Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tembok Ba Sing Se dalam Avatar Aang: Sebuah Kesenjangan Sosial dengan Dalih Keamanan Negara

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
28 Maret 2021
A A
Tembok Ba Sing Se dalam Avatar Aang Sebuah Kesenjangan Sosial dengan Dalih Keamanan Negara terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Jika kalian penggemar film Avatar The Legend of Aang, atau setidaknya pernah menontonnya, maka kalian pasti pernah mendengar istilah Ba Sing Se. Sebuah wilayah satu-satunya dari Kerajaan Bumi yang kebal dengan serangan Negara Api. Hingga muncul sebuah mitos dalam jagat Avatar The Legend of Aang, bahwa Ba Sing Se adalah “kota tak tertembus” saking kuatnya pertahanan tembok raksasa yang dibangun. Bahkan sekelas Paman Iroh, sang jenderal terkemuka di Negara Api, gagal dalam menjajah Ba Sing Se.

Sebenarnya nggak kebal-kebal amat sih tembok Ba Sing Se ini. Bahkan sekadar mitos belaka, yang mungkin juga digadang-gadang oleh Paman Iroh atas kegagalannya. Kenapa mitos? Ya memang mitos. Pasalnya, dalam episode tertentu, tembok raksasa Ba Sing Se yang katanya tak tertembus itu, justru dapat ditembus oleh bor raksasa pasukan Azula, putri Raja Api Ozai.

Nah, di sini saya ingin mengulas kenyataan kesenjangan sosial yang terjadi dari hadirnya tembok raksasa Ba Sing Se ini, yang menurut saya cukup kontroversial banget dalam jagat Avatar The Legend of Aang.

Secara umum, sistem tembok raksasa Ba Sing Se ini nggak jauh berbeda dengan sistem tembok di jagat Attack on Titan. Sebuah tembok yang memiliki tujuan utama untuk menjadi pertahanan suatu negara dari serangan luar. Sayangnya, si tembok raksasa ini malah berujung pada kesenjangan sosial di kehidupan manusianya itu sendiri.

Meski secara general memiliki kesamaan, terdapat perbedaan spesifik di antara kedua tembok dalam dua jagat yang berbeda tersebut. Jika dalam jagat Attack on Titan, memiliki tiga lapis, yakni Maria, Rose, dan Sina. Dalam jagat Avatar The Legend of Aang, lebih tepatnya di wilayah Ba Sing Se, lapisan tembok raksasanya lebih sederhana. Lebih tepatnya hanya terdapat dua tembok, yakni bagian luar untuk pertahanan dan bagian dalam untuk menjaga ketertiban.

Justru keberadaan dua tembok ini sangat berdampak pada kesenjangan sosial yang terjadi. Pasalnya, tembok bagian dalam untuk menjaga ketertiban dari kebrutalan masyarakat yang berada di tembok bagian luar.

Menurut penuturan Joo Dee, si pemandu tim Avatar, setidaknya terdapat tiga lapisan kehidupan masyarakat.

Pertama, lingkaran terbawah yang terletak di tembok bagian luar. Mereka yang berada di lingkaran terbawah merupakan para pendatang baru, pengrajin, dan seniman. Katara lebih menyebut mereka sebagai “orang-orang miskin”, atas keheranannya pada sistem kelas sosial di Ba Sing Se. Di sisi lain, paman Iroh beserta keponakannya, Zuko, juga tinggal di lingkaran terbawah ini sebagai pembuat teh dan pelayan kedai teh setelah kelelahan mengejar Aang.

Baca Juga:

Gresik Kota dan Gresik Selatan, Representasi Ba Sing Se di Kehidupan Nyata: Kesenjangannya bagai Langit dan Bumi

Depok Jawa Barat Adalah Kota Jajahan Negara Api di Universe Avatar, Semakin Terasa Menyiksa Saat Musim Hujan

Kedua, lingkaran tengah yang berada di tembok bagian dalam, tapi bagian pinggiran. Wilayah ini merupakan pusat keuangan, perbelanjaan, restoran, bahkan universitas. Intinya tempatnya orang-orang yang berduit, orang-orang kapital, dan beberapa orang yang katanya berpendidikan.

Ketiga, lingkaran teratas yang berada di pusat tembok bagian dalam. Wilayah ini merupakan tempat bagi rumah orang-orang penting, seperti elite politik, pelayan pemerintah, dan lain sebagainya. Rumah persinggahan tim Avatar sendiri berada di lingkaran atas ini.

Melihat berbagai pola wilayah yang dibangun oleh pemerintahan Ba Sing Se berdasarkan kelas sosial masyarakat, dapat terlihat jelas bagaimana kesenjangan sosial itu terjadi. Secara nggak langsung, seolah-olah para rakyat miskin disisihkan, dipinggirkan, bahkan diciptakan tembok yang membatasi mereka dari pusat kota dengan dalih ketertiban, seperti yang diungkapkan oleh Joo Dee.

Sedangkan para petinggi-petinggi negara, termasuk juga para kapital yang menyokong keuangan negara, berada di lapisan tembok bagian dalam. Bahkan mereka dijaga secara ketat oleh Dai Li, yang kata si Joo Dee merupakan para penjaga tradisi.

Namun kenyataannya, Dai Li sendiri ibarat aparat represif negara yang siap menangkap siapa pun yang mengganggu ketertiban negara. Meskipun gangguan ketertiban tersebut demi kebaikan negara itu sendiri, seperti pemberontakan yang dilakukan oleh tim Avatar.

Lebih mirisnya lagi, Raja Kuei, si Raja Bumi ke-52, tidak tahu bagaimana kondisi yang terjadi di masyarakatnya, terutama kemiskinan yang terjadi pada mereka yang berada di tembok bagian luar. Lagi-lagi karena dinamika perpolitikan di pemerintahan Ba Sing Se, tepatnya karena ulah hasutan Long Feng, si penasihat Raja Bumi.

Hadeeeh… Raja kok nggak tahu rakyatnya?

Melihat kenyataan yang terjadi di Ba Sing Se tersebut, saya menyimpulkan bahwa semakin seseorang berada di wilayah pinggiran dalam suatu negara, maka semakin menunjukkan kelas sosial rendah yang dimilikinya. Sedangkan semakin berada di pusat kota, maka menunjukkan kelas sosial tinggi yang dimilikinya.

Sumber Gambar: YouTube Avatar: The Last Airbender

BACA JUGA Apa Jadinya Kalau Karakter dalam Film Avatar Aang Hidup di Jogja dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2021 oleh

Tags: avatarBa Sing Setembok
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

4 Spesifikasi Rumah yang Wajib Diperhatikan Sebelum Menempatinya

22 April 2022
Apa Jadinya Kalau Karakter dalam Film Avatar Aang Hidup di Jogja Terminal Mojok

Apa Jadinya Kalau Karakter dalam Film Avatar Aang Hidup di Jogja?

16 Januari 2021
Menghitung UMR Ba Sing Se, Kota Terbesar dalam Jagat Avatar The Legend of Aang terminal mojok.co

Menghitung UMR Ba Sing Se, Kota Terbesar dalam Jagat Avatar The Legend of Aang

9 Oktober 2020
Depok Jawa Barat Kota Avatar yang Menyiksa Saat Musim Hujan (Pixabay)

Depok Jawa Barat Adalah Kota Jajahan Negara Api di Universe Avatar, Semakin Terasa Menyiksa Saat Musim Hujan

3 Maret 2024
Kota Depok Layak Disebut sebagai Kota Avatar Saat Musim Hujan terminal mojok.co

Kota Depok Layak Disebut sebagai Kota Avatar Saat Musim Hujan

2 November 2020
Kondisi Sosial-Politik Ba Sing Se Ini Jangan Sampai Terjadi di Indonesia terminal mojok.co

Kondisi Sosial-Politik Ba Sing Se Ini Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

29 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Jatuh Cinta pada Suzuki Karimun Kotak SL410R Mojok.co

Daripada Beli Motor Baru, Mending Beli Suzuki Karimun Kotak, Justru Lebih Menguntungkan

2 Maret 2026
Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

1 Maret 2026
Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
5 Makanan Khas Magelang yang Tidak Pernah Mengecewakan (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Magelang yang Paling Direkomendasikan untuk Pendatang, Dijamin Nggak Bikin Kecewa

3 Maret 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.