Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

The Story So Far dan Neck Deep, Pondasi Kebangkitan Pop Punk di Era Modern

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
30 Juli 2020
A A
neck deep pop punk mojok

neck deep pop punk mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum Neck Deep dan The Story So Far muncul, pop punk isn’t a thing. Berendelan timah panas post-hardcore yang masuk dapur mainstream kala itu membuat gairah semua orang mengarah kepada mereka. Sleeping With Sirens, Pierce The Veil, dan dentuman nakal I See Stars dalam tajuk Electronic Hardcore Music menjadi penasbihan kebangkitan skena ini. Fenomena tersebut menenggelamkan musik pop punk dan menyeret senjakala jargon andalan, yakni pop punk is dead.

Kita tak pernah sepaham dengan istilah pop. Artinya, sebanyak apapun orang yang mencoba membedah makna pop, sebanyak itulah definisi pop muncul. Walau tidak banyak berandil besar dalam kematian pop punk, namun naiknya post-hardcore dan beberapa hal lainnya bisa menjadi catutan. Misalkan saja arah dapur rekaman besar seperti Fearless yang membuka ruang bagi skena ini.

Proyek mereka dalam tajuk “Punk Goes…”, memperlihatkan arah yang bergeser melalui deretan nama yang mengisi proyek mereka. Mulai dari “Punk Goes Pop vol. 1” yang benar-benar menampilkan punk rock, pop punk, hingga hardcore punk menjadi andalan utama dalam daftar seperti Yellowcard. Lantas, pada proyekan yang sama dalam volume dua, daftar ini berubah cukup drastis seperti Alesana, Silverstein, Chiodos, hingga A Day to Remember.

Post-hardocre saat itu mengokupasi telinga para pendengar dan juga segenap industri yang turut menyertai. Masa-masa muda penuh gairah dan patah hati remaja pinggiran dalam “Take Off Your Pants and Jacket”, digeser oleh sisi gelap sebuah romansa dalam balutan “Apology”.

Perubahan jaman, pola pikir pendengar, dan industri saat itu memang tak bisa dilepaskan dalam genggaman. Pop punk yang menarik pendengar lewat kehidupan masa remaja pada akhirnya rubuh. Persoalan hidup dan umur para pendengar yang bertambah adalah alasan. Dan post-hardcore, melingkupi perasaan tersebut.

Sunyi senyap pop punk terasa begitu getir ketika kita menengok beberapa tahun silam. Berbagai event, baik itu off-air ataupun melalui televisi, deretan nama hebat mengisi daftar tersebut. Pop punk mati, dan entah apa bisa bangkit kembali. Namun, tidak ada yang abadi, bahkan untuk kematian. The Story So Far muncul dan merebut hati dengan formula yang segar. Terutama, dalam penulisan lirik.

Kepenulisan menjadi dewasa, namun tak hilang dari pakem pop punk yang disampaikan secara menyenangkan. Melalui “Nerve” yang tajam dan “Proper Dose” yang dewasa, istilah pop punk is dead rasanya perlu kita kencingi bersama. Pop punk kini tidak hanya menjadi penanda kedewasaan sebagaimana masturbasi yang dilakukan tiap malam. Aliran ini, sejatinya lebih dari itu.

“Rain in July” barang tentu menjadi sebuah tonggak bahwa genre ini tidak pernah mati. Neck Deep adalah pelakunya. Diberi label sebagai peletak pondasi era kebangkitan pop punk yang sebelumnya telah tertelan oleh riak ludah kematian. “Wishful Thinking” di bawah arahan Hopeless Records adalah mulai menata jalan kebangkitan. Pop punk bukan hanya remaja selengekan, mereka bisa masuk dalam kesatuan padu bernama kedewasaan.

Baca Juga:

Merayakan Kedatangan Neck Deep, Merayakan Kesedihan

7 Lagu Emo dan Pop Punk Tahun 2022 dengan Vibes 2000-an

Sebenarnya gerakan dan formula yang sama lebih diusung Blink-182 melalui “Neighborhoods”. Mereka mengendus perubahan pola yang bisa membaptis ulang bahwa pop punk anak kandung pencerahan. Perubahan drastis dari album-album sebelumnya begitu terasa.

Para fans protes mengenai perubahan yang dialami oleh Blink-182 ini, tapi mau bagaimana lagi. Matinya blink-182 kala 2006 adalah penanda kematian pop punk itu sendiri. Comeback mengerikan mereka pada 2011, buktinya tidak menghasilkan apapun. Blink-182 harus menerima rodanya telah berhenti lantaran usia. Ketika mereka mencoba menyentuh pendengar mudanya melalui “Neighborhoods”, yang ada hanyalah sisi aneh bagi lintas generasi ini.

“Life’s Not out to Get You” karya Neck Deep menaruh pop punk di tempat seharusnya. Album ini bisa dibilang tidak ada cacatnya. Mereka menambah semarak bahwa pop punk telah tumbuh menjadi dewasa. Neck Deep berhasil melakukan apa yang blink-182 gagal lakukan, yaitu meraih remaja masa kini. “December” adalah single paling jenius yang pernah mereka buat. Mereka tetap memberikan corak 90’s pop punk dengan permasalahan masa kini. Begitu pun dengan “Lime St.” dan “Can’t Kick Up the Roots”.

Serupa namun tak sama, formula ini diikuti oleh “Proper Dose” oleh The Story So Far. Perubahan sangat terasa dari telf-titled mereka pada tahun 2015. Amarah di “Nerve” tak lagi terasa di “Upside Down”. Parker Cannon menyimpan amarahnya, bagai menyikapi persoalan hidup yang menyertai sisi lainnya. Anehnya, album ini diterima dengan porsi yang sebaik-baiknya.

Di sisi yang lain, Knuckle Puck muncul secara tiba-tiba. Knuckle Puck bagai anak-anak cupu yang marah-marah lewat musik. Ajaibnya, mereka mengolah kemarahan itu dengan bagus.

Amarah mereka dalam “Give Up” melalui EP Don’t Come Home, ditutup dengan perubahan yang luar biasa berbeda dalam tajuk single “Tune You Out”. Lirik-lirik mereka tajam dan tetap pada pakem pop punk pada umumnya. Lirik mereka begitu relate untuk anak muda, macam lirik di single “Gone”.

Kini, proyekan Fearless, yakni “Punk Goes Pop vol. 7” sudah didominasi oleh bang pop punk macam State Champs, Grayscale, hingga Boston Manor. Walau Warped Tour, sebagai festival musik yang memberikan sumbangsih kebangkitan pop punk dan panggung subur bagi The Story So Far dan Neck Deep, sudah menyatakan karam, rasanya tidak akan berpengaruh banyak kepada gerak laju pop punk ke depannya.

Menemukan pop punk bangkit lagi, rasanya sama seperti mendambakan sosok Audrey Hepburn terlahir kembali. Namun, pembedanya, bukan perkara masa-masa idiot ketika SMP lagi, namun kini dalam tajuk elegansi Parker Cannon, kemarahan Joe Taylor, dan betapa menyenangkannya Ben Barlow.

Kini, lagu pop punk macam “Copacetic” dan “Proper Dose” sudi untuk terus berputar dalam waktu yang lama. Neck Deep pun mengeluarkan album baru. Sepertinya, pop punk tidak akan mati dalam waktu dekat. Atau bahkan, tidak akan mati sama sekali. Lagi.

Sumber gambar: Twitter Neck Deep.

BACA JUGA Surat Terbuka untuk Mas Pur yang Ditinggal Nikah Mbak Novita dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2020 oleh

Tags: neck deeppop punk
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

9 Lagu Band Pop Punk Indonesia yang Bisa Bikin Kamu Nangis Sambil Headbang terminal mojok.co

9 Lagu Band Pop Punk Indonesia yang Bisa Bikin Kamu Nangis Sambil Headbang

17 September 2020
royalti lagu moshpit rock pop punk mojok

8 Lagu Pop Punk yang Cocok untuk Mengenang Mantan

5 September 2020

3 Album Band Pop Punk yang Ubah Hidup Saya

14 Desember 2021
Merayakan Kedatangan Neck Deep, Merayakan Kesedihan

Merayakan Kedatangan Neck Deep, Merayakan Kesedihan

29 September 2022
neck deep pop punk mojok

10 Rekomendasi Lagu Pop Punk untuk Kekasih

24 Agustus 2020
Album Baru Band Itu Pasti Mengecewakan, Nggak Usah Terlalu Berharap Makanya terminal mojok.co

Album Baru Band Itu Pasti Mengecewakan, Nggak Usah Terlalu Berharap Makanya

14 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.