Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Banyaknya Fasilitas yang Rusak di Taman Monju Bukti Warga Bandung Belum Siap dengan Fasilitas Gratis

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
20 Agustus 2024
A A
Banyaknya Fasilitas yang Rusak di Taman Monju Bukti Warga Bandung Belum Siap dengan Fasilitas Gratis

Banyaknya Fasilitas yang Rusak di Taman Monju Bukti Warga Bandung Belum Siap dengan Fasilitas Gratis (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya saya pernah menulis artikel mengenai Taman Monju Bandung di Terminal Mojok. Taman yang baru direvitalisasi akhir tahun 2023 tersebut memang hingga saat ini sering dikunjungi warga hingga membludak. Karena memang tempatnya dibuat menjadi lebih luas, lebih menarik, dan tentu saja banyak fasilitas yang jarang ditemui di tempat-tempat gratis lainnya di Kota Bandung.

Sejujurnya beberapa kali datang ke taman ini saya merasakan bahwa beberapa fasilitas di sini terbaik untuk ukuran taman gratis di Kota Bandung. Selain dulunya terkenal karena pasar tumpahnya yang dapat dijumpai tiap Minggu, kini perlahan Taman Monju dikenal juga sebagai taman untuk mengajak keluarga tamasya. Ada tempat bermain bagi anak-anak, amphitheater, dan spot duduk dari karpet rumput sintetis menambah kenyamanan bersantai di sini.

Sayangnya, taman kota yang saat ini tengah digandrungi warga Bandung malah tak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Terakhir berkunjung ke sana, saya mendapati beberapa fasilitas yang tak berfungsi. Misalnya, karpet Teletubbies yang sobek, alat permainan yang sudah rusak, dll. Hal ini membuktikan bahwa warga Bandung belum siap dengan fasilitas gratis di Taman Monju.

Membludaknya pengunjung tak sepadan dengan fasilitas yang ada di Taman Monju Bandung

Taman Monju Bandung dibagi menjadi beberapa bagian. Di setiap bagian memang sudah dilengkapi dengan fasilitas sesuai tema. Misalnya, di bagian mini playground ada fasilitas permainan dan olahraga yang bisa dipakai anak-anak. Di sebelahnya ada tempat rekreasi keluarga dengan kehadiran bukit Teletubbies dan rumput sintetisnya. Setelah itu ada amphitheater juga buat para remaja yang hendak berkegiatan.

Akan tetapi dengan jumlah pengunjung yang selalu membludak, fasilitas yang ada jadi tak sebanding. Akhirnya, fasilitas-fasilitas di taman ini jadi bahan rebutan warga sehingga jadi cepat rusak.

Banyak area ilegal yang dijadikan tempat parkir liar

Ini yang paling menyebalkan ketika berada di Kota Bandung. Di mana ada taman gratis, di situ pasti ada parkir liar. Beberapa lahan kosong sekitaran Taman Monju Bandung dimanfaatkan sebagai lahan parkir ilegal oleh beberapa oknum. Hal ini cukup menyebalkan karena tarif parkir yang dipatok terlalu mahal untuk ukuran parkir motor.

Karena gratis, orang-orang jadi seenaknya

Akses berkunjung ke Taman Monju yang gratis ini ternyata tak terlalu baik. Lantaran gratis, pengamanan di taman jadi tak terlalu diperhatikan. Walaupun sebetulnya sudah ada pihak keamanan, nyatanya kurang efektif untuk menertibkan pengunjung di dalam taman.

Karena aksesnya yang gratis pula menjadikan beberapa warga tampak seenaknya. Ada yang menggunakan fasilitas bermain terlalu berlebihan, orang dewasa yang malah menggunakan fasilitas bermain anak, sampai beberapa kali terlihat anak kecil yang memukul-mukul alat olahraga karena tak tahu cara memakainya. Gratis sih, tapi jadinya miris karena tak dijaga sebagaimana mestinya.

Baca Juga:

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

Orang tua yang tidak menegur anaknya ketika merusak fasilitas di Taman Monju Bandung

Biasanya yang tampak selalu berkunjung ke Taman Monju ini adalah keluarga sederhana. Kebanyakan orang tua membawa satu hingga dua anaknya. Sayangnya, beberapa kali saya melihat ada satu dua anak yang merusak fasilitas bermain yang disediakan, entah iseng atau karena memang tidak tahu cara menggunakannya.

Sebagai orang tua, seharusnya kita bisa memantau anak sekaligus memberi tahu agar tidak sembarangan merusak fasilitas umum. Jangan mentang-mentang masuknya gratis, kita jadi membiarkan anak bebas berbuat apa pun. Biasanya kalau orang tua seperti ini ditegur akan membalas, “Halah, biarin aja. Namanya juga anak kecil.” Ya justru karena masih kecil itulah anak perlu diarahkan agar bisa bertingkah laku baik di tengah masyarakat.

Kalau memang kelakuan warga Bandung masih seperti ini, sebaiknya Taman Monju Bandung dikenai tiket masuk saja. Tiket masuknya bisa dipakai untuk perawatan fasilitas yang ada di sana. Tapi, masa iya mau jadi berbayar, nih?

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Taman Monju Bandung Sudah Direvitalisasi, tapi Masih Banyak yang Harus Diperbaiki.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2024 oleh

Tags: Bandungtaman kotataman monju bandung
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Sisi Gelap di Balik Romantisnya Jalan Ir H Juanda Bandung

Sisi Gelap di Balik Romantisnya Jalan Ir H Juanda Bandung

6 September 2024
5 Hal yang Jarang Diketahui Orang Dibalik Kota Bandung yang Katanya Romantis Mojok.co

5 Hal yang Jarang Diketahui Orang di Balik Kota Bandung yang Katanya Romantis 

1 Desember 2025
5 Rekomendasi Takjil Bandung yang Wajib Banget Kalian Coba

5 Rekomendasi Takjil Bandung yang Wajib Banget Kalian Coba

2 April 2022
4 Fakta Kota Bandung yang Kerap Dilupakan oleh Warga Lokal Mojok.co

4 Fakta Kota Bandung yang Banyak Dilupakan Warganya

17 Agustus 2024
Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD Terminal Mojok

Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD

20 November 2022
Kiaracondong Bandung Memang Terkenal karena Lampu Merah Terlama, tapi Punya Banyak Kelebihan untuk Ditinggali

Kiaracondong Bandung Memang Terkenal karena Lampu Merah Terlama, tapi Punya Banyak Kelebihan untuk Ditinggali

6 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced Mojok.co

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

4 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

7 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin
  • Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.