Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

Imanuel Joseph Phanata oleh Imanuel Joseph Phanata
10 Januari 2026
A A
Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di antara banyak merek motor yang beredar di Indonesia, saya termasuk orang yang cukup setia pada Suzuki. Alasannya sederhana, karena motor-motornya tidak gampang rewel, mesin terkenal kuat, dan awet. Setelah lima tahun menggunakan motor Suzuki, saya mulai menyadari satu hal yang jarang dibicarakan. Sebenarnya Suzuki cukup serius memperhatikan hal-hal kecil dalam membangun motornya. Namun tulisan kali ini bukan hendak memuji Suzuki semata, justru sebaliknya.

Sebagai pengguna sekaligus pengamat, saya merasa Suzuki masih menyimpan pekerjaan rumah besar jika ingin motornya kembali diminati banyak orang di pasar Indonesia. Ada tiga hal mendasar yang menurut saya seharusnya menjadi perhatian utama pabrikan otomotif asal Jepang itu. Apa saja itu?

Menyesuaikan desain dengan selera kebanyakan orang Indonesia

Masalah desain sebenarnya sudah lama menjadi perbincangan. Bahkan saya temukan langsung dari orang-orang sekitar maupun yang ramai dibahas di media sosial. Banyak yang beranggapan bahwa desain motor Suzuki kurang sesuai dengan selera kebanyakan orang Indonesia.

Setalah saya telusuri, hal ini sebenarnya cukup masuk akal. Desain Suzuki saat ini memang cenderung mengikuti selera pasar India, yang notabene merupakan pasar terbesar mereka.

Namun, apakah Suzuki tidak memiliki keinginan untuk sedikit menyesuaikan desain agar lebih “diterima” oleh pasar Indonesia, meskipun mereka sudah kuat di India?

Memang, desain adalah soal selera. Tetapi masalahnya, selera ini muncul secara kolektif. Dari banyak komentar yang saya temui baik secara langsung maupun di media sosial, tidak sedikit yang menyebut desain motor Suzuki “aneh”, bahkan semakin ke sini justru terasa makin sulit diterima. Ini bukan kritik dari satu dua orang, melainkan pola opini yang berulang.

Padahal ada satu momen menarik yang sempat terjadi di media sosial.

Dulu sempat ramai isu bahwa Suzuki Saluto akan masuk ke Indonesia, meski akhirnya terbukti hanya hoaks karena Saluto sejatinya hanya dipasarkan di Taiwan. Banyak orang, termasuk content creator otomotif, menyambut kabar tersebut dengan penuh harapan dan kegembiraan. Alasannya sederhana karena desainnya menarik.

Baca Juga:

Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

Suzuki Aerio, Mobil Bekas yang Masih Layak Dipinang Saat Banyak Orang Beralih ke LCGC

Mesin Suzuki yang terkenal awet dan kokoh ditambah dengan tampilan yang enak dilihat. Rasanya sulit membayangkan motor seperti itu tidak laku di pasaran. Dari sini terlihat jelas bahwa desain bukan sekadar pelengkap, tetapi faktor krusial yang bisa mengubah persepsi publik terhadap merek Suzuki secara keseluruhan.

Perbanyak bengkel resmi Suzuki

Masalah lain yang cukup mengganggu sebagai pengguna Suzuki adalah jumlah bengkel resmi yang terbilang sedikit. Kalaupun ada, sering kali kondisinya sudah penuh sejak pagi, antreannya panjang, dan suasananya ramai setengah mati. Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal rasa aman sebagai pengguna.

Pengalaman pribadi saya juga memperkuat kegelisahan ini. Motor Suzuki terutama yang masih karburator ternyata tidak bisa ditangani sembarang mekanik. Pernah beberapa kali saya servis di bengkel umum yang biasanya menangani merek A atau B, hasilnya sering kurang maksimal, setelannya terasa tidak pas, mesin masih terasa berat, atau justru muncul masalah baru. Bukan karena mekaniknya tidak bisa, tapi karena karakter mesin Suzuki memang agak berbeda dan butuh pemahaman khusus.

Sebagai pengguna, saya jujur cukup kesal. Bukan karena motornya rewel, justru sebaliknya. Suzuki terkenal bandel dan awet tetapi karena ekosistem pendukungnya terasa setengah hati. Memang jumlah motor Suzuki di jalan tidak sebanyak merek lain. Tapi bukan berarti penggunanya bisa diabaikan begitu saja. Faktanya, masih banyak pengguna Suzuki, termasuk motor-motor lawas, yang setia dan terus merawat kendaraannya.

Keberadaan bengkel resmi yang lebih merata dan mudah dijangkau jelas bukan hal sepele. Karena sebagus apa pun motornya, tanpa dukungan layanan purna jual yang memadai, rasa percaya pengguna lambat laun bisa hilang.

Perbanyak ketersediaan sparepart

Ini mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya besar dan sangat terasa bagi pengguna. Jumlah bengkel resmi Suzuki yang sudah sedikit menjadi makin problematis ketika ketersediaan sparepart di bengkel tersebut juga sering kosong.

Beberapa bulan lalu saya sendiri mengalami hal ini. Saya mencari sparepart yang sebenarnya tergolong umum sampai seperti selang hawa, selang filter udara, bearing, dan beberapa komponen pendukung lainnya. Hasilnya? Kebanyakan kosong. Solusinya inden yang tentu saja bisa memakan waktu cukup lama.

Memang motor Suzuki terkenal bandel dan awet. Tetapi bukan berarti komponen di dalamnya kebal aus atau rusak

Banyak juga pengguna yang rela membeli sparepart langsung di bengkel resmi, meskipun harganya lebih mahal dibandingkan toko online. Alasannya kepercayaan. Kepercayaan terhadap keaslian barang, kualitas, dan kecocokan dengan motor. Sayangnya, niat baik pengguna ini sering mentok di realitas lapangan stok tidak ada.

Itulah kenapa seharusnya Suzuki melakukan 3 hal ini supaya motornya diminati banyak orang. Semoga saja tulisan ini dibaca oleh para petinggi Suzuki Indonesia, siapa tahu ada perbaikan.

Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Suzuki Memang Pabrik Motor Paling Aneh, Bukannya Jualan Cari Cuan, eh Mereka Malah Ibadah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2026 oleh

Tags: bengkel resmi suzukidesain motor suzukimotor SuzukiSpare Part Motorsuzuki
Imanuel Joseph Phanata

Imanuel Joseph Phanata

Mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok yang hobi menulis di Mojok

ArtikelTerkait

Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit Mojok.co

Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit

27 Mei 2024
Suzuki Avenis 125 Nggak Belajar dari Pengalaman. Apakah Suzuki Sengaja Memproduksi Sepeda Motor yang Nyeleneh biar Dibilang Rare di Masa Depan?

Suzuki Avenis 125 Nggak Belajar dari Pengalaman. Apakah Suzuki Sengaja Memproduksi Motor Nyeleneh biar Dibilang Rare di Masa Depan?

23 Juni 2024
Menguji Kesabaran dengan Mengisi Bensin di Belakang Motor Suzuki Thunder

Menguji Kesabaran dengan Mengisi Bensin di Belakang Motor Suzuki Thunder

3 Mei 2024
pemuda kasmaran spare parts motor jadul lubang jalanan mojok

7 Motor Jadul yang Tetap Eksis Hingga Kini

14 Juli 2020
Suzuki Skywave 125, Motor Nyeleneh pada Zamannya yang Kini Banyak Dicari Mojok.co motor suzuki

Suzuki Skywave 125, Motor Nyeleneh pada Zamannya yang Kini Banyak Dicari

1 Juli 2024
Mobil Suzuki Bukan Terkesan Murahan, tapi Ia Adalah Mobil yang Rendah Hati Terminal Mojok grand vitara suzuki avenis 125 suzuki vstrom 250 sx

Mobil Suzuki Bukan Terkesan Murahan, tapi Ia Adalah Mobil yang Rendah Hati

18 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

28 Januari 2026
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026
Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.