Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

The Tinder Swindler: Film Dokumenter yang Beri Pemahaman Soal Dating Apps

Nisaul Fikriyah Sutrisna oleh Nisaul Fikriyah Sutrisna
8 Februari 2022
A A
The Tinder Swindler: Film Dokumenter yang Beri Pemahaman Soal Dating Apps terminal mojok.co

The Tinder Swindler: Film Dokumenter yang Beri Pemahaman Soal Dating Apps (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, mencari pasangan tidak hanya bisa dilakukan secara konvensional. Namun, mencari pasangan jalur dating apps bisa juga dijadikan opsi buat kamu yang ingin mencoba mencari-cari pasangan secara virtual. Hal semacam ini, tampaknya memang sudah lumrah untuk dilakukan.

Kisah cinta pasangan yang sukses dipertemukan oleh dating apps terkadang membuat kita merasa punya kesempatan dan berharap memiliki nasib yang sama. Ini membuat kita berpikir tak ada salahnya untuk mencoba peruntungan jalur dating apps tersebut. Namun perlu diingat, pertemuan antar dua orang asing di aplikasi kencan tak selalu seindah itu.

Ada beberapa tipe orang dalam bermain dating apps. Ada yang main dating apps karena memang ingin mencari pasangan, ada yang cuma iseng, dan celakanya ada juga yang niatnya ingin menipu. Nah, tipe yang terakhir ini yang bahaya. Kan ngeri ya, niat cari pasangan, eh malah kena tipu.

Bicara soal penipuan di dating apps, Netflix baru-baru ini menayangkan film dokumenter yang berjudul The Tinder Swindler. Film dokumenter yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang seorang penipu ulung di aplikasi kencan bernama Tinder.

The Tinder Swindler mengisahkan tentang seorang penipu tampan kaya raya bernama Simon Leviev yang berpura-pura menjadi anak dari Lev Leviev, seorang miliarder berlian asal Israel. Dalam aplikasi tersebut, Simon Leviev menunjukkan pada profilnya bahwa dirinya adalah sosok pria tampan yang mapan. Ia bergelimang kemewahan dan seseorang yang profesioal. Ini membuat banyak wanita memilihnya.

Begitu ada wanita yang “match” dengannya, Simon akan langsung menghubungi atau berkomunikasi dengan calon korbannya selayaknya pengguna aplikasi kencan pada umumnya. Lantas, Simon akan mengajak mereka untuk bertemu.

Menurut saya, strategi yang dilakukan Simon dalam menipu para korbannya sangat gila. Simon menunjukkan kepada para korban bahwa dirinya ini adalah sosok yang sangat romantis, hidup dalam kemewahan, dan royal kepada pasangan. Pokoknya, ia pria idaman wanita banget, lah. Tentu saja hal tersebut dilakukakannya untuk semakin membuat para korbannya terpikat. Setelah mendapat kepercayaan dari para korbannya, Simon pun melancarkan aksi penipuannya.

Dalam film yang disutradarai oleh Felicity Morris ini, beberapa wanita di Norwegia yang menjadi korban penipuan Simon Leviev menceritakan kisah mereka. Film dokumenter The Tinder Swindler ini saya rekomendasikan pada kalian yang mau terjun ke dunia dating apps. Pasalnya, terdapat beberapa hal yang bisa dipelajari dari film dokumenter tersebut.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

#1 Jangan terlalu naif

Ketika kita tengah jatuh cinta, terkadang kita bisa dengan mudahnya tertipu bujuk rayunya. Kalimat romantis yang disampaikan seolah benar-benar nyata adanya. Dengan sikap yang lugu atau polos, sering kali kita mengesampingkan kemungkinan buruk bahwa bisa saja seseorang tersebut tidak benar-benar baik. Kita inginnya mempercayai apa yang kita rasakan dengan hanya menilai bahwa orang tersebut baik dan tidak memiliki niat buruk pada kita.

Nah, dalam bermain dating apps, sebaiknya kita tidak menaruh kepercayaan seratus persen pada orang yang baru kita kenal. Pasalnya, jika seseorang tersebut berniat menipu, sikap baik, romantis, dan perhatian tersebut merupakan strateginya untuk meraih kepercayaan dan membangun kedekatan emosional dengan kita.

#2 Jangan mudah diiming-imingi

Jangan mudah menerima hal-hal yang ditawarkan orang asing pada kita, entah itu berupa kemewahan ataupun keseriusan menjalin hubungan. Bisa jadi, hal tersebut hanya untuk membuat perasaan “terikat”.

Dalam film dokumenter ini misalnya, Simon membawa korban untuk mencicipi “kemewahan” yang ia “miliki”. Seperti makan malam mahal, private jet, hingga liburan di berbagai kota di Eropa. Ya, pokoknya kehidupan ala miliarder gitu, deh. Bahkan ia juga mengajak pasangannya untuk serius dalam menjalin hubungan. Namun, tujuan Simon ini tidak lain untuk menciptakan perasaan “terikat” dari para korbannya.

Dengan perasaan “terikat” tersebut, tentu penipu memiliki peluang besar untuk mengelabui korbannya.

#3 Berani untuk katakan “tidak”

Ketika ada hal yang kamu rasa janggal, sudah seharusnya kamu menolak. Apalagi ketika orang asing yang baru kamu kenal di dunia maya tersebut sudah meminta sesuatu kepadamu. Misalnya, seseorang tersebut sudah berani meminta atau meminjam uang dalam jumlah yang banyak. Dengan alasan apa pun, sebaiknya kamu menolaknya.

Sulit memang, apalagi kalau kita sudah telanjur percaya dan merasa terikat dengan orang tersebut. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba mengatakan “tidak” sebagai bentuk melindungi diri. Jangan sampai kita merugikan diri sendiri hanya karena ada perasaan “tidak enak” untuk menolak.

Itulah beberapa hal yang bisa dipelajari dari film The Tinder Swindler sebelum kamu terjun ke dunia dating apps. Intinya sih, jangan mudah terbuai oleh seseorang di dunia maya ya, Gaes.

Penulis: Nisaul Fikriyah Sutrisna
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2022 oleh

Tags: Dating appsfilm dokumenternetflixThe Tinder Swindler
Nisaul Fikriyah Sutrisna

Nisaul Fikriyah Sutrisna

Mahasiswa biasa.

ArtikelTerkait

3 Alur dalam Sitkom ‘So Not Worth It’ yang Mematahkan Stereotip Drama Korea terminal mojok

3 Alur dalam Sitkom ‘So Not Worth It’ yang Mematahkan Stereotip Drama Korea

30 Juni 2021

5 Drama Korea Thriller Terbaik Tahun 2022

15 Oktober 2022
fear street slasher netflix mojok

Fear Street, Bukti kalau Film Slasher Belum Mati

24 Juli 2021
Mempertegas Identitas Melalui Bahasa dengan Belajar pada Para Tokoh di Drama Korea Vincenzo

Cara Kelihatan Keren di Tongkrongan ala Para Tokoh di Drama Korea ‘Vincenzo’

19 April 2021
4 Pola Khas Dr Romantic yang Nggak Berubah dari Season 1 sampai Season 3

4 Pola Khas Dr Romantic yang Nggak Berubah dari Season 1 sampai Season 3

8 Mei 2023
the umbrella academy mojok

Review The Umbrella Academy Season 2: Superhero Tak Hanya Menyelamatkan Dunia, tapi Juga Keluarga

3 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.