Daftar Isi
#2 Keramaian di tempat wisata Lawang Sewu Semarang bikin pengunjung batal lihat hantu
Selain kemolekan alam, wisata horor juga banyak diburu orang. Beruntung, Semarang punya Lawang Sewu yang tersohor dengan kengeriannya. Terpengaruh oleh rumor yang beredar, masyarakat berbondong-bondong mendatangi bangunan peninggalan zaman kolonial tersebut.
Namun, eksekusi niat ini di kesempatan libur akhir tahun sepatutnya dipatahkan saja. Pasalnya, Lawang Sewu merupakan magnet utama Kota Lumpia. Wajar, banyak turis yang penasaran menilik tempat wisata Semarang satu ini. Keramaian yang tidak biasa jelas akan mengaburkan suasana mistis di tempat tersebut. Bukannya melihat hantu, kita justru menggerutu akibat berdesakan dengan tamu.
#3 Gagal edukasi anak di tempat wisata Cimory Kabupaten Semarang lantaran jumlah wisatawan membludak
Daftar destinasi wisata selanjutnya yang semestinya dihindari saat libur akhir tahun adalah Cimory. Jangankan di musim libur, di akhir pekan biasa saja, tempat ini senantiasa penuh sesak. Pasalnya, tidak banyak tempat di Semarang yang memadukan konsep wisata kuliner, konservasi, sekaligus edukasi seperti Cimory.
Nekat bertandang ke tempat wisata yang terletak di Bawen, Kabupaten Semarang, saat penuh tamu ini dijamin malah bikin berkeluh-kesah. Selain kurang leluasa melihat-lihat, hewan yang sudah kenyang diberi makan banyak tamu boleh jadi menolak mengunyah saat giliran anak kita menyodorkan pangan. Kalau sudah begini, siapa yang bisa memastikan buah hati tidak menangis?
Waktu memesan makanan di restoran yang disediakan pun akan memerlukan waktu yang lebih lama. Terkadang, pelancong bahkan harus bersedia berada di daftar tunggu sebelum memasuki area makan. Jelas, perkara ini bukan suatu hal yang ideal guna menikmati liburan yang seharusnya menggembirakan.
#4 Alun-Alun Simpang Lima Semarang dipastikan penuh wisatawan luar kota
Selanjutnya, alangkah bijak bila tidak menyinggahi Simpang Lima di akhir tahun. Setali tiga uang dengan Lawang Sewu, alun-alun ikonik ini banyak memikat wisatawan dari luar kota. Memang, tidak banyak yang dapat dinikmati di lapangan raksasa ini. Namun, rasanya belum sah ke Semarang jika tidak menapakkan kaki di Simpang Lima.
Hiburan yang selalu ada di sana adalah persewaan kendaraan listrik dan odong disko. Padahal area yang boleh dilewati terbatas dengan lebar tidak lebih dari 10 meter. Di sisi lain, peningkatan penyewa pastinya memuncak saat momen liburan. Kondisi yang saling bertentangan ini berpotensi menimbulkan kekacauan. Belum lagi, kesempatan berfoto di depan tulisan Simpang Lima menjadi terganggu karena banyaknya odong yang berlalu-lalang.
Meskipun sejumlah tempat wisata populer di Semarang kurang layak disambangi ketika liburan, tidak lantas kita menghempaskan keinginan menjelajahi kota ini. Sebab, masih terdapat alternatif destinasi lain yang bisa dikunjungi. Misalnya saja mengitari Kota Lama, berbelanja kue kering di pabrik Monde, mempelajari berbagai flora di Hortimart Agro Center, atau menginap di Bandungan yang berhawa sejuk. Selain peningkatan jumlah wisatawan, cuaca perlu pula diperhatikan agar rencana liburan tidak gagal di tengah jalan.
Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA 4 Aturan Tidak Tertulis supaya Nyaman Tinggal di Semarang.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.