Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Supra X 2001 Jauh Lebih Unggul Dibanding Honda CBR 150R atau Yamaha R15

Humam Zarodi oleh Humam Zarodi
6 Januari 2021
A A
supra X yamaha r15 cbr 150r Kepincut Beli Honda Scoopy Terbaru padahal Baru Saja Kredit Motor terminal mojok.co

Kepincut Beli Honda Scoopy Terbaru padahal Baru Saja Kredit Motor terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian pernah menunggangi motor sport seperti Honda CBR 150R atau Yamaha R15? Gimana rasanya? Saya pernah walaupun hanya sebentar dan itupun pinjam punya saudara. Mungkin kalian punya pendapat berbeda dengan saya. Bagi saya, menunggangi Honda CBR 150R ataupun Yamaha R15 itu rasanya seperti punggung ditimpuki sekarung beras isi 25 kilogram. Pun demikian dengan kedua lengan, seperti sedang latihan mengangkat barbel lima kilogram. Menyakitkan? Tentu saja iya bagi saya.

Sejak jaman SMA, saya memimpikan punya motor sport. Jaman ’90-an, motor sport yang terkenal saat itu Honda NSR 150, Suzuki RGR 150, Yamaha RZR/RXZ atau Kawasaki Ninja 150R. Punya motor sport kala itu merupakan sebuah anugerah ditambah punya pacar, wah suatu kado terindah pastinya. Weka weka weka. Tapi, yang saya impikan dan inginkan tetap satu yaitu Kawasaki Ninja 150R. Pada jamannya motor itu sungguh sangat menggoda. Dari tampilan bodi yang sporty dan ramping ditambah suaranya yang renyah nyaring. Dijamin cewek-cewek akan semrintil (bahasa Jawa, artinya mengejar) terjaring.

Puluhan tahun mimpi dan keinginan untuk memiliki motor sport itu terus berada di hati saya. Namun, sejak pertengahan 2020, keinginan dan mimpi itu saya tumpas habis. Akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri mimpi indah itu setelah sekian tahun berkelindan di hati dan otak. Berawal dari saudara saya yang kuliah di Jogja dan membawa motor sport kesayangannya. Ya, jauh-jauh dari Bogor dia tunggangi Honda CBR 150R warna merah itu ke Jogja. Tentu saja mata saya berbinar-binar melihat bodi Honda CBR 150R yang semok dan aduhai tapi tetap menampilkan kesan gahar dan berwibawa.

Hati ini meronta ronta dan mengompori otak untuk menyuruh mulut saya minta ijin si empunya untuk sekedar menunggangi sebentar motor tersebut. Sebagai informasi tempat tinggal saudara saya tidak jauh dari rumah, sehingga sering saya main ke tempat tinggalnya. Akhirnya otak luluh dan menyuruh mulut saya untuk minta izin menunggangi si merah barang sejenak. Saya coba si merah dengan putar-putar keliling di jalan raya. Kesan pertama sangat menggoda. Akselerasi motor ini sungguh luar binasa. Tentu saja akan membuat kegantengan saya jadi maksimal.

Tetapi, sensasi itu tidak berjalan lama. Sekitar 15 menit ada sesuatu yang tidak mengenakkan, kok terasa ada yang pegal-pegal. Punggung dan lengan saya terasa ngilu pegal-pegal. Makin lama makin terasa pegalnya. Mereka tidak mau kompromi barang sebentar saja. Akhirnya saya akhiri test drive ini dan pulang membawa si merah kepada si empunya. Keinginan untuk memiliki motor sport tetap masih belum padam saat itu. Dan awal 2020, saudara saya ini ganti motor lagi. Si Merah ditukar dengan motor bapaknya yang juga sama-sama motor sport. Akhirnya ganti dengan Yamaha R15 warna biru, sampai sekarang.

Lagi-lagi, hati saya teriak-teriak ke otak, nyuruh mulut untuk ngomong minta ijin mau pinjam motor. Dan sekali lagi, saya coba motor sport Yamaha R15. Tampilan lebih keren dan gahar, tentu saja lebih tinggi bodinya dibandingkan dengan Honda CBR 150. Brum brum brum, motor itu saya geber di jalan raya dengan sensasi yang lebih dahsyat. Gas terasa enteng karena performa mesin yang mantab dan handling yang oke. Tetapi, rasa sakit itu datang lagi. Tidak lama, hanya sepuluh menitan menggeber Yamaha R15, punggung dan kedua lengan ini meronta untuk menyudahi saja geberan saya di jalan raya.

Sejak saat itu, mimpi dan keinginan untuk memiliki motor sport saya kubur dalam-dalam. Bukannya performa maupun tampilan motor sport yang tidak baik, ternyata balung tuwo (tulang tua) saya yang sudah tidak baik. Saya sadar bahwa usia tidak bisa membohongi performa kerja tulang-tulang saya. Punggung ini sudah tidak bisa diajak nungging. Kedua lengan tidak kuat lagi menopang badan. Kalau meminjam istilah Jawa, saya harus empan papan. Artinya pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya. Tempat apa maksudnya? Jadi gini, bokong saya itu tenyata tidak cocok untuk menunggangi motor sport. Lha yang cocok menunggangi apa? Nah itu dia, sejak dulu kala memang saya selalu memakai Honda Supra X keluaran tahun 2001. Ternyata bokong saya memang cocoknya selalu menempel di jok di Supra X 2001 bukannya nempel di jok CBR 150R atau R15.

Supra X 2001 saya ini istilah jawanya wanteg (tangguh). Tidak pernah mengeluh walaupun empunya kadang telat ganti oli atau telat ganti ban. Bahkan jok yang sudah sobek pun tidak meminta diganti. Pokoknya Supra X selalu siap siaga mengantarkan saya kemanapun. Bahkan naik ke lereng Merapi dengan jarak lima sampai 7 kilometer dari puncak pun Supra X saya masih mampu. Walaupun sampai rumah ada beberapa sekrup tebeng motor yang sudah tidak berapa di tempatnya alias gogrok.

Baca Juga:

Supra X 125, Motor Tangguh Andalan Petani Kecamatan Ijen Bondowoso

Supra X 110: Motor Honda yang Menjadi Saksi Bisu Perjalanan Hidup, dari Gagal SMA hingga Jadi Motor Keluarga

BACA JUGA Burjo di Solo Adalah Culture Shock Pertama Saya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2021 oleh

Tags: cbr 150rsupra xyamaha r15
Humam Zarodi

Humam Zarodi

Seorang bapak dengan 4 orang anak dan 1 istri serta pencinta klub Liverpool FC.

ArtikelTerkait

Honda Supra X, Motor Honda Favorit Rakyat Indonesia (Unsplash)

Supra X 2002, Motor Honda Kesayangan Bapak yang Sering Diremehkan karena Menjadi Kesukaan Tukang Galon

23 Januari 2024
5 Tips Hemat Biaya Perawatan Motor Honda Supra X 125 Bekas (Unsplash)

5 Tips Menghemat Biaya Perawatan Motor Honda Supra X 125 Bekas dari Montir dengan Pengalaman 24 Tahun

16 Januari 2024

Honda Supra X Emang Tangguh di Jalan Terjal, Bukan di Jalan Aspal

21 November 2021
Motor Honda Supra X Renta, Rapuh, tapi Tak Ternilai Harganya! (Unsplash)

Motor Honda Supra X 100: Motor Tua dengan Sejuta Kenangan, Bikin Selalu Nostalgia Saat Mengendarainya

27 Agustus 2023
Supra X Motor Terbaik Sepanjang Sejarah Roda 2 di Indonesia (Unsplash)

Supra X: Motor Terbaik Sepanjang Sejarah Roda 2 di Indonesia

24 Juni 2023
Vario Techno 125 Skutik Honda Paling Kuat (Unsplash)

Honda Vario Techno 125: Skutik Honda Paling Kuat yang Pernah Menerjang Laut

23 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.