Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Entah Kalian Suka atau Tidak, Vinicius Junior Adalah Pemain Terbaik di Dunia Saat Ini, dan Kita Tak Perlu Berdebat

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
23 Oktober 2024
A A
Entah Kalian Suka atau Tidak, Vinicius Junior Adalah Pemain Terbaik di Dunia Saat Ini, dan Kita Tak Perlu Berdebat

Entah Kalian Suka atau Tidak, Vinicius Junior Adalah Pemain Terbaik di Dunia Saat Ini, dan Kita Tak Perlu Berdebat (Lina Reshetnyv via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Vini, di depan pemain Dortmund yang kepayahan, menari-nari seakan-akan sedang menikmati pesta megah nan meriah. Di akhir tarian, dia menendang bola sekeras mungkin. Kobel hanya bisa menatap nanar bola kelima yang masuk di gawangnya. Tiga di antaranya, dilesakkan oleh Vini, penari terbaik di sisi kiri Real Madrid.

Vinicius Junior mungkin jadi pemain paling dibenci oleh pemain Dortmund saat ini. Beberapa bulan lalu, sisi kanan Dortmund jadi tempat bermain dan tempat pamer skill-nya Vini. Di laga itu juga, Dortmund menjadi pesakitan, setelah dipuja setinggi langit karena dianggap akan menyelamatkan sepak bola, tapi malah menandatangani kesepakatan dengan penyedia senjata yang jadi pemasok untuk Israel.

Semalam, Vini membuka luka Dortmund, melepaskan jahitannya dengan paksa, dan meneteskan air garam sembari menari. Tapi orang-orang tak peduli dengan sakitnya Dortmund. Orang-orang mengenang bagaimana Real Madrid meraih kemenangan meski di babak pertama kebobolan 2 gol. Orang-orang mengenang bagaimana Vinicius Junior menari-nari di depan Sule dan Emre Can, memperindah reputasi yang dia punya dengan menghancurkan reputasi mereka berdua.

Performa ajaib Vini semalam bukan yang pertama, dan jelas bukan yang terakhir. Apa yang dia tunjukkan semalam, lebih tepat dianggap sebagai penegas bahwa dia memang pemain terbaik dunia saat ini.

Drama Vinicius Junior

Saya tahu kenapa orang-orang meragukan kualitas Vinicius Junior, terlebih mengakuinya sebagai yang terbaik di dunia. Secara trofi, tentu orang akan memilih Lamine Yamal dan Rodri, yang barusan memenangkan Euro. Atau, Carvajal, yang jelas lebih komplet memenangkan hampir segalanya musim ini (kecuali trofi terkutuk Copa del Rey, tentu saja).

Sedangkan Vini, justru lebih terlihat melucu bersama Brasil. Tapi ini bukan masalah Vini tentu saja. Hampir semua pemain Brasil yang bermain untuk tim besar di Eropa seakan tak bisa apa-apa saat memakai seragam negaranya.

Orang-orang mungkin akan lebih suka membicarakan drama rasisme Vini. Entah kenapa, orang-orang tidak berada di samping Vini ketika dia mendapat ujaran rasis. Hampir semua sepakat Vinicius Junior hanyalah seorang diva yang menggunakan kartu rasis. Rasisme yang betul-betul nyata di hadapan mata tak tampak, tapi segala hal yang tak ada hubungannya dijadikan alasan untuk membenarkan rasisme.

Saya tetap akan menganggap Vinicius Junior pemain terbaik sedunia. Bukan karena saya fans Madrid—sekalipun itu jadi salah satu faktor. Tapi, lihat bagaimana Vinicius, pada banyak kesempatan, jadi satu-satunya harapan Real Madrid meraih asa kemenangan.

Baca Juga:

Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Apa pun Bencana yang Menimpa Barcelona, Real Madrid lah (yang Dituduh Jadi) Penyebabnya

Kita bisa bicara heroiknya Andriy Lunin sepanjang musim yang lalu. Atau, betapa Kroos begitu digdaya membelah pertahanan lawan hanya dengan satu umpan. Tapi dua kisah heroik ini tak bisa lengkap tanpa Vini sebagai ujungnya. Dan di bayak kesempatan, nasib Madrid ada di tangan Vini.

Rodrygo memang klinis, tapi bagaimana Vini mengacak-akan pertahanan di tiap pertandingan perlu diapresiasi. Terlebih dia sempat cedera lama, dan ketika kembali, seakan tak ada yang terjadi.

Saya bisa saja menceritakan banyak kehebatan Vinicius Junior pada musim lalu. Tapi tak perlu, sebab orang lebih memilih untuk menegasi kehebatannya, sekalipun alasannya begitu tak masuk akal.

Keindahan yang sempat hilang

Kenapa saya memilih Vinicius Junior sebagai pemain terbaik, sederhana saja, dia memunculkan apa yang sepak bola modern hilangkan: keindahan dan keajaiban.

Untuk keindahan, mungkin sekarang standar keindahan orang bergeser. Dari aksi individu menjadi bagaimana sebuah tim bekerja. Makin terstruktur dan rapi, makin indah. Makin tim tersebut bergerak sesuai rencana, makin indahlah permainan tersebut. Saya pun begitu, menikmati permainan rapi dan terorganisir ala Manchester City.

Tapi perlu diingat, bahwa kebanyakan dari kita jatuh cinta pada sepak bola karena pemain tertentu. Mungkin karena melihat gocekan R9 di YouTube, keindahan gocekan Messi, tendangan akrobatik Ronaldo, atau umpan-umpan tak masuk akal dari Pogba. Ketika sepak bola sudah begitu terstruktur dan seakan-akan tak memberikan ruang untuk keindahan individu, Vinicius jadi penyegar.

Ketika Neymar sudah kehilangan magisnya karena cedera, Grealish yang malah seperti mesin, serta Hazard yang memilih untuk menyantap burger, Vinicius Junior mengingatkan kita akan takjubnya kita ketika pertama kali mencintai sepak bola.

Saat Rudiger, Militao, atau Courtois membuang bola ke arah Vini, kau tahu akan ada keajaiban terjadi. Sebenarnya yang terjadi sudah bisa ditebak. Vini akan berusaha melewati dengan memanfaatkan kolong kaki pemain, atau berusaha melakukan rainbow flick, atau gocekan-gocekan lain. Tapi sekalipun kita tahu apa yang akan dia lakukan, kita tetap penasaran, keajaiban apalagi yang akan ia bikin.

Hebatnya, dia melakukannya dengan konsisten, dan konsistensi inilah yang membawa Real Madrid meraih banyak trofi yang bisa mereka raih. Keindahan yang membawa perayaan, sudah cukup bagi saya untuk menasbihkannya sebagai pemain terbaik dunia.

I am him

Bellingham merebut bola dari kaki pemain Dortmund, lalu Vinicius mengambilnya. Sendirian, dia berlari melewati Emre Can, yang kepayahan lalu dibantu Sule. Sule pun tak bisa apa-apa. Vini, seperti biasa, melakukan cut inside lalu menendang bola. Gol.

Vini berlari ke sudut lapangan sembari melepas jersey dan membantingnya ke tanah. Di sudut lapangan, Vini berteriak. Di sudut lapangan tersebut, Vini mengirimkan pesan ke seluruh dunia: lihat aku, akulah pemain terbaik di dunia saat ini, entah kalian suka atau tidak, kalian tahu bahwa saya benar.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Vinicius Junior, Teriakan Monyet di Mestalla, dan Betapa Bodohnya Pemakluman atas Rasisme

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2024 oleh

Tags: ballon d'orreal madridvinicius junior
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

4 Striker yang Wajib Direkrut Real Madrid setelah Karim Benzema Pergi

Beri Karim Benzema Ballon d’Or Sekarang Juga!

5 Mei 2022
Real Madrid, Klub yang Tidak Punya Zaman (Unsplash) la liga

Kenapa Jadwal Pertandingan La Liga Tak Ramah untuk Penonton Asia?

5 November 2024
Florentino Perez, Orang Paling Berbahaya di Jagat Sepak Bola UEFA Super League

Florentino Perez, Orang Paling Berbahaya di Jagat Sepak Bola

22 Desember 2023
Jangan Kaget kalau Mbappe Akhirnya Bertahan di PSG real madrid

Jangan Kaget kalau Mbappe Akhirnya Bertahan di PSG

11 Mei 2022
gareth bale manchester united tottenham hotspurs mojok

Manchester United Sebaiknya Tidak Perlu Mengejar Gareth Bale

17 September 2020
Keylor Navas yang Nahas

Keylor Navas yang Nahas

4 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.