Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tidak Ada yang Salah dengan Tidak Punya Motor

Muhammad Malik Faisal oleh Muhammad Malik Faisal
29 Oktober 2020
A A
Pengalaman Mengajarkan Saya untuk Tidak Berharap Banyak Pada Ban Tubeless mojok.co/terminal

Pengalaman Mengajarkan Saya untuk Tidak Berharap Banyak Pada Ban Tubeless mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya motor sudah ada di Indonesia sejak 100 tahun lalu di masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada masa itu, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menungganginya karena motor harus diimpor langsung dari Eropa sana. Bukan hal yang aneh jika dulu orang-orang tidak bisa naik motor. Boro-boro bisa, mayoritas orang tidak punya motor.

Kini motor selain digunakan sebagai alat transportasi tapi juga buat ajang pamer ke teman atau pacar. Sederet motor-motor keren berjejer di lapangan parkir Universitas tempat saya menimba ilmu. Dengan berbagai macam spesifikasi, warna, dan merek. Ada yang masih baru dan bersih belum ada lecet, ada juga yang sudah dimodifikasi liar.

Saya sendiri yang terbiasa berangkat kuliah naik kendaraan umum agak merasa tersaingi dan kalah gaulnya dengan teman-teman yang lain. Tapi, selalu saya coba melihat sisi positif dari kekurangan tidak punya motor ini. Saya mencari alasan yang tepat kalau ada orang yang tanya “Kamu ke sini naik angkot?”

Pertama, alasan yang menurut saya paling jelas mengapa saya tidak naik motor adalah bahwa saya tidak punya motor. Ketika saya ditanya orang tua saya sebelum masuk kuliah apakah saya akan dibelikan motor atau laptop, saya memilih untuk membeli laptop saja. Saya merasa bahwa saya masih belum terlalu membutuhkan motor pada saat itu, apalagi ketika saya sudah terbiasa sejak SMP untuk berjalan kaki dari dan menuju sekolah. Saya juga sudah tahu rute dan moda transportasi umum apa yang harus saya tumpaki untuk sampai ke tempat kuliah.

Kedua, saya saat ini tinggal bersama orang tua dan adik-adik saya, hal menjadikan rumah lebih ramai dan banyak orang yang keluar masuk rumah. Motor jika diparkirkan itu memakan ruang, apalagi di depan rumah tempat orang berlalu lalang. Di rumah saja sudah ada dua motor, satu punya Bapak satu lagi punya adik. Menyimpan dua motor sekaligus tentu menjadi tantangan yang luar biasa di rumah yang tidak memiliki garasi.

Ketiga, pernah terjadi sebuah kejadian buruk yang belum bisa saya lupakan. Hal ini memang tidak terjadi langsung terhadap diri saya, melainkan kepada teman sebaya saya yang sudah saya kenal sejak kecil. Saat itu saya sedang menunggu di stasiun sepulang kuliah pukul setengah 6 sore. Tak lupa juga ditemani dengan hujan deras yang turun sembari saya menunggu angkot menuju rumah. Pada saat itu ibu saya menelpon dan memberitakan mengenai kepulangan teman saya tersebut. Ia dikabarkan meninggal akibat kecelakaan motor tidak jauh dari stasiun itu. Sejak saat itu lah saya selalu merasa waswas setiap saat dibonceng naik motor, apalagi kalau berada di jalan raya.

Keempat, jalan kaki dan naik transportasi umum membantu mengurangi kemacetan dan emisi gas buang. Jalan kaki itu lebih ramah lingkungan dan menyehatkan bagi tubuh. Menghirup udara pagi-pagi sambil menyusuri jalan itu mood booster banget, meskipun terkadang ada saja tumpukan sampah di jalan yang ikut campur.

Naik angkot juga bisa menjadi ladang sosialisasi buat kita. Bisa bertemu dengan kating dari fakultas lain, adik-adik SMA, atau ibu-ibu yang jualan pisang. Pokoknya banyak banget pengalaman aneh dan unik di dalam angkot. Naik kereta juga tidak kalah serunya, apalagi ketika harus berebutan masuk kereta dan berdesak-desakan seperti video-video viral kereta di Jepang. Cuma bedanya, kadang kereta yang saya naiki telat datang, bahkan tak jarang kejadian saat saya harus nunggu berjam-jam karena kereta sedang bermasalah.

Baca Juga:

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

6 Alasan Orang Kaya Bayar Pakai Kartu Kredit padahal Bergelimang Duit

Pokoknya banyak banget keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan dari tidak punya motor. Ya memang membuat mobilitas kita jadi terbatas, tapi setidaknya kita lebih sehat dan tak lupa juga membantu ekonomi para supir angkot yang “ngetem” di jalanan. Dengan adanya kamu yang naik angkot, mereka bisa menafkahi anak keluarganya. Jadi nggak ada salahnya kan untuk tidak bisa naik motor apalagi kalau tidak punya tunggangannya? Santai saja lah. Motor kan bukan indikator pengukur kualitas hidup seseorang.

BACA JUGA Panduan Modifikasi Motor biar Hasilnya Nggak Kelihatan Lebay dan Tetap Fungsional dan tulisan Budi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: orang kayaotomojok
Muhammad Malik Faisal

Muhammad Malik Faisal

Mahasiswa biasa yang kebanyakan nyantai

ArtikelTerkait

Saya Tidak Rela Ketularan Omicron gara-gara Orang Kaya yang Banyak Tingkah

10 Januari 2022
honda supra

3 Keistimewaan Honda Supra Fit 100 cc yang Bikin Saya Betah Makenya

16 Juni 2020
suzuki smash titan

Review Suzuki Smash Titan Setelah 7 Tahun Pemakaian

27 Juni 2020
Juara 1 Orang Paling Menyebalkan Adalah yang Pinjam Helm Tanpa Izin terminal mojok.co

Juara 1 Orang Paling Menyebalkan Adalah yang Pinjam Helm Tanpa Izin

17 November 2020
Hierarki Penyebutan Orang Meninggal dalam Bahasa Jawa

Kematian Orang Kaya yang Dikomentari ‘Harta Tidak Dibawa Mati’ Itu Ngeselin

4 November 2020
Kaum yang Beli Motor Trail Cuma Buat Gaya, Kapan Tobat, Bos?terminal mojok motocross

Kaum yang Beli Motor Trail Cuma buat Gaya, Kapan Tobat, Bos?

19 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.