Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo (unsplash.com)

Saya kerap bingung kalau harus menjelaskan apa kebanggaan jadi orang Purworejo. Industrinya biasa saja. Identitas kulturalnya juga tidak menarik-menarik amat kalau jadi merchandise seperti kaus, gantungan kunci, hingga stiker motor. Soal wisatanya, saya pernah menuliskan betapa medioker daerah ini di Terminal Mojok dengan judul Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial. 

Setelah lama merenung, saya pikir satu-satunya keunggulan Purworejo adalah para pahlawannya. Daerah ini jadi tempat lahirnya beberapa pahlawan terkenal yang jasa-jasanya tidak terkira. Bahkan, bukan tidak mungkin nama para pahlawan ini lebih terkenal dibanding Purworejo sendiri. Tidak heran kalau kemudian Purworejo menyandang julukan Kota Pejuang.  

Baca juga Purworejo Tetap Jadi Kota Pejuang, Bukan karena Julukannya, tapi karena Muda-mudinya yang Terus Berjuang demi Kesejahteraan.

Pahlawan WR Soepratman hingga Kasman Singodimedjo lahir di Purworejo

Kalian pasti sudah tidak asing dengan nama Wage Rudolf Soepratman atau WR Soepratman. Penggubah lagu nasional Indonesia Raya itu lahir di Somongari Purworejo. Orang Purworejo patut bangga karena lagu itu masih mengalun hingga hari ini tiap upacara hari Senin. Bahkan, dimainkan di kancah internasional kalau ada perwakilan atlet Tanah Air yang juara. 

Keren ya. Orangnya sudah lama tiada, tapi nama dan karyanya masih “harum” hingga sekarang ini. Lebih kerennya lagi, konon, lagu ini lahir atas dasar keberanian melawan penjajahan. 

Purworejo juga melahirkan Jenderal Oerip Soemohardjo, Kepala Staf Umum TNI pertama. Dia membangun tentara di masa serba kacau, ketika disiplin bukan budaya dan persenjataan jauh dari cukup. Oerip bicara soal struktur, ketegasan, dan tanggung jawab, hal-hal yang tidak populer, tapi penting. 

Lalu ada Ahmad Yani. Pahlawan revolusi yang kisah gugurnya banyak diajarkan di sekolah ini juga berasal di Purworejo. Dia lahir di Jenar, Purwodadi, Purworejo pada 1922 dari keluarga yang bekerja di pabrik gula milik Belanda.

Kita juga tidak bisa meninggalkan Kasman Singodimedjo. Dia adalah anggota PPKI dan Jaksa Agung pertama yang berasal dari Purworejo. Dia terlibat dalam keputusan-keputusan krusial yang menentukan arah republik. Perjuangannya sunyi, tak heroik dalam arti angkat senjata, tapi menentukan masa depan negara. 

Baca juga Purworejo, Kabupaten Penuh Potensi, tapi Ditinggal Kabur Pemudanya, Berpotensi Jadi Kota (yang Terpaksa) Tua!

Tidak kalah dengan daerah tetangga

Sekilas, Kota Pejuang ini tampak tidak menarik. Derah ini memang tidak punya banyak hal yang bisa dipamerkan secara visual atau komersial. Tapi, siapa sangka, dari daerah yang humble (untuk tidak mengatakan medioker) inilah lahir orang-orang yang ikut menentukan arah bangsa. Warisan itu tidak terlihat di baliho atau unggahan wisata, tapi tertanam dalam sejarah nasional. 

Saking berharganya jasa mereka, nama-nama di atas kerap jadi inspirasi penamaan jalan, sekolah, hingga gedung-gedung. Kenyataan ini seharusnya bisa membuat bangga banyak orang Purworejo lain. Kota Pejuang ini bukan hanya kota kecil yang identik dengan pensiunan dan introvert, tapi tempat lahirnya para pahlawan. Daerah ini tidak kalah dengan daerah tetangga-tetangganya. 

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jangan Harap Menemukan Kehidupan Selepas Isya di Purworejo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Exit mobile version