Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tips Jual Barang Bekas biar Lakunya Pas

Mutabiatul Huda Az Zahro Mahdiyah oleh Mutabiatul Huda Az Zahro Mahdiyah
3 Agustus 2021
A A
Tips Jual Barang Bekas biar Lakunya Pas terminal mojok.co

Tips Jual Barang Bekas biar Lakunya Pas terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa bulan ini saya sering sekali menjual barang yang sudah tak terpakai di rumah. Tentu saja itu berkat pola hidup minimalis. Saya cuma mau pakai barang yang dibutuhkan, yang tidak akan dipakai lebih baik diberikan atau dijual. Tentu lebih bermanfaat, bukan?

Namun, jualan barang bekas itu seringnya nggak enak. Pasalnya, banyak orang memandang barang tersebut hanya dari bekasnya, bukan dari kegunaannya. Akibatnya, mereka memberi harga yang terlampau murah dengan dalih sudah bekas. Sebagai pemilik kita tentu tahu kondisi barang yang kita jual dan kita ingin menjualnya dengan harga yang layak. Berikut tips dari saya agar barang bekas terjual dengan harga yang pas.

#1 Cek harga

Yang perlu dilakukan pertama kali ada cek harga pasar. Mulai dari cek harga baru, harga bekas di pasaran, lalu sesuaikan dengan kondisi barang. Cek harga bisa di marketplace FB, situs jual beli online (OLX, Kaskus), aplikasi jual beli barang bekas (Carousell, Prelo), dll.

Biasanya saya jual di marketplace FB. Hal ini karena jangkauan pengguna FB lebih luas, tersedia platform khusus, dan bisa kita sesuaikan lokasinya. Sehingga kita mudah transaksi Cash On Delivery (COD).

#2 Menentukan harga

Jika barang jarang dipakai, kita bisa menjual dengan harga tinggi. Misalnya, stroller bayi yang hanya dipakai beberapa bulan, setelahnya tidak dipakai lagi. Jika sering dipakai dan sudah bertahun-tahun, jual dengan harga setengah baru. Misalnya kulkas, mesin cuci, TV, dll. Beri harga lebih jika sudah kita modifikasi, misalnya sepeda.

Jika barang sudah ada cacatnya, bisa kita perbaiki dulu. Atau jual barang tersebut dengan harga rendah serta memberikan deskripsi plus menjelaskannya kepada pembeli. Tujuannya, agar pembeli bisa menggunakan uang lebihnya untuk memperbaiki barang tersebut.

Saya kemarin baru saja menjual mesin cuci dengan kondisi ketika mengosongkan air talinya harus ditarik manual. Harga pasar bekasnya adalah Rp700 ribu, lalu saya jual dengan harga Rp500 ribu. Sebenarnya bisa perbaikan sangat murah, mungkin sekitar 30 ribu karena cukup ganti tali saja. Namun, saya berikan Rp200 ribu untuk biaya perbaikan sebagai itikad membantu sesama.

#3 Minta pembeli cek terlebih dahulu dan COD

Banyak orang sering komplain setelah melakukan pembelian. Ada pula yang menawar harga tanpa melakukan survey. Banyak orang menawar dengan harga sangat rendah. Maka yang perlu dilakukan adalah meminta calon pembeli untuk mengecek barang. Dengan demikian kita serahkan pembeli menilai barang kita sendiri.

Baca Juga:

Pasar Comboran, Pasar Barang Bekas Tempat Healing Favorit Bapak-bapak Malang 

Pasar Jongkok Wonokromo, Pasar “Maling” Surabaya yang Bikin Pembeli Berprasangka Buruk

Transaksi paling aman juga dilakukan secara COD agar tidak terjadi penipuan. Kita juga bisa meminta biaya antar jika membutuhkan.

#4 Tunjukkan harga baru dan bekas

Banyak orang masih tidak mengerti harga jual suatu barang. Maka yang perlu kita lakukan adalah menunjukkan harga baru dan harga bekas di marketplace. Hal ini gunanya untuk mengedukasi pembeli agar tidak asal-asalan dalam bertransaksi dan negosiasi.

#5 Beri deskripsi yang lengkap

Ketika posting kita wajib memberi deskripsi yang lengkap agar calon pembeli tidak banyak komplain jika sudah melihat barangnya.

#6 Jual kepada yang butuh

Disadari atau tidak, banyak orang yang hanya iseng menawar ketika melihat barang bekas di marketplace. Sebenarnya mereka tak begitu butuh, tapi melihat barang bekas, mereka ingin memiliki dengan cara menawar serendah mungkin. Tentu saja, mereka tak ingin rugi karena mereka sebenarnya tidak butuh. Mereka juga tidak melakukan survey pasar karena sebetulnya mereka hanya iseng.

Pembeli yang benar-benar butuh biasanya tidak banyak protes. Mereka sudah survey harga pasar sehingga tidak banyak nawar. Kalaupun nawar, pasti dengan harga yang wajar. Mereka akan banyak bertanya tentang kondisi barang, bukan sibuk menawar. Mereka akan bertindak cepat dengan mengecek atau langsung transaksi.

Hal ini karena mereka memang butuh dan sudah menyiapkan alokasi dana yang sesuai. Saat saya menjual lemari pakaian yang masih bagus, banyak yang asal nawar. Namun, ada satu orang yang ingin beli, ia langsung datang mengecek lemari. Ketika melihat lemari, dia langsung mengakui bahwa lemarinya masih bagus. Dia langsung setuju dan melakukan transaksi.

Kejadian lain ketika saya menjual mesin cuci. Dia hanya bertanya lewat telpon dan tidak mengecek karena dia sibuk. Dia minta diantar dan percaya pada saya tentang kondisinya. Dan benar saja, ketika barangnya sampai tak ada komplain apa pun.

Sebelumnya, harga yang saya pasang adalah Rp500 ribu dan banyak orang menawar dengan harga Rp200 ribu, alasannya karena bekas. Begitu pula lemari, banyak yang menawar dengan harga rendah. Biasanya saya langsung jawab, harga sudah nett, kalau tak mau ya tidak apa-apa.

#7 Sabar dan niatkan untuk membantu

Menjual barang itu seperti mencari jodoh. Akan tepat pada orang yang tepat, tapi datangnya tak selalu tiba-tiba. Kadang kala kita harus bersabar agar harga jualnya layak. Beda lagi kasusnya jika kita butuh uang. Jika tujuannya adalah decluttering, kita hanya perlu bersabar. Jika banyak yang menawar rendah, bukan berarti barang kita nilainya rendah. Tapi orang-orang yang tidak tahu nilai barang kita dan belum bertemu jodohnya.

Dalam menemukan jodohnya selalu kita niatkan untuk membantu. Kita jual dengan harga murah agar orang yang membutuhkan bisa terbantu. Kita jual dengan harga layak agar orang bisa memiliki barang bagus meski bekas. Dengan demikian, kita tidak akan mudah emosi jika ada yang nawar tanpa berpikir. Kita juga tidak akan mudah menurunkan harga hanya karena belum laku. Pasalnya, kita sudah melakukan survey harga dengan memperhatikan kondisi barang tersebut.

BACA JUGA 3 Dosa Ultimate yang Sering Dilakukan Pembeli di Marketplace dan tulisan Mutabiatul Huda Az Zahro Mahdiyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: barang bekasGaya Hidup Terminaljual
Mutabiatul Huda Az Zahro Mahdiyah

Mutabiatul Huda Az Zahro Mahdiyah

Mompreneur, Gusdurian, Founder and Teacher tahsinonlinebenome

ArtikelTerkait

Hilangnya Fitur Story Twitter alias Fleet Merupakan Kabar yang Menggembirakan terminal mojok

Hilangnya Fleet Membuat Saya sebagai Pengguna Setia Twitter Wajib Merasa Bahagia

5 Agustus 2021
Membandingkan Majalah Kawanku, Gadis, dan Citacinta terminal mojok.co

Membandingkan Majalah Kawanku, Gadis, dan Citacinta

16 Juli 2021
6 Pertanyaan Menyebalkan yang Seharusnya Nggak Usah Dipertanyakan terminal mojok

6 Pertanyaan Menyebalkan yang Seharusnya Nggak Usah Dipertanyakan

6 Agustus 2021
Mengupas 5 Jenis Soft Skill di Balik Aktivitas Gibah terminal mojok

Mengupas 5 Macam Soft Skill di Balik Aktivitas Gibah

29 Juli 2021
Toyota Calya dan Daihatsu Sigra Memang Dirancang Khusus untuk Jadi Armada Taksi Online terminal mojok.co

Toyota Calya dan Daihatsu Sigra Memang Dirancang Khusus untuk Jadi Armada Taksi Online

1 Agustus 2021
Alasan Nonton Bulu Tangkis di Indosiar Bukanlah Keputusan yang Tepat terminal mojok.co

Alasan Nonton Bulu Tangkis di Indosiar Bukanlah Keputusan yang Tepat

1 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.