Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tasikmalaya Tampil Beda: Daerah Sunda, tapi Pakai Papan Nama Aksara Jawa dan Arab Pegon. Kok Bisa?

Mohammad Ilham Ramadhan oleh Mohammad Ilham Ramadhan
17 April 2023
A A
Tasikmalaya Tampil Beda: Daerah Sunda, tapi Pakai Papan Nama Aksara Jawa dan Arab Pegon. Kok Bisa?

Tasikmalaya Tampil Beda: Daerah Sunda, tapi Pakai Papan Nama Aksara Jawa dan Arab Pegon. Kok Bisa? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika yang lain berusaha tampil full Sunda, Tasikmalaya berbeda. Kota tersebut pakai Arab Pegon sebagai aksara yang digunakan untuk menandai fasilitas umum. Eits, nggak hanya pakai Arab Pegon, kota tersebut juga pakai aksara Jawa. Lah?

Dewasa ini lazim kita temui di suatu kota/kabupaten terdapat papan nama jalan atau kantor-kantor pemerintahan yang ditulis menggunakan bahasa ganda, yaitu aksara latin dan aksara daerah. Umumnya aksara daerah yang digunakan menunjukan identitas budaya yang berkaitan dengan bahasa setempat. Seperti halnya di Jogja dan Surakarta banyak papan nama jalan dan kantor pemerintahan yang juga ditulis menggunakan aksara Jawa. Di Bandung, Bogor, Sukabumi ditulis menggunakan aksara Sunda. Sedangkan di Makassar menggunakan aksara Lontara. Di Pekanbaru menggunakan aksara Jawi, dan lain sebagainya.

Dikutip dari jurnal berjudul “Geliat Aksara dan Bahasa Ganda dalam Papan Nama Jalan di Indonesia”, penggunaan aksara daerah di ruang publik tidak hanya diartikan sebagai fungsional informasional semata, tetapi juga sebagai simbol politik, kuasa, dan identitas budaya.

Tasikmalaya tampil beda

Di provinsi Jawa Barat, identitas kesundaan di ruang publik diperkuat oleh imbauan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Daerah Jawa Barat No 14 Tahun 2014 sebagai perubahan atas Peraturan No. 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah.

Akan tetapi, berbeda dengan kebanyakan daerah di Jawa Barat, khususnya wilayah Priangan yang kental dengan budaya Sunda. Papan nama jalan dan kantor-kantor pemerintahan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya justru ditulis dengan aksara Arab Pegon, bukan aksara Sunda. Pemilihan aksara Arab Pegon pada simbol-simbol pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya sendiri tampaknya bukan tanpa alasan. Hal ini dipilih karena citra Tasikmalaya sebagai pusat keagamaan Islam yang besar di Jawa Barat. Setidaknya Kabupaten Tasikmalaya memiliki 800 pesantren yang tersebar di seluruh wilayahnya.

Sebelum lanjut, disclaimer dulu ya. Saya nggak menjelek-jelekkan penggunaan Arab Pegon. Jauh dari itu, ini hanya semacam curhat. Pokoknya, nggak ada niatan menjatuhkan. Lanjut.

Sejauh yang saya baca, penggunaan aksara Arab Pegon di gedung-gedung pemkab Tasikmalaya sudah dimulai sejak 2017 berdasarkan kebijakan Bupati Tasikmalaya saat itu yang sekarang sedang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, yaitu Uu Ruzhanul Ulum. “Tujuannya itu, untuk mengenalkan kearifan lokal”, katanya, sih, begitu. Tapi, penggunaan aksara Arab Pegon di gedung Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya pernah mendapatkan kritik dari kalangan warganet pada tahun 2019 karena dianggap asal-asalan dan tidak sesuai dengan kaidah penulisan Arab Pegon yang benar.

Terheran-heran

Sebagai perantau di Tasikmalaya, walaupun saya berasal dari daerah Priangan juga, saya sampai terheran-heran ketika pertama kali melihat aksara Arab Pegon terpampang di plang salah satu sekolah dasar negeri. Sampai saat ini, saya belum menemukan jawaban yang memuaskan hati tentang bagaimana bisa Tasikmalaya yang merupakan wilayah Sunda dengan mayoritas masyarakatnya bersuku Sunda, bahkan Tasikmalaya bisa disebut sebagai pusat dari wilayah Priangan Timur, lebih memilih menggunakan aksara Arab Pegon dibandingkan Aksara Sunda pada simbol-simbol pemerintahan?

Baca Juga:

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

4 Ciri Warung Sunda yang Masakannya Dijamin Enak, Salah Satunya Lalapan Selalu Segar

Saya sendiri beberapa kali pernah menanyakan hal ini kepada teman-teman saya yang asli Tasikmalaya. Tapi jawaban yang saya dapatkan hanya sekadar, “Nyak, karena loba pesantren weh meureun”. Jika penggunaanya hanya di lingkup pesantren mungkin masih lumrah, tetapi ini sampai ke kantor-kantor pemerintahan. Padahal sudah ada imbauan pemerintah provinsi yang mengatur penggunaan identitas kesundaan di ruang publik, termasuk di kantor-kantor pemerintahan.

Kok pakai aksara Jawa juga?

Jika aksara Arab Pegon digunakan dengan alasan untuk mengenalkan kearifan lokal, lalu kurang lokal apalagi budaya Sunda yang sudah melekat dengan kehidupan masyarakat Tasikmalaya sejak zaman nenek moyang? Ya, walaupun kalau ditarik lebih jauh lagi secara sejarah, budaya terutama bahasa Sunda sekarang bukanlah bahasa Sunda murni karena sudah banyak tercampur pengaruh asing. Tapi, ya, saya heran aja gitu.

Rasa heran saya tidak berhenti sampai di situ. Kota Tasikmalaya tidak mau kalah dengan saudaranya. Jika di Kabupaten Tasikmalaya plang nama jalan menggunakan aksara Arab Pegon, maka beberapa plang nama jalan di Kota Tasikmalaya ditulis dengan menggunakan aksara Jawa. Seperti Jl. Sutisna Senjaya, Jl. Sukawarni, Jl. R. Ikik Wiradikarta. Bahkan Jl. K.H.Z Mustofa yang merupakan ikon Kota Tasikmalaya dengan hiasan Kelom dan Payung Geulis khas Tasikmalaya di sepanjang jalannya, plang nama jalannya ditulis menggunakan aksara Jawa. Aya-aya wae.

Penulis: Mohammad Ilham Ramadhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 8 Singkatan Unik ala Tasikmalaya yang Harus Kalian Tahu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2023 oleh

Tags: arab pegonpapan jalanSundatasikmalaya
Mohammad Ilham Ramadhan

Mohammad Ilham Ramadhan

Seorang sejarawan yang tersesat secara linguistik. Lulusan Ilmu Sejarah yang akhirnya menemukan jalan hidup di antara aksara dan nada Bahasa Thailand. Kini tidak lagi menggali masa lalu, melainkan menjembatani makna sebagai seorang penerjemah.

ArtikelTerkait

bandros sarapan ala sunda mojok

Bandros, Surabi, dan Ulen: Mana yang Paling Lezat buat Sarapan?

15 Desember 2020
Kasta Lalapan yang Biasa Jadi Teman Makan Orang Sunda Mojok.co

Kasta Lalapan yang Biasa Jadi Teman Makan Orang Sunda

10 Agustus 2024
ngasak beras nasi liwet tradisi ngaliwet sunda mojok

Apa pun Kegiatannya, Nasi Liwet Selalu Jadi Kudapan Primadona Orang Sunda

10 November 2020
3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Desember 2024
sunda majapahit gajah mada penaklukan mojok

Mengapa Sunda Tidak Pernah Menjadi Bagian dari Majapahit?

25 September 2020
tradisi adu domba garut mojok

Mengenal Tradisi Adu Domba, Tradisi Khas Masyarakat Kota Garut

10 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.