Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Masuk Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Mulai dari Salah Jurusan Sampai Anggapan Jurusan Mulia

Rifai Gunadi oleh Rifai Gunadi
7 Januari 2021
A A
Alasan Masuk Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Mulai Dari Salah Jurusan Sampai Anggapan Jurusan Mulia Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Pengumuman SBMPTN tiba, sore itu saya menatap gawai sembari membuka aplikasi WhatsApp. Banyak sekali pesan yang menanyakan lolos tidaknya saya dalam penentuan masuk perguruan tinggi negeri. Tes ini merupakan harapan terakhir saya masuk PTN setelah tidak lolos SNMPTN dan beberapa ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Setelah mengecek melalui laman resmi, terlihat tulisan “Selamat! Anda dinyatakan lulus seleksi SBMPTN LTMPT 2019 PTN Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) program studi Pendidikan Khusus.” Tangis haru pun pecah. Akhirnya perjuangan akhir berbuah hasil yang manis.

Jurusan Pendidikan Khusus atau lebih dikenal dengan jurusan PLB (Pendidikan Luar Biasa) merupakan jurusan yang berfokus pada pengembangan anak berkebutuhan khusus, salah satunya yaitu menjadi guru SLB (Sekolah Luar Biasa). Selain menjadi guru, masih banyak kok prospek kerja lain bagi lulusan Pendidikan Luar Biasa, misalnya menjadi terapis, dosen, hingga bekerja di Kementrian Pemberdayaan Anak dan Perempuan.

Di jurusan ini, para mahasiswa dibekali dengan berbagai mata kuliah seperti Perkembangan ABK, Anatomi Fisiologi Generika, Modifikasi Perilaku, Pendidikan Anak Berbakat, dan masih banyak lagi, tentu didukung dengan mata kuliah keguruan pada umumnya. Selain itu, ada juga spesialisasi yang harus dipilih ketika semester lima, di antaranya adalah Spes A (tunanetra), Spes B (tunarungu), Spes C (tunagrahita), Spes D (tunadaksa), dan Spes E (tunalaras).

Kuliah di jurusan ini sangat seru, apalagi sebelum Covid-19 menyerang. Pada semester awal, kami sudah melakukan observasi lapangan ke SLB untuk mengetahui secara langsung bagaimana kondisi objektif di lapangan dan membandingkan dengan teori yang telah kami pelajari. Menarik, kan?

Seperti halnya dinasti politk Indonesia kerajaan, alasan beberapa teman saya masuk jurusan Pendidikan Luar Biasa ini karena sudah turun temurun dari orang tuanya yang merupakan guru SLB maupun pemilik sekolah/yayasan SLB. Tentu berbeda dengan alasan saya yang menempuh jalur independen. Hehehe. Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa teman-teman saya memilih jurusan ini, dari alasan yang rasional hingga tidak masuk akal.

#1 Memiliki saudara/kerabat penyandang disabilitas

Sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk saling menyayangi dan peduli satu sama lain, tak terkecuali penyandang disabilitas. Mengingat masih kurangnya pelayanan terhadap penyandang disabilitas dan masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyandang disabilitas, hal tersebut membuat beberapa teman saya tertarik masuk jurusan ini.

#2 Salah jurusan

Tak hanya salah tik saja yang sering terjadi, salah jurusan pun sering kita dengar. Alasannya beragam, mulai dari karena kurangnya perencanaan saat memilih jurusan cadangan (apesnya yang lolos malah jurusan cadangan), meminta rekomendasi orang lain namun tidak diimbangi riset kecil-kecilan terhadap jurusan yang akan diambil, dan belum menemukan passion yang membuat orang cenderung coba-coba terhadap jurusan yang diambil. Hal tersebut betul-betul dialami oleh beberapa teman saya. Reaksinya pun beragam, ada yang menyesal, ada yang tereliminasi, dan ada juga yang bertahan hingga saat ini.

#3 Menghindari hitung-hitungan

Jujur, saya merupakan salah satu korban alasan yang satu ini. Dulu saya memilih jurusan ini untuk menghindari hal-hal berbau hitung-hitungan di perkuliahan. Eh, ternyata dugaan saya salah, dong. Di semester tiga, saya dikoyak-koyak mata kuliah Statistika Pendidikan. Huhuhu~

Baca Juga:

Hanya karena Sudah Ada PPG, Tidak Berarti Jurusan Pendidikan Lantas Dihapus, Logika Macam Apa Itu?

5 Dosa Jurusan Ekonomi yang Bikin Lulusannya Kagok di Dunia Kerja

#4 Mengangkat isu disabilitas

Berangkat dari keresahan yang ada, masih banyak isu-isu disabilitas yang perlu diperhatikan, di antaranya stigma, diskriminasi, dan juga mengenai pendidikan. Hal ini yang membuat sebagian teman saya memilih jurusan Pendidikan Luar Biasa untuk memperdalam ilmu dan menambah networking demi bersinergi bersama.

#5 Jurusan mulia

Selain mengasah kemampuan dalam mendalami dunia pendidikan anak berkebutuhan khusus, kami pun diasah dalam berbagai hal seperti kepekaan hati, rasa empati, dan rasa simpati. “Saya merasa mendekati manusia yang seutuhnya,” ucap salah satu teman ketika saya menanyakan alasannya masuk jurusan ini.

Kuliah di jurusan Pendidikan Luar Biasa sepertinya masih dianggap sebelah mata dan tabu. Setiap kali ada orang yang bertanya pada saya mengenai kuliah di mana dan jurusan apa, respons mereka kira-kira seperti ini:

“Oh, ngajar anak-anak “gitu”, ya?”

“Oh, kenapa pilih jurusan itu?”

“Kamu pasti orangnya sabar, ya.”

Namun, hal-hal tersebut tidak membuat saya goyah untuk terus belajar di jurusan ini. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus. Keterbatasan bukan penghambat untuk meraih masa depan yang cerah. Mereka juga perlu bimbingan untuk mengembangkan potensi di dalam diri mereka. Pendidikan untuk semua!

BACA JUGA Ketika Kebijakan P3K Membuat Sarjana Pendidikan Patah Hati.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2021 oleh

Tags: jurusan pendidikanstereotip jurusan kuliah
Rifai Gunadi

Rifai Gunadi

Terbuat dari harapan orang tua.

ArtikelTerkait

Jurusan Pendidikan Itu Memang Gampang dan Sepele kok, Beneran deh, Serius Guru

Susahnya Jadi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Sudah Honorer, Tertimpa Bacot Netizen Pula

20 November 2024
Dosa Jurusan Pendidikan pada Mahasiswanya yang Membuat Hidup Mereka Menderita Mojok.co

Dosa Jurusan Pendidikan yang Membuat Hidup Mahasiswanya Menderita

10 September 2025
Asal Kalian Tahu, ya, Kuliah di UPI Itu Bukan Berarti Mau Jadi Guru!

Asal Kalian Tahu, ya, Kuliah di UPI Itu Bukan Berarti Mau Jadi Guru!

24 Juli 2024
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna

30 Oktober 2025
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Hanya karena Sudah Ada PPG, Tidak Berarti Jurusan Pendidikan Lantas Dihapus, Logika Macam Apa Itu?

13 April 2026
Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam Mojok.co

Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam

7 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026
Menikmati hari Minggu di Sewon Alternatif wisata underrated Jogja (Unsplash)

Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja

12 Juli 2026
Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

11 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.