Tips Mudah agar Dapat LOA di Negeri Ratu Elizabeth Tanpa TOEFL/IELTS

LOA mati listrik negara bekas jajahan inggris brexit kerajaan inggris london jerman mojok

Disney, Alasan Orang Terobsesi dengan Keluarga Kerajaan Inggris meski Punya Reputasi Berdarah (Pixabay.com)

Pengin seperti Maudy Ayunda yang bisa diterima di Inggris? Kamu bisa kok menjadi Maudy Ayunda, dengan versimu sendiri, tentunya. Semuanya dimulai dengan mendapatkan LOA (Letter of Acceptance).

Siapa bilang dapet offer atau LOA dari kampus bergengsi di Inggris itu susah? Mungkin sebagian dari kita sering membayangkan bisa diterima kampus di luar negeri, tapi harapan itu bisa pupus dalam sekejap karena tampak susah seleksinya. Nyatanya tidak seperti itu kawan.

Walaupun untuk diterima membutuhkan riset tentang kampus dan jurusan yang dituju, semua akan lebih mudah ketika sudah nemu kampus yang sesuai kapasitas, yang mana setidaknya kita masih bisa memenuhi syarat administratifnya. Submit semua dokumen yang diminta, kemudian tinggal tunggu 10-15 hari kerja, mereka akan kasih hasil seleksinya via email, baik itu diterima secara penuh (unconditional) maupun bersyarat (conditional), bahkan ditolak juga diberi notifikasi.

Apa saja dokumen yang diperlukan?

Yang pertama adalah transkrip dan Ijazah yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Biasanya kampus UK hanya minta dalam bahasa Inggris, jadi jangan lupa dicek apakah ijazah dan transkrip original sudah ada terjemahannya. Kalau belum, jangan lupa diterjemahkan di penerjemah tersumpah. Biayanya bervariatif, biasanya berkisar hingga 100 ribu rupiah per halaman.

Oh ya, untuk IPK minimal tiap kampus bervariatif. Untuk program pascasarjana ada yang 2,8/4 seperti di University of Birmingham, ada juga yang 3,00/4 seperti di University of Glasgow, bahkan ada beberapa universitas yang lebih dari itu. Maka dari itu, jangan kasih kendor untuk riset mendalam mengenai persyaratan IPK minimal pada universitas yang ingin dituju.

Yang kedua adalah paspor. Meskipun belum pernah anjangsana ke luar negeri, persyaratan ini nggak akan jadi pengecualian lo. Diusahakan paling lambat mengajukan ke kantor imigrasi terdekat dua minggu sebelum deadline, biar nggak dag-dig-dug kalau mepet submitnya.

Yang ketiga adalah surat rekomendasi atau reference. Surat rekomendasi biasanya diperoleh dari atasan kalau sudah bekerja, atau dosen selama berkuliah. Tipikal surat rekomendasi yang diminta kampus UK yaitu bebas, tak ada format khusus, namun dianjurkan memiliki kop. Berbeda dengan kampus di Asia yang kebanyakan ada format khusus dari universitas.

Persyaratan ini menjadi salah satu pertimbangan kuat komite untuk meloloskan seorang kandidat atau tidak. Saya sarankan untuk membuat draft surat rekomendasi terlebih dahulu, untuk jaga-jaga kalau calon pemberi rekomendasi sangat sibuk. Pengalaman pribadi saya, beliau dengan senang hati menerima dan merevisi draft yang telah saya buat. Ada kampus yang hanya minta satu reference seperti University of Glasgow, juga ada yang minta dua seperti University of Birmingham. Untuk dua references, jangan lupa buat draft yang berbeda dari yang pertama.

Yang keempat, personal statement atau motivation letter. Sederhananya, personal statement merupakan esai tentang diri dan cita-cita. Jangan pernah buat personal statement dengan awalan klise seperti, “My name is Siti, I live in bla bla bla…” Kalimat perkenalan tersebut akan terkesan amatiran di mata admission committee. Awalan personal statement sebisa mungkin dibuat menarik, agar admission committee tertarik untuk membaca hingga akhir paragraf. Dengan demikian kesempatan diterima akan jauh lebih besar. Bisa coba selipkan sedikit kisah masa kecil yang memicu ketertarikan pada suatu bidang, seperti “Spending my childhood in an industrial city for years made me think that becoming an engineer is cool…”

Selain itu, personal statement yang diminta universitas dan pemberi beasiswa biasanya berbeda fokusnya. Personal statement kampus paling tidak 75 persen berisi tentang passion terhadap bidang yang akan digeluti dan kontribusi/karier yang akan dilakukan di masa depan. Sedangkan sisanya bisa tentang pengalaman organisasi atau pengalaman kerja.

Sebaliknya, banyak dari lembaga pemberi beasiswa yang meminta pelamar fokus pada leadership, contohnya beasiswa LPDP, Chevening dan Knight-Hennessy. Jadi jangan sampai salah sasaran, nulis esai untuk universitas malah fokusnya leadership. Nggak perlu membuat personal statement yang panjang dan bertele-tele, setidaknya jika 600 kata sudah mencakup hal-hal d atas, sudah oke. Jangan lupa lihat ketentuan pada masing-masing website kampus yang ingin dituju, karena berbeda universitas bisa jadi berbeda kebijakan. Maka dari itu, iqro’, Milea…

Bagaimana dengan TOEFL/IELTS?

Meskipun skor TOEFL/ IELTS belum diupload hingga deadline berakhir, atau belum keluar hasilnya, kesempatan untuk diterima masih terbuka kok. Ketika admission committee memutuskan kita diterima, kita akan mendapatkan Conditional Offer atau Letter of Acceptance Conditional. Artinya, sebelum masa perkuliahan dimulai, tetap mengusahakan upload bukti kemahiran bahasa Inggris dengan skor minimal sesuai persyaratan dari jurusan yang diambil.

Jika tidak bisa memenuhi standar minimalnya atau nggak upload skor hingga deadline yang ditentukan, biasanya mereka dengan senang hati menyediakan presessional program alias program bahasa baik itu online maupun offline sebelum perkuliahan dimulai, jadi mereka tidak akan mencabut semena-mena offernya.

Belakangan sejak pandemi Covid-19 meluas, persyaratan bahasa menjadi agak longgar di banyak negara. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, walau dapat conditional offer, karena terbatasnya kapasitas kampus dan perbedaan acceptance rate antarkampus bisa jadi hasil tes bahasa akan berpengaruh kepada hasil admisi.

Maka dari itu, triknya adalah cari kampus dengan acceptance rate cukup tinggi, misalnya pada University of Glasgow. Meskipun tergolong ranking 100 besar dunia, rata-rata kesempatan untuk diterima menjadi mahasiswa pascasarjana adalah 50 persen. Untuk mengetahuinya bisa googling dengan kata kunci acceptance rate in…(universitas yang dituju). Mudah bukan?

Jangan lupa sebelum submit berkas seperti personal statement dan reference untuk di proofread terlebih dahulu. Baik itu pakai proofreader manusia, maupun digital seperti Grammarly. Zaman sekarang banyak tuh yang pakai grammarly premium dengan akun sharing dengan harga miring, eh siapa tau kan nemu inspirasi esai dari tulisan orang lain. Tapi, jangan pernah copas. Ingat, Admission Committee sudah ribuan kali membaca esai kandidat dari seluruh dunia, jadi mereka dengan mudahnya mengenali mana tulisan yang nyontek, mana tulisan yang jerih payah sendiri. Jadi, kalau nggak mau merasakan sakitnya ditolak kampus bergengsi ya jangan sekali-kali copas, Dear.

Nah, setelah tahu prosesnya, nggak ribet-ribet banget kan? Kalau niat, pasti bisa kok kuliah di luar negeri pakai LOA. Selamat mencoba!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version