Tips dari Tukang Tambal Ban: Cara Deteksi Dini Ban Bocor atau Kempes Belaka

Artikel

Avatar

Pengendara motor yang mengalami sebuah ketidakberesan dari ban sepeda motor tentu akan membuat perjalanan jadi tersendat. Entah itu mengalami ban sepeda motor bocor ataupun kempes akan sama-sama merepotkan. Apalagi kalau kejadiannya pada malam hari. Memang ya yang identik dengan bocor selain cat No Drop, ya ban motormu itu loh, Lur.

Ini adalah pengalaman saya Rabu malam kemarin (14/01), ketika mau menjemput adik saya. Kurang lebih jam 7 malam, saya di-chat oleh adik saya disuruh jemput. Setelah meng-ok-kan, lalu saya tancap gasss naik motor. Baru sekitar 20 meter keluar dari rumah, saya merasa ada yang tidak beres dengan bagian depan sepeda motor.

Seketika itu saya langsung menepi dari jalan, masih dekat dengan rumah tetangga. Setelah saya lihat-lihat ternyata ban depan kempes banget. Pikir saya apakah ini bocor bannya? Saya langsung memutuskan untuk mendorong motor saya ini balik ke dekat rumah untuk mencoba dipompa dulu.

Pada saat mendorong itu, tetangga saya, Pak Giarto sempat bertanya, “Kenapa motormu?” Ya saya jawab saja spontan, “Entah ini kempes ataukah bocor.” Ia bilang lagi, ”Bocor itu.”

Sampai deket rumah, saya langsung pinjam pompa angin ban milik tetangga saya yang lain. Sama seperti yang dibilang Pak Giarto, saya juga mengira bannya bocor. Lha wong kempes-pes koyo ngene eg, Lurrr.

Setelah ban dipompa, saya gasss untuk jemput adik saya. Agak was-was memang dalam keadaan motor seperti itu. Saya pikir kalaupun bocor nggak apa-apa lah dibawa sebentar (jangan ditiru, Lur, bahaya). Lagipula deket kok jarak rumah ke tempat adik saya nunggu jemputan itu. Barulah nanti kalau sampai di sana saya bawa sepeda motor ini ke tempat tambal ban terdekat.

Baca Juga:  Sebagus Itu.... Memang Sebagus Apa, Sih?

Setelah sampai dan adik saya membonceng, saya bergegas bertanya kepada seorang bapak yang berjalan di tepi jalan tentang tempat tambal ban yang deket (kalau bocor, lho kok nggak kempes-kempes bannya yah?) Setelah diberitahu tempatnya, saya langsung ke sana. Alhamdulillah langsung nemu tempat tambal ban yang dekat.

Beruntungnya saya nggak perlu repot-repot mendorong sepeda motor sampai tempat tambal ban. Saya tinggal gowess saja, hahaha. Sampai di tempat tambal ban, saya langsung bilang kepada bapak tukang tambal ban bahwa saya mau nambal ban sepeda motor. Saya parkirkan sepeda motor saya terus ngobrol-ngobrol dengan adik saya. Sedang pak tukang tambal ban lagi ngeluarin ban dalam yang depan. Lalu beliau memeriksa ban.

Seperti tukang tambal ban kebanyakan, bapak ini mencari-cari letak bocornya permukaan ban dengan cara ban dalam itu ditaruh di ember berisi air, supaya terlihat bagian mana sih yang bocor jikalau itu bocor sekaligus akan terdengar suara angin keluar dari letak bocornya itu.

Beberapa menit saya ngobrol dengan adik saya, bapak ini belum juga menemukan letak permasalahan ban ini. Apakah bocor atau kempes ataukah masalah yang lain. Sampai pada akhirnya beliau memberikan kesimpulan bahwa ban dalam sepeda motor saya ini nggak bocor karena sudak dicek berkali-kali nggak nemu-nemu bocornya di mana. Oalah, saya kira bocor. Alhamdulillah, syukurlah.

Pak tukang kemudian memasukkan ban dalam lagi dan memasangnya. Barulah beliau memberi tahu saya cara mengecek lebih dini ban sepeda motor yang bocor sekaligus cara membedakannya dengan ban yang hanya dalam keadaan kempes bukan bocor.

Begini caranya, seperti contoh pada foto ini.

Bukalah tutup katup udara atau pentil ban terlebih dahulu. Setelah itu mur yang terletak pada ulir pentil ban arahkan ke atas sedikit, nggak usah sampai dilepas. Tujuannya agar lubang velg tempat pentil berada itu kelihatan garis lingkarnya mengelilingi pentil ban. Kemudian ambil air (bisa pake air biasa atau air mineral kemasan, adanya air apa waktu kejadian) dan siramkan air secukupnya (dikit saja nggak usah sampai seember loh ya) ke sekeliling lubang velg tempat pentil ban terebut (seperti pada foto yang ditunjuk anak panah).

Baca Juga:  Mahasiswa dan Polisi: Renggangnya Hubungan Baik Saya dengan Kakak Akibat RUU Ngawur dan Elite Politik

Dari situ bisa diketahui, jika ban dalam bocor akan ada reaksi angin keluar menabrak air melalui lingkaran tempat pentil ban itu (bukan dari bagian atas pentil ban). Sebaliknya, jika tidak ada reaksi angin yang keluar menandakan ban tidak sedang bocor alias cuman kempes, kalau tadinya dalam keadaan kempes. Beliau menuturkan kalau ban dalam bocor itu keluarnya angin nggak melalui lingkaran besar velg tapi melalui tempat lubang pentil itu tadi. Setelah dicoba oleh pak tukang tambal ban, ternyata ban sepeda motor saya nggak bocor.

Saya sendiri belum pernah mencoba karena baru tahu hal tersebut pada malam itu. Itulah tips sederhana yang saya dapat dari pak tukang tambal ban. Bisa dicoba, Lur, jika dalam keadaan ban tiba-tiba kempes di jalan. Semoga bermanfaat. Gasss.

BACA JUGA Tren Penyebab Ban Bocor di Tahun 2019 dari Perspektif Asisten Tukang Tambal atau tulisan Miftachul Annaj lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
10


Komentar

Comments are closed.