Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Support Your Local Brand: Kok Harganya Nggak Support Customer, Sih!

Syifa Ratnani Faradhiba Jane oleh Syifa Ratnani Faradhiba Jane
13 September 2019
A A
local brand

local brand

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini di Indonesia sedang ramai brand-brand lokal yang mulai banyak diminati. Brand lokal ini umumnya bergerak di industri fashion dengan konsep yang beragam. Local brand hadir sebagai alternatif pilihan atas derasnya arus globalisasi yang mempermudah akses customer pada brand-brand dari luar negeri yang mendunia. Menyoal kualitas pun sudah ada banyak local brand yang kualitasnya juga tak kalah dari merk-merk kenamaan dari luar negeri.

Industri local brand juga kian diminati seiring dengan maraknya upaya negara dan kelompok-kelompok tertentu meningkatkan semangat dan kesadaran atas pentingnya mendahulukan merk-merk lokal, berbagai slogan pun dimunculkan demi meraih atensi publik, mulai dari “cintai produk-produk lokal”, “support your local brand” hingga “cintailah produk-produk Indonesia”.

Namun sayangnya antusiasme yang cukup tinggi dari para customer ini seringkali sering disalahgunakan oleh mereka yang ingin meraup keuntungan setinggi-tingginya, umumnya industri local brand memang memiliki harga yang barangkali tidak murah, disebabkan oleh banyak faktor seperti ongkos produksi yang juga tidak murah mengingat industri local brand biasanya hanya memproduksi dalam jumlah kecil, tidak seperti barang yang diimpor dari Cina misalnya yang di produsi secara massal, faktor lain yang juga mempengaruhi adalah tingginya harga bahan baku dengan kualitas yang baik serta konsep desain yang dipilih. Barangkali kita sebagai customer dapat memaklumi hal tersebut, namun tentu beda cerita dengan local brand yang kualitas barangnya biasa saja namun tetap mematok harga selangit dengan embel-embel ‘limited edition‘. Hal ini seringkali bikin gemas, harga yang dipatok sudah kelewat tak wajar, terkadang malah melebihi harga barang import dengan merk kenamaan dengan kualitas yang juga jauh berbeda.

Beberapa distro di kota-kota besar seringkali menggunakan trik ‘limited edition’ ini. Dengan dalih Limited Edition, sebuah kaos putih polos dengan logo distro bisa dipatok harga selangit yang tak wajar. Beberapa orang yang memang telah memantapkan diri sebagai pelanggan yang loyal mungkin tak keberatan, tapi bukankah yang demikian justru bisa jadi boomerang nantinya bagi industri tersebut? Penentuan harga yang tidak masuk akal hanya akan menyebabkan customer kehilangan rasa kepercayaan pada industri tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang akan lebih memilih produk merk luar negeri yang sudah jelas brand image serta kualitasnya atau sekalian saja membeli produk import dari Cina yang jelas lebih murah, dengan begitu industri lokal bukan malah gemilang justru makin terpendam.

Kita harus percaya bahwa dengan memberikan dukungan pada brand local dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal kedepannya, namun tidak berarti para produsen brand lokal memanfaatkan ambisi ini seenaknya sendiri apalagi dengan mengkhianati customer yang telah memberikan kepercayaan pada karya sang perancang brand tersebut. membuat brand bukan pekerjaan mudah, alangkah lebih baik tetap menjaga ekosistem ini sehat.

Mahal dan murah memang relatif, apa yang murah bagi saya barangkali mahal bagi anda, tapi secara garis besar kita punya range harga yang sama kok termasuk untuk barang-barang lokal. Let say, bahwa kaos-kaos distro itu memiliki pesan filosofinya yang barangkali jadi alasan mengapa lantas harus dijual dengan harga selangit, tapi yakin deh tidak ada salahnya mulai mempertimbangkan kembali rasionalitas harga, sekali lagi agar industri ini panjang umur dan tidak jalan di tempat. kecuali jika brand lokal tersebut memang menganut filosofi kapitalis, ya beda cerita. (*)

BACA JUGA Konsep Pembeli adalah Raja: Itu Kolot, Zheyeng! atau tulisan Syifa Ratnani Faradhiba Jane lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Baca Juga:

Kalau Kosmetik Punya Zodiak, Viva Itu Capricorn. Nggak Banyak Gaya, tapi Bisa Diandalkan

5 Rekomendasi Serum Retinol Lokal yang Aman dengan Harga Masuk Akal

Terakhir diperbarui pada 13 September 2019 oleh

Tags: brand lokalbrandedekonomi masyarakatproduk imporsupport your local brandsupportyourlocalbrand
Syifa Ratnani Faradhiba Jane

Syifa Ratnani Faradhiba Jane

ArtikelTerkait

zukini produk impor mahal mojok

Dari Zukini, Saya Paham Kenapa Produk Impor Itu Mahal

14 Agustus 2021
5 Rekomendasi Serum Retinol Lokal yang Aman dengan Harga Masuk Akal

5 Rekomendasi Serum Retinol Lokal yang Aman dengan Harga Masuk Akal

9 Oktober 2024
Rekomendasi Lip Tint Lokal Tahan Lama dengan Harga Merakyat, Nggak Kalah sama Lip Tint Korea

Rekomendasi 4 Lip Tint Lokal Tahan Lama dengan Harga Merakyat, Nggak Kalah sama Lip Tint Korea

27 September 2023
Kalau Kosmetik Punya Zodiak, Viva Itu Capricorn. Nggak Banyak Gaya, tapi Bisa Diandalkan

Kalau Kosmetik Punya Zodiak, Viva Itu Capricorn. Nggak Banyak Gaya, tapi Bisa Diandalkan

22 April 2025
Apa Kabar Brand Lokal yang Sempat Merajai Distro di Indonesia?

Apa Kabar Brand Lokal yang Sempat Merajai Distro di Indonesia?

27 Februari 2022
5 Brand Makeup Lokal Low Budget Cocok untuk Daily Makeup Terminal Mojok

5 Brand Makeup Lokal Low Budget, Cocok untuk Daily Makeup

14 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.