Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Surabaya Nyaman bagi Mahasiswa, tapi Bikin Pekerja Nelangsa

Tiara Uci oleh Tiara Uci
18 Maret 2024
A A
Surabaya Nyaman bagi Mahasiswa, tapi Bikin Pekerja Nelangsa

Surabaya Nyaman bagi Mahasiswa, tapi Bikin Pekerja Nelangsa (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pekerja Surabaya bisa beli rumah, tapi di daerah pinggiran

Apakah artinya pekerja Surabaya nggak bisa membeli rumah? Ya tetap bisa kalau membelinya di daerah pinggiran. Misalnya di Sukodono atau Benowo yang harga rumahnya masih ada yang Rp800 jutaan. Atau bisa juga membeli rumah di daerah sekitar Surabaya seperti Sidoarjo dan Gresik.

Namun perlu diingat, pekerja Surabaya dengan gaji UMK dan cicilan rumah rasanya mustahil bisa berbahagia kalau nggak pandai bersyukur. Selain harus hemat dalam hal makanan, mereka juga nggak boleh healing jauh-jauh. Cukup cari hiburan gratisan saja biar uang cukup untuk menyambung kehidupan esok hari. Sebab, selain harga rumah mahal, biaya hidup di sini juga cukup mahal. Parkir motor di sebelah Royal Plaza saja bisa Rp10 ribu, Rek, kalau bulan Ramadan seperti ini.

Banyaknya taman di Surabaya yang dilengkapi playground dan pohon rindang juga lebih tepat disebut sebagai program belas kasihan Pemkot Surabaya kepada warganya yang gajinya pas-pasan. Supaya anak-anak buruh bisa bermain di taman. Pemkot sepertinya tahu persis kalau UMK Surabaya nggak akan cukup untuk rekreasi mahal, jadi dibuatlah taman gratisan tersebut supaya warganya nggak stres dan mati muda. Duh, luar biasa sekali. Terima kasih, Pemkot Surabaya.

Pekerja di Surabaya bisa lebih ngenes lagi kalau gajinya dibawah UMR. Mojok baru-baru ini menulis liputan tentang hal tersebut. Ternyata masih banyak sekali pekerja di Kota Pahlawan yang gajinya hanya Rp2 juta. Apa nggak nangis? Gaji sekecil itu harus bergelut dengan biaya kos, makan, transportasi, hingga skincare. Memangnya buruh nggak butuh cantik dan tampan? Butuhlah!

Keseringan dipuji

Sebagai orang yang hidup selama puluhan tahun di Surabaya, saya sudah sering mendengar kota ini dipuji. Kota Surabaya disebut sebagai kota yang bersih, banyak taman, dan sederet hal-hal indah lainnya. Bahkan baru-baru ini Kota Pahlawan kembali mendapatkan penghargaan Adipura Kencana yang pialanya kemudian diarak oleh Wali Kota Surabaya di sekitar Balaikota dan Jalan Tunjungan. Perlu pembaca Mojok tahu, kota kami mendapatkan penghargaan tersebut selama delapan kali berturut-turut. Kota metropolitan lain belum ada yang menandinginya.

Saya rasa, lawan sesungguhnya Kota Pahlawan bukanlah kota besar lain di Indonesia, melainkan dirinya sendiri. Jika dibandingkan dengan kota besar lain, boleh jadi Surabaya memang keren dan menarik untuk ditinggali. Terbukti dengan banyaknya penghargaan dan juga pendatang di kota ini.

Sudah saatnya introspeksi diri

Ada banyak masalah penting yang terjadi meskipun sudah berganti wali kota. Permasalahan tersebut belum teratasi juga, yang ada malah makin parah saja. Contohnya, banjir yang masih menghantui warga, transportasi umum yang belum memadai, dan juga pengolahan sampah yang buruk.

Asal tahu saja ya, saat Gelora Bung Tomo terpilih sebagai venue final Piala Dunia U-17, di sebelah stadion ada tumpukan sampah yang hanya disemprot pengharum dan ditutupi terpal agar telihat estetis dan bersih. Pengolahan limbah macam apa itu?

Baca Juga:

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Selain itu, sampai tulisan ini dibuat, masih banyak sekali daerah di Surabaya yang bertarung dengan masalah banjir. Lucunya, persoalan banjir tersebut sering kali diselesaikan dengan cara yang sangat out of the box, yaitu dengan mengatakan jika Surabaya nggak banjir, tapi tergenang. Air sudah setinggi roda mobil masih saja dibilang bukan banjir, tapi genangan.

Duh, kalau begini caranya mau kiamat kurang dua hari sekalipun masalah banjir di Surabaya nggak akan selesai, malah bisa-bisa saingan dengan Semarang perkara banjir ini. Pak, Buk, pejabat di Surabaya, nggak perlu nunggu Pilkada untuk menyelesaikan banjir, langsung sekarang saja.

Percayalah, saya mencintai Surabaya, rasa cinta itulah yang membuat saya ingin melihat kota ini lebih bagus lagi. Kita bisa kok lebih dari saat ini, APBD Surabaya itu besar, Bos. Jika dikelola dengan baik, semua masalah di atas pasti bisa selesai, kok.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Setelah Berkeliling Indonesia dan Tinggal di Kota-Kota Besarnya, Saya Bersyukur Pernah Tinggal di Surabaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2024 oleh

Tags: gaji UMKjawa timurMahasiswapekerjaSurabayaUMK
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

3 Pertanyaan yang Membuat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Muak

9 November 2024
Bondowoso Nggak Punya Laut, Tapi Menjadi Pusat Ikan Pindang di Jawa Timur (Pixabay)

Belajar dari Bondowoso: Tidak Punya Laut, tapi Menjadi Pusat Ikan Pindang Jawa Timur

21 Mei 2023
Mie Gacoan Bikin 2 Cabang di Kecamatan Taman Sidoarjo, Bukti Kecamatan Ini Sudah Setara Kota Metropolitan

Mie Gacoan Bikin 2 Cabang di Kecamatan Taman Sidoarjo, Bukti Kecamatan Ini Sudah Setara Kota Metropolitan

13 November 2023
Rasisme Jawa Itu Nyata Dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan (Pexels)

Mencermati Rasisme Sesama Orang Jawa dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan

27 Januari 2025
Keramatnya Kata "Skripsi" Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir

Keramatnya Kata “Skripsi” Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir

22 November 2019
3 Masjid Paling Cantik di Jawa Timur, Menyejukan Mata dan Menentramkan Jiwa Mojok.co

3 Masjid Paling Cantik di Jawa Timur, Menyejukan Mata dan Menentramkan Jiwa

11 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.