Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ternyata di Twitter Ada Senioritas Akun Juga Ya?

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
27 Februari 2020
A A
Ternyata di Twitter Ada Senioritas Akun Juga Ya?
Share on FacebookShare on Twitter

Mumpung sedang ramai pembahasan tentang senioritas di circle sekolah dan kegiatan ekstra kurikuler nih. Kita semua juga pasti pernah kan merasakan jadi anak baru di tempat tertentu? Di sekolah, kampus, komunitas, bahkan tempat kerja. Yang masih bingung ini mau ngapain? Ini salah apa benar? Ini mau lurus atau belok? Lalu pernah juga nggak jadi orang lama? Yang merasa sudah menguasai beberapa hal dan jadi sedikit (atau banyak?) songong di depan orang-orang baru (junior)? Hayo ngaku!

Tapi, siapa bilang konsep senior-junior ini hanya ada di real life? Di dunia media sosial juga ada, kok. Yang beberapa kali saya lihat ada di Twitter.

Banyak pengguna Twitter yang sudah bertahun-tahun main di situ merasa bahwa ‘anak-anak baru’ di Twitter hanya mengganggu linimasa saja. Mereka dirasa belum paham benar cara mainnya Twitter, dirasa sok iye karena ikut-ikutan Twitter-an padahal tidak tahu apa-apa.

Orang-orang lama ini mungkin merasa merekalah yang paling memahami aturan tertulis dan tak tertulis di Twitter. Kalimat andalan mereka adalah: ‘Baru maen Twitter ya?’ atau ‘Haelah akun baru, follower cuma dua digit aja kok nggaya!’, yang lebih parah kalau sudah membandingkan dengan platform sebelah, ‘Udah balik aja ke Fb atau IG sana!’
Lah, dia sewot.

First thing first, ya memangnya kenapa sih kalau ada pengguna platform media sosial lain yang hijrah ke Twitter? Kalian-kalian yang punya akun dobel sana-sini juga nggak ada yang gangguin, kan? Jadi kenapa harus ngelarang-larang? Biarkan saja orang berekspresi di Twitter, kecuali mereka sudah jadi sangat mengganggu dengan tujuan-tujuan tertentu yang pakai hate speech atau cuitan-cuitan yang tidak pantas.

Lalu kalau memang ada yang kurang kita sukai dari cuitan seseorang yang terlihat baru di Twitter, apa susahnya ngebilangin langsung? Tanpa terlihat sok senior dan sok lebih pinter. Pasti bisa kok dibilangin dengan nada yang aman-aman aja, nggak usah ngegas bawa-bawa ‘orang lama dan baru’. Kalau perlu kasih tahu kayak apa sih aturan tidak tertulis yang ada di Twitter tuh.

Twitter dan juga beberapa platform media sosial lain itu sudah menyediakan banyak fitur yang bisa kita pakai buat mengontrol lalu lintas linimasa di akun kita lho, mbok ya dimanfaatkan. Kurang suka sama seseakun ya nggak usah di-follow, kalau memang sudah di-follow ya tinggal klik unfollow. Cuitannya masih kelihatan wara-wiri juga di linimasa? Tinggal klik mute, beres.

Jika sudah benar-benar mengganggu dan banyak orang yang merasa tidak nyaman ya laporkan saja ke manajemen Twitter-nya.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Apa ini cuma berimbas ke netizen yang baru mengenal Twitter saja? Nggak juga. Selebritis banyak yang kena. Misalnya kapan hari saat Awkarin bikin akun di Twitter, banyak yang bilang ‘Udah sih tetep di IG aja’ hanya karena kurang suka dengan cuitan-cuitan Awkarin. Anya Geraldine pun begitu, karena sering mengunggah foto di akun Twitter-nya yang baru dibuat, netizen ramai-ramai bilang ‘Ini Twitter, nggak usah sering-sering pajang foto!’

Lah dari Twitter sendiri memfasilitasi kita untuk bisa mengunggah foto atau video, kok. Kenapa kalian yang ribet?

Ini hanya beberapa contoh saja, ya. Awkarin dan Anya mungkin sudah biasa hidup dengan komentar yang kurang bagus dibaca dari netizen, lah kalau yang tidak atau belum terbiasa gimana? Ya bisa drop. Tidak semua orang dilahirkan dengan ketebalan mental yang sama.

Mau mainan media sosial aja kok ada senioritas, sih? Miris dan menyedihkan sekali. Mereka itu Twitter-an kan pakai gawai mereka sendiri, kuota mereka sendiri, kenapa kalian jadi sok ngatur-ngatur?

Kalau melihat ternyata ada yang missed di Twitter dan ternyata itu akun baru, ya dibilangin lah gaes. Jangan langsung ngegas menghujat bawa-bawa senioritas lalu hitung-hitungan jumlah followers. Yang punya followers sedikit juga belum tentu akunnya nggak bagus untuk diikuti kok.

Di platform media sosial lain mungkin juga ada yang seperti ini, hanya saja memang saya belum melihat sendiri. Dan sebagai pengguna aktif Twitter sejak tahun 2010 saya agak prihatin dengan hal ini ya. Tolonglah jangan diterus-terusin.

Iya, saya senior.

BACA JUGA Panduan Ke Jalan yang Benar Buat yang Suka Share/Repost Art Orang di Twitter atau tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2020 oleh

Tags: Media SosialsenioritasTwitter
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

Enggak Apa-apa kalau Ketinggalan Pencapaian, Wong Nggak Lagi Balapan terminal mojok.co

Nggak Apa-apa kalau Ketinggalan Pencapaian, Wong Nggak Lagi Balapan

28 Agustus 2020
sombong humblebrag merendah untuk meninggi dosa, berdosa

Berbagai Reaksi Orang ketika Menjumpai Orang yang Merendah untuk Meroket

21 Juni 2020
3 Ciri Giveaway Abal-abal yang Bikin Orang Tertipu terminal mojok.co

Maha Benar Netizen dengan Segala Ke-Jancuk-annya

26 Mei 2019
story medsos

Sebulan Tak Melihat Story Medsos: Ini yang Kurasakan!

26 Agustus 2019
Berdiskusi Ekspektasi Gaji di Media Sosial MOJOK.CO

Berdiskusi Ekspektasi Gaji di Media Sosial: Niat Memotivasi Malah Bikin Keki

29 Oktober 2019
Beasiswa Kuliah Influencer, Orang Eksis Lebih Punya Kesempatan ketimbang Orang Pintar Mojok.co

Beasiswa Kuliah Influencer, Orang Eksis Lebih Punya Kesempatan ketimbang Orang Pintar

21 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.