Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Motor Honda Supra X 125 Menolak Diisi Pertalite, Merepotkan dan Bikin Boros Aja!

Zubairi oleh Zubairi
5 April 2024
A A
Motor Honda Supra X 125 Menolak Diisi Pertalite, Merepotkan dan Bikin Boros Aja! Mojok.co

Motor Honda Supra X 125 Menolak Diisi Pertalite, Merepotkan dan Bikin Boros Aja! (dokumentasi penulis)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya saya menulis tentang betapa berharganya punya Motor Honda Supra X 125. Apalagi motor keluaran 2008 ini versi cakram belakang, kendaraan yang mulai langka di desa saya. Bahkan, beberapa kali orang ingin membeli motor ini dan tidak pernah saya lepas. 

Akan tetapi, di balik kebanggaan punya Motor Honda Supra X 125 yang mulai langka, saya sebenarnya menyesalkan beberapa hal. Salah satunya, motor milik saya rewel kalau diisi pertalite. Bunyi knalpotnya berubah seperti suara kentut setiap diisi pertalite. Saya jadi sedikit menyesal. 

Tidak semua motor Honda Supra X 125 rewel kalau diisi pertalite. Saya hanya kurang beruntung saja. Sebenarnya tidak hanya saya yang kurang beruntung, ada beberapa pemilik motor Honda Supra X 125 yang bernasib sial. Paman saya adalah salah satunya. 

Motor Honda Supra X 125 milik saya konslet kalau diisi pertalite

Performa motor saya langsung anjlok kalau diisi dengan pertalite. Selain bunyi knalpotnya yang berubah, tarikan gasnya jadi nggak normal. Tersendat-sendat. Kalau kata Boger Bojinov itu “Adduh, konslet.” Pernah suatu ketika, gara-gara diisi pertalite, motor ini harus dirawat ke bengkel terdekat. Penyakitnya ternyata nggak langsung sembuh sekalipun langsung diisi dengan pertamax. 

Motor paman juga pernah mendadak mati di jalan dekat rumah. Padahal, bensin di tangki masih ada. Setelah diingat-ingat, ternyata paman mengisi motornya dengan pertalite. Namun, motor paman saya agak berbeda dengan motor saya. Ketika diisi satu liter pertamax, motor rewel itu perlahan hidup sehingga nggak perlu didorong untuk dibawa ke bengkel

Terpaksa pakai pertamax yang lebih mahal dan sulit didapat di desa

Sejak mondok di bengkel, motor Honda Supra X 125 saya nggak pernah diisi dengan pertalite. Harga pertamax yang lebih mahal daripada pertalite memang membuat kantong saya agak was-was. Tapi, mau bagaimana lagi? Lebih baik seperti itu daripada motor rewel terus dan perlu biaya yang lebih besar.   

Selain harga, pertimbangan lain yang membuat saya malas menggunakan pertamax adalah di desa saya nggak ada pom bensin. Pom bensin mini pun tidak ada. Itu mengapa saya nggak bisa mengisi bahan bakar sesuai duit yang saat itu ada di kantong. Misal uang di kantong hanya Rp5.000 atau Rp10.000 di kantong, jelas saya nggak bisa beli pertamax. Saya harus mengisi bensin dengan ukuran dan harga yang dipatok penjual. 

Satu-satunya jalan, saya jadi sering ngutang ke penjual. Untung saja penjualnya adalah tetangga saya yang baik hatinya. Coba kalau ada pom bensin yang bisa bebas mau ngisi berapa saja sesuai dengan budget yang dimiliki. Itu hanya bisa saya lakukan di pom bensin desa sebelah yang jaraknya lumayan jauh. 

Baca Juga:

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

Di atas duka saya memiliki motor Honda Supra X 125 versi cakram belakang yang mulai langka. Memang merepotkan punya kendaraan yang satu ini, tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur sayang. Pelan-pelan saya harus berdamai dengan kekurangan-kekurangannya. 

Penulis: Zubairi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Suara Ganjil Motor Matic yang Butuh Servis. Terpaksa Saya Tulis karena Banyak Pengendara Nggak Peka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2024 oleh

Tags: motor hondamotor Honda Supra X 125pertalitepertamaxsupra x 125
Zubairi

Zubairi

Pemuda asli Sumenep, Madura yang biasa makan nasi jagung dan gengan kelor.

ArtikelTerkait

Derita Tinggal di Pertashop- Sebuah Warisan yang Meresahkan (Foto milik penulis)

Derita Tinggal di Pertashop: Bisnis Warisan yang Meresahkan

24 Januari 2023
Honda Scoopy, Motor yang Nggak Ramah Dikendarai di Musim Hujan

Honda Scoopy, Motor yang Nggak Ramah Dikendarai di Musim Hujan

9 September 2024
Motor Honda Revo Simbol Ngenesnya Umat Manusia (Unsplash)

Motor Honda Revo: Simbol Ngenesnya Umat Manusia

25 Agustus 2023
Pertashop di Gunungkidul Kini Sudah Menjadi Bangkai Sejarah (Unsplash)

Mengenang Perjalanan Singkat Pertashop di Gunungkidul yang Kini Sudah Menjadi “Bangkai Sejarah”

6 April 2024
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Pemilik dan Pegawai Pertashop, Korban Pertamax Oplosan yang Paling Menderita: Bisnis Mati Sudah Pasti, Bertahan Mana Ada yang Mau Beli?

3 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.