Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Taring Babi, Komunitas Punk yang Memberi Inspirasi

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
11 Mei 2019
A A
komunitas punk

komunitas punk

Share on FacebookShare on Twitter

Sadar atau tidak, segelintir orang memiliki stigma negatif ketika melihat seseorang yang berpakaian atau bergaya ala punk. Ketika mendengar kata punk disebutkan pun, bisa jadi sudah berprasangka, overthinking. Perilaku dan sikap yang urakan,  pakaian yang kucel, bau (ada anggapan mereka tidak mandi), tidak segan untuk melakukan tindak kriminal, dan lain sebagainya.

Kembali lagi, pemikiran seperti itu, bergantung pada stigma dan pola pikir seseorang.

Tidak semua anggota punk seperti demikian. Ada anggota atau lebih tepatnya komunitas punk yang dapat dikatakan kreatif, karena memang terbiasa membuat kerajinan tangan, menyablon, demi menghidupi teman-teman di komunitas tersebut. Mereka juga tidak segan untuk memberikan pertolongan kepada orang di sekitar yang membutuhkan.

Taring Babi, itulah nama komunitas punk yang dibentuk oleh Mike, yang juga merupakan salah satu personil band bergenre punk, Marjinal. Komunitas Taring Babi sendiri berlokasi di kawasan Setu Babakan, Jalan Setiabudi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Semasa kuliah semester akhir, saya mendapat kesempatan datang, bertemu, dan wawancara langsung dengan Mike untuk keperluan skripsi di Taring Babi, fokus penelitannya adalah perilaku menolong pada anggota komunitas punk. Hari pertama datang, saya beranikan diri melancong ke Jalan Setiabudi dengan menggunakan kendaraan pribadi, berhubung saat itu transportasi online belum seaktif saat ini.

Tidak sulit menemukan lokasi Komunitas Taring Babi, dari Jalan Setiabudi hanya beberapa meter, terlihat satu tempat yang terlihat cukup ramai dikunjungi atau ada saja orang yang datang. Saya yang ketika itu belum terbiasa berkomunikasi dengan anak punk, ada sedikit rasa takut dan bingung, bagaimana cara memulai komunikasi yang baik.

Sampai akhirnya, seseorang dari dalam menyapa, “kenapa cuma di depan? Sini masuk.” Mike menyapa dari dalam. Setelah disapa dan diminta masuk, akhirnya saya memberanikan diri untuk berkomunikasi.

Sebelum datang, jelas saya mencari tahu terlebih dulu sedikit tentang Komunitas Taring Babi, termasuk sosok seorang Mike. Tertulis di beberapa media, memang dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka menolong. Dari sifat ramah yang sudah ditunjukan, rasanya memang berbanding lurus dengan info yang saya dapatkan.

Baca Juga:

8 Band Punk yang Patut Anda Dengarkan Setelah Sukatani

Pikirkan Hal-hal Ini Sebelum Ikut Event Olahraga Lari. Saya Terpaksa Tulis karena Banyak Pelari Hanya Ikut-ikutan

Semua orang yang ada di komunitas tersebut terbilang ramah dengan orang sekitar, termasuk saya sebagai orang yang baru hadir, pun kepada anak-anak. Setelah saya menjelaskan apa keperluan saya datang, dan melakukan sedikit basa-basi, saya diberi kesempatan untuk melihat-lihat suasana di dalam komunitas ini. Termasuk jika ingin membuat kopi, bisa dibuat sendiri dengan pergi ke dapur dan memilih kopi mana yang disukai.

Saat saya berada di Taring Babi, beberapa kali juga Mike diliput oleh beberapa stasiun TV, tanpa berlama-lama, langsung diwawancara dan diajukan beberapa pertanyaan untuk bahan berita.

Ada banyak kerajinan tangan yang dibuat, termasuk rak buku di dalamnya. Dari mulai sablon, ukiran dari kayu, dan grafiti pada dinding. Khusus untuk buku, memang disediakan untuk dibaca, bukan sekadar pajangan. Mike berpendapat, menjadi seorang punk harus memiliki wawasan yang luas dan baik.

Yang menurut saya paling epic, adalah satu kalimat yang terdapat pada lorong di samping rumah, bertuliskan, “di sini bukan tempat untuk menjadi punk, di sini bengkel untuk menjadi dirinya sendiri”. Setelah saya dan Mike berbincang, jelas memang dia tidak pernah memaksakan pemahaman punk untuk wajib diikuti kepada siapa pun. Menurutnya, punk sendiri berarti kebebasan dengan tetap bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. Punk itu bebas menjadi diri sendiri, seperti apa yang dimau, tambahnya.

Mike juga menekankan, selama hidup, dia ingin menjadi berguna bagi sesama. Salah satunya dengan memberikan pertolongan kepada siapa pun yg membutuhkan, khususnya orang sekitar. Hal tersebut dibuktikan dengan selalu menolong tetangga yang berada di lingkungan tersebut. Ketika saya datang ke sana, Mike dan yang lain sedang membuat tempat duduk untuk di alun-alun warga dari bahan baku kayu. Saat sedang banjir, Mike juga mengajak teman-temannya untuk membantu warga memberikan bantuan berupa tenaga dan makanan.

Ditegaskan juga bahwa komunitas Taring Babi ini terbuka untuk siapa pun yang mau belajar, bahkan jika ingin menemukan jati diri. Untuk sekadar singgah, dan lain sebagainya. Ada banyak yang bisa dipelajari, mulai dari membuat desain, menyablon, ukiran dari kayu, juga jika ingin mengetahui banyak tentang musik. Pada beberapa kesempatan, saya juga beberapa kali bertemu dengan mahasiswa dari kampus lain, yang juga sedang membuat tugas akhir.

Dari apa yang saya lihat, betul-betul membuat kagum dan mengubah pandangan perihal punk. Mike yang diketahui juga masih belajar dan mendalami tentang punk, memberi sedikit pesan, tentang bedakan antara orang yang hanya bergaya punk dan memang yang memiliki jiwa punk.

Menurutnya, orang yang bergaya punk lalu melakukan suatu tindak kriminal, itu bukan punk, itu hanya penjahat yang bergaya ala punk. Jelas mencoreng budaya itu sendiri. Sama halnya seperti pejabat berdasi yang melakukan tindakan korupsi. Menjadi punk, artinya bebas menjadi diri sendiri, namun tetap bertanggungjawab terhadap apa pun yang dilakukan, tegasnya.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: KomunitasMusikPunkTaring Babi
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berteman dengan Fans JKT48 terminal mojok.co

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berteman dengan Fans JKT48

15 Desember 2020
Lirik Lagu Jamrud 'Kau dan Ibumu’ Nyuruh Kita Jangan Nangis, tapi Saya Malah Mewek mojok.co/terminal

Lirik Lagu Jamrud ‘Kau dan Ibumu’ Nyuruh Kita Jangan Nangis, tapi Saya Malah Mewek

15 Maret 2021
anak indie

Selain Bermusik, Beberapa Pekerjaan Ini Cocok Buat Anak Indie

14 Juli 2019
daftar lagu yang sebaiknya jangan pernah dibuat dalam versi koplonya lagu koplo mojok.co

6 Lagu yang, Tolong Sekali, Jangan Pernah Dibuat Versi Koplonya

3 September 2020
Nostalgia Album 'Hybrid Theory', Nostalgia Musik Metal di Segala Mental terminal mojok

Nostalgia Album ‘Hybrid Theory’, Musik Metal di Segala Mental

21 Oktober 2020
Menggoreng Isu Pelakor Lewat Album Baru Taylor Swift, Folklore cardigan august james country music terminal mojok.co

Menggoreng Isu Pelakor Lewat Album Baru Taylor Swift, ‘Folklore’

12 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.