Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidak Belajar tapi Bisa Mengerjakan, Memangnya Bisa?

Rifki Abdul Basit oleh Rifki Abdul Basit
17 Januari 2020
A A
Tidak Belajar tapi Bisa Mengerjakan, Memangnya Bisa?
Share on FacebookShare on Twitter

Pekan UAS (Ujian Akhir Semester) terkadang menjadi momok bagi setiap pelajar. Siapa pun itu, mulai dari pelajar tingkat dasar, menengah, hingga tingkat perguruan tinggi. Apalagi ketika memasuki ujian kelulusan, pikiran yang diselimuti khawatir tidak pernah lepas dari diri pelajar. Entah mulanya dari mana? kekhawatiran berlebih akan hasil dan nilai dari ujian itu menjadi indikator yang harus dicapai untuk menyambung kehidupan selanjutnya.

Begitupun saya, beberapa tahun ke belakang ketika mengerjakan soal-soal dalam ujian, kekhawatiran saya sudah melebihi ambang batas. Meski tidak diekspresikan dalam tingkah laku, di hati guncangan teramat kencang, takut menjadi selimut, dan gugup malah semakin mengatup kepercayaan yang telah saya kumpulkan dengan susah.

Apalagi menyaksikan kawan-kawan saya, yang tengah belajar ekstra keras, menghafal sana-sini, memahami ini-itu,. Mulai dari bicara yang lantang hingga bergumam tidak jelas. Mulai dari yang berkelompok hingga yang sendiri-sendiri. Serta mulai dari yang nyaman di keramaian hingga nyaman dalam kesendirian. Banyak sekali metode belajar yang dilakukan oleh kawan-kawan saya, seketika saya terhenyak dan layu melihat semua itu.

“Jangan dihafal, cobalah untuk memahaminya,” ucapan salah satu dosen yang tengah memberikan tips dan trik mengenai cara belajar yang baik. Jujur saja indikator untuk memahami itu sampai saat ini saya tidak tahu seperti apa? Apakah dengan mengetahui beberapa peristiwa dan fakta-fakta? Ataukah yang merupakan tahap lanjutannya, yaitu dengan menganalisis dan mengaitkan antar peristiwa dengan keadaan masa sekarang?

Atau harus sesuai dengan taksonomi dalam tujuan pendidikan yang telah dibuat oleh beberapa ahli, seperti salah satunya yaitu taksonomi bloom, yang dibuat oleh Benjamin Bloom? Para ahli tersebut mengklasifikasikan tahapan-tahapan pelajar dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Apakah pelajar tersebut masih memiliki kemampuan dalam mengetahui, menganalisis, mengevaluasi, atau juga mengkreasi?

Beberapa kali juga saya meniru dan melakukan tips dan trik metode-metode yang telah saya lihat dari kawan-kawan, juga yang telah diberikan oleh guru-guru saya. Di antara metode yang banyak itu susah sekali bagi saya untuk bisa melakukan salah satunya dengan sempurna. Kata-kata yang berulang kali diterima setiap kali pekan UAS mulai datang, semakin membuat saya pusing. Pikiran malah bertambah, bukan hanya pada materi melainkan pada metode. Ditambah kekhawatiran lain mulai bermunculan, baik itu tentang nilai maupun tentang cinta.

Ketahuilah, ketika mengerjakan soal-soal ujian itu, bilamana ada yang menyelesaikannya dengan cepat, tidak berarti orang tersebut sudah sangat mahir mengerjakan soal-soalnya. Kadang kala, sebagian lainnya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan isi dari soal-soal tersebut untuk selalu benar. Pasalnya. kemampuannya pun sudah mencapai titik batasnya. Meski beberapa kali mengulang dan membaca soal, pikirannya tidak bisa menemukan titik cerah lainnya. Pada akhirnya terpaksa dia kumpulkan untuk dilupakan.

Tetapi, ingatlah bukan serta merta yang sebagian dilakukan oleh orang-orang di atas itu mesti dilakukan seluruhnya. Pandailah untuk memilah dan memilih aspek-aspek mana yang cocok dengan diri kita. Sehingga dalam belajar kita akan merasa nyaman, dan dapat belajar dengan baik dan nyaman. 

Baca Juga:

Siasat Menaklukan TOEFL: Tidak Hanya Jago Bahasa Inggris, Strategi Tes Juga Diperlukan

Duka Siswa Eligible di Masa Pendaftaran Kuliah: Dilarang Daftar Kampus Prestisius oleh Guru yang Narsis dan Sok Tahu

Belajar itu dapat dilakukan di mana saja. Saat kita berjalan menyusuri jalanan pasar, saat kita bercengkrama dengan kawan-kawan, saat kita membeli sesuatu dari penjual, bahkan saat kita tidak ingin belajar. Bisa saja hal tersebut pun pada kenyataannya merupakan proses belajar, yang tidak kita sadari. Karena bila dipikir secara mendalam, kita selalu belajar baik ingin atau tidak.

Maka ketika kawan kita bertanya, “Kamu tidak belajar? Padahal mau UAS loh, apa nanti bisa mengerjakannya?”, janganlah terlalu banyak dipikir. Sebab, apabila berbicara mengenai “bisa” setiap orang pasti bisa. Apalagi dalam mengerjakan soal-soal ujian, pasti bisa. Hanya saja untuk hal yang dikerjakannya itu tidak berarti untuk selalu benar dan tidak selalu untuk salah.

Khawatir memang perlu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi khawatir juga perlu dibarengi dengan percaya diri untuk menepis rasa itu dan tetap melakukannya dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan sesuatu tersebut. Pada akhirnya setelah berhasil menyelesaikan, maka kita baru sadar bahwa kita memang bisa dan kita memang mampu. Terlepas dari hasilnya, apakah itu baik atau buruk.

Tidak belajar belum tentu benar-benar tidak belajar. Mungkin saja memang saat mendekati pekan UAS dia tidak belajar secara intens. Tetapi sebelum-sebelumnya mungkin saja dia belajar dari hal-hal lainnya, yang memang tidak dia sadari. Perihal belajar memang rumit, serumit memahami pikirmu.

BACA JUGA Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes! atau tulisan Rifki Abdul Basit lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2020 oleh

Tags: menghafaltaksonomi bloomtidak belajarujian
Rifki Abdul Basit

Rifki Abdul Basit

Alumni mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia. Saat ini tengah menjadi honorer di ibukota Jawa Barat. Masih ingin menulis dan ingin kembali aktif. Sempat menuliskan beberapa puisi dalam bentuk antologi ataupun pribadi. Inikah Puisi: Kumpulan Catatan-catatan yang dia anggap puisi & Menyoal Puisi, Menyoal Hati?. Tertarik pada sejarah.

ArtikelTerkait

soal bahasa panda kunci jawaban cara menjawab utbk sbmptn 2020 mojok.co

Cara Mudah Memecahkan Soal Bahasa Panda UTBK 2020

15 Juli 2020
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Positif Kena Covid-19 sebagai Ujian Hidup Dadakan

3 November 2020
Guru-guru Itu Tahu kalau Siswanya Menyontek, Udah Nggak Usah Pura-pura Polos Gitu

Guru-guru Itu Tahu kalau Siswanya Menyontek, Udah Nggak Usah Pura-pura Polos Gitu

4 Oktober 2021
ujian nasional nadiem makarim un 2020 dibatalkan un 2021 sudah tidak ada respons siswa senang sedih mojok.co

Ternyata Tidak Semua Siswa Senang UN Ditiadakan

2 April 2020
Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar Mojok.co

Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar 

13 November 2023
Pandemi Adalah Saat Paling Tepat untuk Daftar Universitas Terbuka terminal mojok.co

Pandemi Adalah Saat Paling Tepat untuk Daftar Universitas Terbuka

27 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.