Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Terpujilah Wahai Salonpas Biru, Koyo Kesayangan Sobat Boyokan

Nazih Nauvan Lathif oleh Nazih Nauvan Lathif
26 April 2021
A A
Terpujilah Wahai Salonpas Biru, Koyo Kesayangan Sobat Boyokan terminal mojok.co

Terpujilah Wahai Salonpas Biru, Koyo Kesayangan Sobat Boyokan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Selain kecemasan psikis bernama quarter life crisis, masalah lain yang barangkali juga banyak dialami oleh muda-mudi usia 20 tahunan adalah boyokan. Atau bahasa kerennya, back pain. Iya betul, itu, lho, grup penyanyi korea yang, “Tut tururut turut turut turut… Back Pain! Aye Aye…” Eh, apaan, sih.

Bagi saya, back pain atau boyokan ini bukan penyakit yang sepele. Kalau ada orang lain yang bilang boyokan ini sepele, barangkali orang ini belum pernah merasakan betapa menyiksanya rasa nyeri di bagian tulang belakang dan boyok yang mendadak muncul tanpa permisi. Lantas bikin semua produktifitas jadi terganggu. Nyeri betul rasanya~

Untungnya, di tengah kenyerian akibat boyokan, masih ada hal yang patut disyukuri: kita tinggal di Indonesia. Betul, di negara yang virus corona saja bisa dilawan dengan kalung eucalyptus, ada beragam obat yang bisa dipilih untuk mengatasi, atau setidaknya mengurangi rasa nyeri akibat boyokan ini.

Koyo adalah salah satu pilihan yang paling banyak dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Ya, walaupun koyo ini bukan asli dari Indonesia, sih. Namun, khasiatnya sudah diakui oleh seluruh kalangan masyarakat.

Dari sekian banyak pilihan koyo yang ada di Indonesia, bagi saya, Salonpas biru adalah juaranya. Tentu saja, tidak serta merta saya berani mendapuk Salonpas biru sebagai pemuncak klasemen jagat per-koyo-an Indonesia. Ada pengalaman empiris yang membuat saya, tetap setia pada produk koyo yang satu ini.

Beberapa kali mencoba varian dan merek koyo lain, pada akhirnya saya tetap saja kembali pada salah satu produk andalan Hisamitsu ini. Ada beberapa alasan yang membuat saya bakal tetap menjadikan Salonpas biru sebagai koyo kesayangan, pereda kenyerian, dan pertolongan pertama pada pinggang yang boyokan.

Pertama, tentu saja karena alasan harga dan aksesibilitas. Harga Salonpas biru ini boleh dibilang sangat UMR-friendly. Sudah begitu bisa dijual dalam beberapa macam ukuran paket pula. Ada yang menjualnya per satu boks, ada yang per sachet, bahkan ada yang menjualnya per lembar. Pokoknya bisa banget, lah, disesuaikan dengan situasi dan kondisi dompet Mylov sekalian.

Selain itu, soal aksesibiltas, Salonpas biru ini adalah salah satu (atau mungkin satu-satunya) koyo yang paling mudah ditemukan. Ia nyaris selalu bisa ditemukan di tiap toko kelontong, Indomaret, Alfamart, apotek, bahkan mal besar.

Baca Juga:

Kalian Muda dan Disiksa Sakit Punggung? Tenang, Kalian Bukan Remaja Jompo, Kalian Hanya Kurang Air Putih Saja

Kasta Koyo Diurutkan dari yang Tertinggi sampai Terendah, Sobat Boyok Mesti Paham

Pokoknya, gampang banget, lah, buat nyari si Salonpas biru ini. Sudah harganya yang terjangkau, keberadaannya pun juga mudah dijangkau. Nggak kayak mas atau mbak crush-mu itu, lho. Ups.

Kedua, di antara banyak varian dan merek koyo, bagi saya Salonpas biru adalah entitas koyo yang panasnya paling pas. Hangatnya sesuai porsi, bisa ditoleransi, dan nggak bikin kulit kaya dibakar. Terus, rasa hangatnya itu, lho, semacam ada sensasi dipijat pelan, nikmat, dan khidmat gitu.

Beda dengan saudara se-merek-nya yang punya embel-embel cabe. Kalau yang itu mah, panasnya minta ampun. Saya kapok pakai varian cabe yang satu itu. Kulit yang tebalnya medioker macam kulit saya ini, nggak kuat nahan panasnya. Terus bukannya anget, yang dirasakan malah kulit kayak habis kena ulekan cabe.

Ya memang, sih, lantaran panasnya yang radikal itu, si Salonpas cabe cenderung lebih cepat dalam menghilangkan nyeri. Tapi, ya risikonya, sensasi hangat koyo tidak bisa betul-betul dinikmati. Bahkan, cenderung sedikit menyiksa kulit. Kalau sudah nggak kuat sama panasnya, baru beberapa menit nempel, langsung, deh, dilepas lagi itu koyo cabe.

Sementara itu, untuk koyo label tanpa cabe milik merek lain, saya pernah beberapa kali mencobanya. Dan yang saya rasakan, sensasi hangatnya malah kurang untuk ukuran kulit saya. Ya, tetep ada sedikit sensasi hangat, tapi nggak sehangat pelukan mantan Salonpas biru. Sudah, deh, setuju saja sama saya, memang yang panasnya paling pas itu, ya Salonpas biru.

Ketiga, selain soal harga, aksesibiltas, dan kadar panas, hal lain yang bikin saya tetep sayang sama si Salonpas biru ini adalah aromanya. Aroma Salonpas biru ini enak, semriwing, bikin tentram, dan so nostalgic. Apalagi buat saya yang memang sudah pakai Salonpas biru sejak kecil.

Tiap kali memakai Salonpas, selain rasa hangat di kulit dan rasa nyaman di boyok yang saya dapatkan, saya seolah sedang dibawa bernostalgia sama si Salonpas biru ini, KSBB—kelingan sing biyen biyen. Mangkanya, mau ada varian koyo dengan aroma se-inovatif apa pun, ya aroma Salonpas biru yang paling cocok di hidung saya.

Kiranya, itulah beberapa alasan yang membuat saya dan barangkali banyak sobat boyokan di Indonesia, berani mendapuk Salonpas biru sebagai koyo andalan, favorit, kesayangan, tercinta, atau apa pun, lah predikat lain yang bagus-bagus. Akhirul naskah, saya ucapkan terpujilah wahai Salonpas biru~

BACA JUGA 3 Jenis Koyo Berdasarkan Kepribadian Sobat Boyok dan tulisan Nauvan Lathif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2021 oleh

Tags: back painkoyoSalonpas biru
Nazih Nauvan Lathif

Nazih Nauvan Lathif

Mas-mas medioker.

ArtikelTerkait

Kasta Koyo Diurutkan dari yang Tertinggi sampai Terendah, Sobat Boyok Mesti Paham Terminal Mojok

Kasta Koyo Diurutkan dari yang Tertinggi sampai Terendah, Sobat Boyok Mesti Paham

27 Oktober 2022
Kalian Muda dan Disiksa Sakit Pinggang? Tenang, Kalian Bukan Remaja Jompo, Kalian Hanya Kurang Air Putih Saja

Kalian Muda dan Disiksa Sakit Punggung? Tenang, Kalian Bukan Remaja Jompo, Kalian Hanya Kurang Air Putih Saja

3 Juli 2023
Ternyata, Tidak Semua Orang Suka dengan Aroma Minyak Kayu Putih

Ternyata, Tidak Semua Orang Suka dengan Aroma Minyak Kayu Putih

15 Desember 2019
minyak angin

Ulasan Soal Minyak Angin dan Obat Gosok Tradisional

10 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.