Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tipologi Aktivitas Anak-Anak di Bulan Ramadan

Faiz Romzi Ahmad oleh Faiz Romzi Ahmad
17 Mei 2019
A A
ramadan

ramadan

Share on FacebookShare on Twitter

Kita sudah memasuki hari ke 11 Ramadan, tidak terasa dan berlalu begitu ringkas. Amaliyah-amaliyah di bulan Ramadan kita sambut dan lakukan dengan penuh pengharapan sebagai sarana mendekatkan diri dengan Tuhan.

Tentu secara umum ada perbedaan bagaimana anak-anak dan orang dewasa dalam menyambut dan melakukan amaliyah-amaliyah di bulan suci ini, ya tidak menyangkal pula walau ada orang dewasa yang berlaku kekanak-kanakan.

Saya jadi flashback ketika saya ada dalam fase anak-anak, sekitar usia 6 tahun sampai 14 tahun lah, sebelum beranjak masuk ke dunia SMA.

Begitu riang gembira, gegap gempita, riuh, lunglai, dan lemas bersama teman sebaya menyambut siang demi siang, malam demi malam di bulan Ramadan.

Berdasar pengalaman pribadi saya waktu saya kecil, buah penelitian disaat dewasa dan hasil dari semedi selama 1 bulan di gua, saya akan mencoba membagi macam-macam (tipologi) aktivitas anak-anak ketika bulan Ramadan.

Silakan simak dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

1. Aksi membangunkan sahur yang berjilid-jilid

Sebagai seorang anak-anak yang harus dan masih dalam pengawasan orang tua keluar rumah pada saat dini hari adalah tergolong sebuah tindakan kenakalan. Tapi, para orang tua terkhusus di kampung memberikan rukhsah (keringanan) kepada anak-anaknya dan rukhsah tersebut diberikan saat bulan Ramadan tiba.

Baca Juga:

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

Aksi membangunkan sahur ini dilakukan oleh anak-anak dengan berskala alias berjilid-jilid, tidak hanya 1 periode sahur saja tapi secara berkelanjutan. Pada malam hari anak-anak sekreatif mungkin mempersiapkan alat musik (kentongan, galon, drum bekas) yang digunakan untuk membangunkan sahur pada dini hari nanti, alat musik seadanya ini terlebih dahulu dikumpulkan dan di simpan di basecamp, biasanya sih samping pos ronda atau musala kampung.

Setelah saatnya tiba, sesuai dengan kesepakatan kolektif, mereka berkumpul di titik kumpul dan siap untuk melakukan aksinya. Berjalan beriringan, konvoi dari barat ke timur, menulusuri jalan-jalan kampung sambil memukul alat musik yang menghasilkan irama merdu nan syahdu sembari meneriakkan, “sahur, sahur, sahur, sahur”.

2. Ngabuburit

Sebenarnya ngabuburit ini berlaku untuk umum dan merupakan kebiasaan masyarakat adat Sunda dan Betawi ketika menunggu waktu berbuka tiba.

Tapi, anak-anak kampung juga memiliki corak ngabuburit tersendiri.  Setelah seharian menyepi di kamar tidur, menahan lapar dan haus juga hawa nafsu, mereka mengisi waktu menjelang berbuka dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda, bergerombol pergi ke pusat perbelanjaan tradisonal, sekedar membeli makanan dan minuman yang mereka sukai untuk disajikan sebagai hidangan berbuka, atau bahkan membeli petasan cabe untuk dijadikan amunisi perang sesama anak-anak antar kampung.

Mereka berangkat dengan tangan kosong, pulang dengan membawa buah tangan.

3. Perang Sarung

Perang sarung ini kadang terjadi tanpa pemicu atau sumber konflik yang jelas. Perang sarung terjadi dengan seketika tanpa perencanaan dan tidak menggunakan skema perang atau taktik perang layaknya tentara.

Prosedural perang sarung ini sangatlah hemat caranya, perseteruan yang sifatnya periodik ini hanya bermodalkan alutsista sederhana, cukup dengan sarung yang di gulung lalu dilipat pada ujung sarungnya sehingga menyerupai pedang asasin yang dapat menikam musuh.

Setelah dirasa sarung kita sudah tajam maka saat itu pula sarung layak dan siap untuk dijadikan senjata. Dan tentu harus ada 2 kubu yang menyepakati baik tempat maupun waktu untuk melakukan peperangan.

4. Kepo ini rakaat ke berapa

Di Indonesia mayoritas masyarakat Muslim melaksanakan salat tarawih sejumlah 20 rakaat ditambah salat witir 3 rakaat dan yang melaksanakan 8 rakaat salat tarawih ditambah 3 rakaat salat witir.

Umumnya tarawih dan witir dikampung menggunakan yang pertama yakni 23 rakaat. Dengan jumlah rakaat yang amat banyak ini, sedikit membuat jemu anak-anak, kapan tarawih akan selesai?

Maka timbul pertanyaan ditiap-tiap rakaatnya, pertanyaan ini dilontarkan anak-anak kepada sesamanya atau bahkan yang lebih tua darinya.

A : Wey ini rakaat keberapa?
B : Kurang tau, masih lama
A : Pak baru rakaat berapa?
C : 21 rakaat lagi

Demikian, anak-anak terus menanyakan ini rakaat keberapa di tiap-tiap jeda lantunan bilal tarawih.

5. Tim pukul bedug

Tim ini dibentuk berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat di antara komunitas anak-anak, sehingga di antara mereka memainkan peran yang berbeda dan tentu semuanya mendapatkan kesempatan untuk memukul bedug pada hari yang berlainan.

Biasanya bedug ini berpasangan dengan kentrongan, 1 bedug dipukul oleh 1 anak-anak, dan 1 kentrongan bisa oleh 3 atau 4 anak-anak. Tidak kehabisan akal mereka yang belum jadwalnya, membawa kentongan pribadinya ke mushola agar mereka nggak nganggur-nganggur amat ketika waktu nabeuh bedug (mukul bedug) tiba.

Tim pukul bedug ini beroperasi setelah sang imam tarawih mengucapkan lafal niat puasa dengan para jamaah, ketika ketukan itu terdengar sesuai dengan aba-aba maka tim pukul dengan refleks dan seksama memukul bedug dan kentongan dan menghasilkan nada khasnya yang hanya bisa didengar di momentum Ramadan seperti ini.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: Anak-AnakRamadantipologi aktifitas
Faiz Romzi Ahmad

Faiz Romzi Ahmad

Seorang individu yang sesekali melangkah keluar untuk belajar, mengamati, dan memahami banyak hal, namun selalu kembali ke tempat di mana segalanya bermula.

ArtikelTerkait

Bukan Hanya Kinder Joy! Musuh Baru Itu Bernama Cadbury Lickables terminal mojok.co

Bukan Hanya Kinder Joy! Musuh Baru Itu Bernama Cadbury Lickables

30 Maret 2021
mahasiswa rantau

Menikmati Ramadan Sebagai Mahasiswa Rantau

22 Mei 2019
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi Guru, Sebaiknya Cari Profesi Lain kalau Nggak Ingin Menyesal Seumur Hidup Mojok.co

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi Guru, Sebaiknya Cari Profesi Lain kalau Nggak Ingin Menyesal Seumur Hidup

29 Mei 2024
5 Kebiasaan Unik Orang Madura Saking Antusiasnya Sambut Ramadan Terminal Mojok.co

5 Kebiasaan Unik Orang Madura Saking Antusiasnya Sambut Ramadan

6 April 2022
Memetakan Perjalanan Orang Tua Mencari Pendidikan Berkualitas untuk Anak terminal mojok.co

Alasan Saya Memberi Izin kepada Anak untuk Mengotak-atik Gadget

30 September 2020
3 Ciri Giveaway Abal-abal yang Bikin Orang Tertipu terminal mojok.co

Bedah Iklan #DiRumahAja dari 4 Provider Seluler Indonesia

19 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-puja Orang

8 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.