dilarang, tetapi belum terdaftar di Bappebti karena emang lagi proses. Pun token tersebut belum bisa dibeli di exchange resmi yang ada di Indonesia seperti Indodax. Lah, terus belinya di mana? Kok bisa orang-orang pada beli token ASIX padahal belum ada di exchange?

Ya elah, gitu aja bingung. Jawabannya ya beli langsung pake dompet kripto. Orang-orang kalo pingin dapet akses ke banyak token kripto biasanya langsung beli di dompet kripto seperti MetaMask, Trust Wallet, atau yang lainnya. Alternatif lainnya ya pake exchange global seperti Binance. Kalo nunggu token melantai di Indodax atau Toko Crypto ya pasti dapet harga yang jauh lebih mahal. Apalagi kalo beli Pluang atau Ajaib. Hash, bakal lebih lama, mahal, dan mending rasah tuku!

Mari kembali ke token ASIX. Emangnya apa bagusnya token milik juri Indonesian Idol satu ini? Kalo bagusnya di mana, ya sebenarnya biasa-biasa aja. Yang bikin menarik adalah proyek di mana token tersebut akan digunakan. Salah satu alasan kenapa kita harus membeli token kripto adalah kita harus tahu apakah token tersebut benar-benar digunakan untuk bertransaksi atau tidak. Atau sebatas token tersebut digunakan pada sebuah ekosistem yang aktif atau tidak. Kalau jawabannya tidak, ya berarti token tersebut nggak memiliki prospek di kemudian hari.

Makanya gini lho, kalian ini kalo mau beli token kripto itu ya mbok mikir, jangan ikut-ikutan dan asal beli. Iya sih, saya tau kalian pernah cuan ratusan bahkan ribuan persen bermodal ikut-ikutan, tapi ya itu cuma tren sesaat. Kalo mendadak token tersebut bermasalah karena nggak punya prospek yang bener, terus mendadak harganya anjlok, kan nangis kalian! Nek beli itu ya seenggaknya tau token kripto itu bakal beneran dipake buat transaksi nggak. Nek nggak, mending jauhi daripada kalian nangis gaji sebulan ludes dalam sehari. Wis, tobato, Su! Mbok riset sik.

Terus gimana dengan ASIX? Silakan akses asixtoken.com untuk melihat proyek apa saja yang tengah digarap oleh timnya Mas Anang. Juri Indonesian Idol yang baru saja transplantasi rambut dan jadi mirip Eminem itu tengah membuat ekosistem yang menarik. Di website resmi, terlihat beberapa proyek seperti game Congklak, di mana kita bisa dapet token dengan memainkan permainan tersebut. Itu adalah langkah pintar menurut saya, karena sebuah game adalah sarana paling masuk akal untuk mentransaksikan sebuah token.

Analogi paling sederhananya adalah seperti ini. Ada sebuah perusahaan yang mengembangkan sebuah game teka-teki berbasis blockchain. Jika kita memecahkan sebuah teka-teki, kita mendapat reward berupa token kripto yang juga diciptakan sendiri oleh perusahaan itu. Suatu ketika, ketika kita mendapatkan teka-teki yang teramat sulit, muncul pilihan untuk melihat petunjuk. Untuk melihat petunjuk, kita harus membayar sekian token kripto. Dengan begitu, token kripto milik perusahaan tersebut diperdagangkan secara langsung. Atau hebatnya lagi, perusahaan game tersebut menjual item game berupa NFT di marketplace.

Baca Juga:

Membedah Pajak dari Transaksi Kripto

Ingin Terjun ke Dunia Cryptocurrency? Sebaiknya Perhatikan 3 Hal Ini

Jika seseorang membeli NFT tersebut, dia memiliki akses untuk membuka lebih banyak petunjuk di permainan teka-teki milik perusahaan tersebut. Atau, NFT tersebut justru membuka area-area baru yang penuh teka-teki yang sebelumnya tidak bisa diakses tanpa NFT. Dengan begitu, perusahaan akan semakin untung dari penjualan NFT dan perdagangan token kripto. Semuanya bisa didapatkan dengan menciptakan satu game berbasis blockchain yang diminati banyak orang.

Seperti itu pula ekosistem yang ingin dikembangkan oleh Mas Anang. Game Congklak bikinannya—ya bukan dia juga sih yang bikin, dia paling cuma bilang ‘Aku sih yess’ saat tim pengembang memberikan ide oke—akan menjadi sarana pertama transaksi token ASIX. Di sisi lain, Mas Anang juga bakal mengembangkan marketplacenya tersendiri. Memang masih dalam tahap pengembangan atau tim pengembang bahkan belum mendapat “aku sih yesss” dari Mas Anang. Tetapi, jika marketplace nanti sudah meluncur dan banyak NFT yang bisa diperdagangkan di sana, rasanya proyek tersebut akan semakin besar.

Di sisi lain, Mas Anang juga mau bikin metaverse yang diberi nama Nusantaraverse. Mbuh bakal kayak apa proyek itu, yang jelas jika proyek itu jadi dan bisa diakses, prospek Token ASIX beneran asik dan nggak maen-maen. Ya gimana, sudah pasti mata uang kripto di Nusantaraverse bakalan pake ASIX dong. Dah gitu, semua asset digital di Nusantaraverse juga berupa NFT yang bisa dijualbeli, dijadikan sarana investasi, dan tentu saja bakal bikin Token ASIX melambung tinggi dong.

Good Job, Mas Anang. Kamu dapet yess dari saya!

Apakah berarti token Mas Anang itu aman dan punya potensi untung? Saya kasih tahu ya, yang namanya spekulasi itu ya adanya untung apa nggak. Untung sih bisa. Tapi, rugi juga pasti bisa. Jadi, sebelum beli, mending nih kalian belajar dikit-dikit. Jangan FOMO. Nggak semua bakal sesukses ETH atau Bitcoin.

Penulis: Riyanto

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2022 oleh

Tags: kriptomas anangtoken asix
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

kripto squid game penipuan

Koin Squid Game dan Penipuan dalam Dunia Kripto

4 November 2021
uang kripto cryptocurrency aplikasi trading kripto cryptocurrency mojok

Punya Uang Kripto? Nanti Dulu deh!

5 Desember 2021
uang kripto cryptocurrency aplikasi trading kripto cryptocurrency mojok

Ingin Terjun ke Dunia Cryptocurrency? Sebaiknya Perhatikan 3 Hal Ini

16 Desember 2021
Membedah Pajak dari Transaksi Kripto terminal mojok.co

Membedah Pajak dari Transaksi Kripto

17 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.