Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Wisata Surabaya Nggak Cuma Mal, Ada Juga Tempat-tempat Bersejarah yang Menarik

Arief Rahman Nur Fadhilah oleh Arief Rahman Nur Fadhilah
15 April 2024
A A
Wisata Surabaya Nggak Cuma Mal Besar, Ada juga Tempat-tempat Bersejarah yang Menarik Mojok.co

Wisata Surabaya Nggak Cuma Mal Besar, Ada juga Tempat-tempat Bersejarah yang Menarik (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya salah satu kota besar di Indonesia. Layaknya kota besar, fasilitas di Kota Pahlawan relatif lengkap. Terlepas dari sistem transportasi umum yang masih medioker, fasilitas lainnya boleh diadu dengan kota-kota besar lain. Mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga tempat hiburan seperti mal.  

Ada beberapa mal yang biasa menjadi sarana hiburan warga Surabaya. Paling favorit adalah Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza. Adapun dua mal itu menjadi yang terbesar di Indonesia. 

Intinya, kemegahan Surabaya memang nggak perlu diragukan lagi. Namun, seiring berjalannya waktu, Surabaya seolah hanya terkenal dengan mal dan kemegahannya saja. Padahal Kota Pahlawan ini juga menyimpan tempat-tempat bersejarah dengan narasi yang nggak kalah menarik. 

Asal tahu saja, sejak era Kerajaan Majapahit, banyak peristiwa terjadi di kota ini. Tentu saja spotlightnya tetap sejarah keberanian arek-arek Suroboyo mengusir Londo. Itu mengapa banyak sekali peninggalan sejarah dilestarikan di kota ini. Mulai dari monumen hingga gedung-gedung yang dijadikan cagar budaya. 

#1 Jalan Tunjungan Surabaya sudah ada sejak zaman Penjajahan Belanda 

Kawasan sekitar Jalan Tunjungan dahulu bernama Petoenjoengan. Kawasan ini dibangun ketika Belanda menjajah pada awal abad ke-20. Sejak dahulu, jalan ini sudah mejadi tempat nongkrong populer terutama buat anak muda. Nggak heran kalau tempat ini ikonik banget buat Surabaya. Saking ikoniknya, tempat ini jadi inspirasi lahirnya lagu “Rek Ayo Rek” yang pernah dipopulerkan oleh Didi Kempot.

Dilihat dari sisi sejarah, jalan ini merupakan saksi bisu pertempuran dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. Peristiwa perobekan bendera di Hotel Oranje (sekarang Hotel Majapahit) jadi yang paling terkenal. Selain itu, di jalan ini ada Gedung Siola yang pernah dipakai jadi markas tentara Inggris mengatur strategi menyerang Surabaya kala itu.

#2 Tugu Pahlawan monumen yang menyimpan banyak cerita

Tugu Pahlawan merupakan monumen sejarah paling terkenal di Surabaya. Bahkan, monumen ini dipakai sebagai logo resmi Kota Surabaya. Tugu Pahlawan didirikan pada tanggal 10 November 1951. Setahun setelahnya, tugu ini diresmikan oleh founding father bangsa Indonesia, Bung Karno. 

Monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa dan para pahlawan yang gugur saat pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945. Di dalam kompleks Tugu Pahlawan, ada Museum Sepuluh November yang dibangun pada 10 November 1991. Isinya kurang lebih menceritakan proses pertempuran 10 November. 

Baca Juga:

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

#3 Balai Pemuda dahulu simbol rasisme terhadap kaum pribumi

Balai Pemuda yang terletak pada kawasan Alun-Alun Kota Surabaya dahulu bernama De Simpangsche Societeit atau Simpang Club. Dibangun pada 1907, tempat ini dulunya merupakan tempat berkumpulnya kaum elit bangsa Belanda dan Eropa. Hanya para Londo dan kroninya yang boleh masuk gedung tersebut.  Balai Pemuda dahulu adalah simbol rasisme. Pribumi sama sekali nggak diperbolehkan menginjakan kaki di tempat tersebut. 

Terlepas dari masa lalu yang kelam, saat ini Balai Pemuda masih jadi destinasi rekreasi menarik. Apalagi setelah direnovasi, ada bagian basement yang sering memamerkan hasil lukisan karya pelukis lokal. Kalau sedang hoki, kalian bisa lihat langsung sesi melukis dari para seniman.  

#4 Kampung Peneleh, kampung tertua di Surabaya

Kampung Peneleh merupakan kampung tertua di Surabaya. Kampung ini menyimpan banyak sekali tempat bersejarah. Kampung Peneleh sering dikunjungi para pecinta sejarah karena merupakan tempat kelahiran presiden pertama Republik Indonesia. Ir Soekarnp.

Selain itu, HOS Tjokroaminoto jugas pernah tinggal di kawasan ini Beliau dijuluki oleh Belanda sebagai “Raja Jawa tanpa Mahkota” karena menjadi guru bagi para pemimpin besar Indonesia. Asal tahu saja, rumah HOS Tjokroaminoto di Jalan Peneleh dahulu semacam kos untuk orang-orang yang kelak menjadi tokoh bangsa. Soekarno hingga Musso pernah ngekos di sana. Hingga saat ini, rumah bersejarah itu masih dijaga keasliannya dan sering dikunjungi oleh wisatawan. 

Di atas beberapa tempat bersejarah di Kota Surabaya yang bisa dikunjungi warga dan wisatawan. Harapannya, orang-orang yang berkunjung ke Kota Pahlawan jadi sadar bahwa kota ini nggak hanya dipenuhi mal. Banyak juga spot wisata bersejarah menarik yang bisa menjadi pilihan supaya tidak bosan. 

Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Surabaya Lebih Jago Memanfaatkan Jembatan Suramadu daripada Bangkalan Madura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2024 oleh

Tags: kota pahlawanMalmal surabayasejarahsurbayatempat wisata
Arief Rahman Nur Fadhilah

Arief Rahman Nur Fadhilah

Sedang menempuh S2 Psikologi Unair sembari merantau di Medan. Penikmat sunyi yang diam-diam takut ditinggal sendiri

ArtikelTerkait

5 Kuliner Legendaris di Kota Depok: Bakso Comberan Adalah Andalan! Terminal Mojok.co sejarah depok

Keunikannya Sudah Mendarah Daging: Sejarah Depok sebagai Sebuah Negara dan Merdeka Sejak 1714

12 September 2023
4 Tempat Wisata yang Cocok untuk Konser BTS di Indonesia terminal mojok

Rekomendasi Tempat Wisata yang Cocok untuk Konser BTS di Indonesia

3 Desember 2021
Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

13 Januari 2024
ranggalawe bendera majapahit berdiri tahun 1293 M bonek bondho nekat mentalitas asal-usul surabaya sejarah madura menakjingga mojok

Mentalitas Bonek Sudah Ada Sejak Awal Berdirinya Majapahit

22 April 2020
10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

10 Fakta tentang Kota Suwon, Kota yang Akan Jadi Tempat Pratama Arhan Berkarier

29 September 2023
5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis Terminal Mojok

5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis

6 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.