Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tips Berdamai Sama Dosbing Resek biar Skripsi tetep Bisa Lancar Jaya

A. Fikri Amiruddin Ihsani oleh A. Fikri Amiruddin Ihsani
9 Juni 2020
A A
dosen pembimbing, dosbing resek

Tips Berdamai Sama Dosbing Resek biar Skripsi tetep Bisa Lancar Jaya, dosen pembimbing

Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu pagi ketika mengecek hape, saya mendapati puluhan pesan dari salah seorang kawan yang sedang menempuh skripsi, sebut saja namanya Tono. Ya, Tono adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu Universitas di Surabaya.

Pagi itu, Tono bercerita bahwa dirinya begitu kesal dengan dosbingnya yang resek karena tak kunjung merespon pesan atau telepon darinya. Dia bilang kalau hal ini udah berlangsung sejak dia selesai sempro sekitar 4 bulan yang lalu.

“Bagaimana mau bimbingan bro? direspon saja tidak”, begitu ungkapnya. Bahkan dirinya sudah putus asa dan sampai melayangkan pesan kepada dosbing resek itu dengan bilang, “apabila Bapak keberatan membimbing, saya putuskan untuk tidak melanjutkan studi ini. Karena bagi saya sudah nggak bisa lagi menjalani hal seperti ini, dan saya ucapkan terima kasih.”

Saya lantas ikut bingung, mau bagaimana lagi? Dirinya sudah terlanjur putus asa akibat dosbing resek itu. Lalu saya menyarankan untuk mendatangi rumahnya saja, siapa tau masih ada secercah harapan, ya, kan?

Lain halnya dengan Tono, Kawan saya yang lain sebut saja Mawar, juga mengalami nasib yang hampir sama. Bedanya, Mawar masih mendapatkan respon dari dosen pembimbingnya, namun sialnya mereka selalu berbeda pendapat.

Mawar bercerita bahwa ketidakcocokan dengan dosen pembimbingnya itu sudah dimulai sejak penentuan judul. Hingga akhirnya Mawar diam-diam minta bimbingan ke dosen lain yang tidak memiliki tugas membimbing Mawar.

Singkat cerita, akhirnya Mawar berhasil menyelesaikan naskah skripsinya itu. Namun, ketika dirinya menyetorkan naskah skripsi kepada dosbingnya itu, tiba-tiba hal yang paling menyebalkan justru datang. Apa yang terjadi sodara?

Dosbingnya meminta Mawar untuk mengganti rumusan masalah yang selama ini digunakan sebagai pedoman untuk melakukan penelitian. Alhasil, mau nggak mau dirinya terpaksa mengganti hampir seluruh isi skripsinya itu. Gimana rasanya coba diresekin kayak gitu?

Baca Juga:

Alasan Saya Memilih Tugas Akhir Skripsi meski Pilihan Lain Terlihat Lebih “Waras”

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

Berangkat dari kisah dua kawan tersebut di atas, maka saya kemudian terinspirasi untuk menuliskan tips berdamai dengan dosbing khususnya dosbing yang resek. Agar kita semua terhindar dari kesalahpahaman dan miskomunikasi dalam proses mengerjakan skripsi.

1. Bersyukurlah siapa pun dosen pembimbingmu

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bersyukur, hal tersebut lantaran masih ada dosen yang mau membimbingmu, meskipun itu memang tugasnya.

Beberapa kampus, termasuk kampus dua kawan saya di atas menerapkan sistem acak dalam penentuan dosen pembimbing. Jadi, menurut penuturan pihak kampus, sistem acak dilakukan agar tidak ada kesenjangan antar sesama dosen maupun sesama mahasiswa.

Mungkin di antara kalian juga bernasib sama, yakni tidak bisa memilih sesuka hati siapa dosen pembimbing kalian. Karena itu, bersyukurlah siapa pun dosen pembimbingmu, mungkin itu yang terbaik bagi dirimu menurut pihak kampus.

2. Terimalah dengan lapang dada kekurangan dosen pembimbing

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menerima kekurangan dari dosen pembimbing yang sudah dipilihkan atau pilihanmu sendiri tersebut. Mungkin kamu mendapatkan dosen pembimbing yang suka resek dan memaksakan kehendak.

Atau mungkin dosen pembimbing yang sudah bisa dibilang sepuh, sehingga selow respon. Ya, diterima sajalah, kamu cukup melakukan yang terbaik bagianmu, itu saja. Yang terpenting jangan memaksakan dosen pembimbing di luar kapasitasnya.

3. Berkomunikasi dengan baik meskipun berbeda pandangan

Komunikasi adalah kunci dari kesuksesan proses bimbingan tugas akhir, termasuk skripsi. Bilang baik-baik dengan dosen pembimbing apabila mempunyai keinginan atau pandangan yang berbeda.

Dengan memperhatikan etika, tentu dosen pembimbing akan mudah menyadari bahwa perbedaan pendapat itu hal yang wajar. Namun, apabila kamu menyampaikan pandangan dengan cara tidak baik, ya jangan harap proses bimbingan semulus wajah Anya Geraldine. Hehe.

4. Jangan egois, barangkali kehendak dosen pembimbing adalah yang terbaik

Sebagai mahasiswa, kamu tidak boleh egois mentang-mentang kamu yang mengerjakan, turun ke lapangan dan lain sebagainya. Dengarkanlah dosen pembimbing, turuti apa kemauannya meskipun itu sulit kamu cerna dan praktikkan.

Ya, demi melancarkan proses mengerjakan skripsi, kamu tidak boleh egois. Ikuti saja apa kehendak atau keinginan dari dosen pembimbing itu. Layaknya menulis artikel di media, kita tentu harus menyesuaikan dengan pedoman yang ada, agar artikel kita ditayangkan. Ya, kan?

5. Jangan dilawan, berdoalah agar skripsi segera disetujui

Apabila kamu mendapati dosen pembimbing yang memiliki karakter keras dan suka memaksakan kehendak, saya pastikan jangan dilawan. Kamu harus sedikit bersabar dan menyesuaikan diri dengan karakter dosen pembimbingmu itu.

Kamu bisa mencari alternatif lain dengan tidak melawannya secara langsung. Misalnya, kamu bisa diam-diam mendoakannya atau bisa dengan usaha-usaha lain. Siapa tau dari usaha-usahamu itu dosen pembimbing bisa terketuk pintu hatinya dan menyetujui skripsimu.

Dosen pembimbing itu kadang seperti corona, kita tak akan kuasa melawannya, maka jalan satu-satunya adalah berdamai dengannya.

Akhirnya, selesai atau tidak skripsimu itu di tanganmu. Namun, yang memutuskan layak atau tidaknya skripsimu untuk diuji adalah dosen pembimbing. Karena itu, sekali lagi berdamailah dengan dosen pembimbing.

BACA JUGA Surat Terbuka Untuk Dosen Pembimbing dan tulisan A. Fikri Amiruddin Ihsani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2020 oleh

Tags: Dosen PembimbingMahasiswa Tingkat AkhirSkripsi
A. Fikri Amiruddin Ihsani

A. Fikri Amiruddin Ihsani

Pendidik dan Peneliti Kajian Sosial Agama Independen. Fokus pada isu-isu sosial agama populer. Tinggal di Istanbul, namun menyempatkan menengok tanah air setiap libur musim panas.

ArtikelTerkait

3 Dosa Mahasiswa Jurusan Sejarah ketika Menulis Skripsi

3 Dosa Mahasiswa Jurusan Sejarah ketika Menulis Skripsi

10 Juni 2023
skripsi itu baik

Skripsi Itu Baik, Kalau Ada yang Jahat, Mungkin Dia Skripsi yang Tersakiti

12 Desember 2019
Dear Dosen Pembimbing, Menerima Revisi Skripsi dalam Bentuk Hard Copy Itu Merepotkan Mojok.co

Dosen Pembimbing Serba ACC Itu Menyebalkan: Skripsi Memang Jadi Lancar, tapi di Sidang Bakal Dihajar!

17 Juni 2025
Membayangkan jika 3 Karakter Upin Ipin Ini Jadi Dosen Pembimbing Skripsi

Membayangkan jika 3 Karakter Upin Ipin Ini Jadi Dosen Pembimbing Skripsi

26 Januari 2024
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

13 September 2024
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama

4 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.