Para Buzzer Pemerintah yang Terlahir di Luar Istana

Yang tragis adalah ia yang rela menjadi buzzer dengan ketidaksadaran mereka sebagai buzzer. Mereka tidak dibayar dan tidak dapat apa-apa.
Living in a Bubble: Ketika Media Sosial Digunakan Penguasa untuk Membungkam Demokrasi

Para penguasa sangat sadar mereka tidak bisa membendung arus informasi. Seperti biasa dalam politik, jika Anda tidak bisa mengalahkan lawan, Anda harus memeluknya, bekerjasama, dan menggunakannya untuk kepentingan Anda.
Sebenarnya Pak Jokowi Tidak Perlu Buzzer

Ada beberapa alasan kenapa saya percaya kalau Pak Jokowi sebenarnya tidak perlu buzzer untuk membenarkan segala tindakan yang diambilnya.
Melihat Bagaimana Industri Buzzer Politik Bekerja

Anda pikir mereka mencuit benar-benar untuk kepentingan masyarakat? You wish! Buzzer bisa berpindah-pindah pelanggan, tergantung siapa yang bayar!
Mari Kita Sambat Soal Negeri ini

LSPR yang isinya kaum elit sampai ikutan demo, keadaan Indonesia yang lagi kacau. Saking kacaunya sampai pusing saya memikirkan permasalahan negeri ini.
Bercilukba dengan Bilven, Si Bapak Arsip Nasional

Tak berlebihan jika Bilven disebut sebagai Bapak Arsip Nasional. Ia dengan rapi mengarsip hasil tangkap layar cuitan para politisi.
Buzzer: Niatnya Ngejebak Tapi Malah Kebongkar

Dari sini, sebenarnya bisa menunjukkan dua hal. Buzzer itu ada dan pasti dibayar untuk membela kepentingan tertentu dan momen tertentu. Kedua, sebuah gerakan pembelaan atas nama rakyat dan keadilan pasti selalu ada upaya untuk menunggangi.