Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
21 Agustus 2026
A A
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Udah tau jalanan di Lamongan jelek, kok ya pake Honda Scoopy? Nalarnya tuh dipake apa nggak sih?

Di antara sekian banyak misteri sosial di tanah kelahiran saya, ada satu fenomena unik yang saban hari berhasil membuat saya mengurut dada. Kita semua tahu, jalan Lamongan memang begitu bergelombang. Penderitaan berkendara di sini adalah sebuah keniscayaan. 

Namun, di tengah kontur jalanan yang ganas dan penuh cobaan itu, saya justru mendapati sebuah pemandangan yang amat kontradiktif. Masyarakat Lamongan, terutama anak-anak mudanya, secara masif dan tanpa ragu justru menjadikan Honda Scoopy sebagai kendaraan tempur harian mereka.

Setiap kali melihat deretan Scoopy membelah jalanan Lamongan yang gronjal-gronjal, ada pertanyaan mendasar yang terus menari-nari di kepala saya, sudah tahu jalanan di daerah sendiri rusak dan bergelombang, kok ya malah memilih motor yang spesifikasinya bertolak belakang dengan realitas lapangan? Ini logikanya bagaimana?

Ketika visual melumpuhkan akal sehat

Keberhasilan Honda Scoopy menguasai pasar Lamongan membuktikan satu hal mendasar tentang perilaku konsumen, yakni kita adalah bangsa yang gampang sekali luluh oleh tampang.

Soal fungsi, performa, daya tahan mesin, hingga rasa berkendara, itu perkara belakangan yang kalau bisa tidak usah dibicarakan. Motor ini murni hidup dari kekuatan branding retro-modern yang menggemaskan, bukan dari keunggulan fungsional yang bisa diandalkan untuk menghadapi jalur ekstrem.

Mari kita bedah secara rasional. Honda Scoopy dibekali mesin 110 cc eSP yang secara teknis memang irit bahan bakar. Tapi ingat, irit tidak otomatis berarti ideal. Tenaga yang dihasilkan mesin kecil ini terasa sangat pas-pasan, untuk tidak menyebutnya loyo.

Akselerasinya lamban dan tarikan di putaran bawah hingga menengah sering kali terasa brebet serta berat. Pengendara dipaksa ekstra sabar setiap kali memutar selongsong gas. Di tanjakan ringan atau saat harus menyalip truk di jalur Lingkar Utara, mesin Scoopy sudah megap-megap menunjukkan keterbatasannya, apalagi jika digunakan untuk berboncengan atau membawa barang belanjaan.

Baca Juga:

Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Honda seolah lupa bahwa konsumen di daerah seperti Lamongan tidak sekadar berkendara di atas aspal mulus perkotaan, melainkan bertarung dengan beban dan medan yang dinamis. 

Honda Scoopy: handling ringkih dan suspensi yang menyiksa pinggang

Siksaan berlanjut pada sektor kenyamanan dan keselamatan. Rangka Scoopy yang terasa terlampau ringan justru menjadi bumerang saat diajak melaju di jalanan bergelombang. Motor gampang oleng ketika diterpa angin samping dari truk trailer atau saat melindas permukaan aspal yang tidak rata.

ADVERTISEMENT

Suspensi bawaannya pun menyajikan kombinasi yang aneh: cenderung keras, tetapi tidak stabil. Ketika melindas lubang jalanan Lamongan, motor bukannya meredam guncangan dengan lembut, melainkan memantul-mantul tanpa kontrol yang baik. Pinggang dan tulang belakang pengendara menjadi korban utama dari kekakuan suspensi ini.

Situasi makin mengkhawatirkan saat memasuki musim hujan. Dengan velg berdiameter kecil (12 inci) dan profil ban bawaan yang kurang menggigit, daya cengkeram Scoopy terhadap aspal basah terbilang minim. Di jalanan licin atau tikungan tajam, motor ini sangat mudah tergelincir.

Kondisi tersebut diperparah oleh sistem pengereman depan yang kurang responsif di atas permukaan basah. Kombinasi antara ban berdiameter kecil dan rem yang kurang presisi adalah resep sempurna untuk memicu serangan jantung mendadak saat harus melakukan pengereman darurat.

Penderitaan penuh bagi pembonceng

Jika bagi pengemudinya saja Honda Scoopy sudah memberikan banyak kompromi, maka bagi pembonceng, motor ini adalah wujud penyiksaan yang nyata.

Bentuk jok Scoopy yang membulat, cenderung rata, dan minim grip membuat duduk di boncengan belakang terasa amat tidak aman. Setiap kali pengemudi membuka gas secara mendadak, pembonceng akan merasakan sensasi seolah-olah hendak terjungkal ke belakang. Tidak ada rasa memeluk atau menopang yang ergonomis.

Niat hati ingin tampil gaya membonceng pasangan membelah kota, yang didapat justru ketegangan otot tangan karena harus berpegangan ekstra kuat agar tidak menggelinding ke aspal. 

Honda Scoopy bukan motor buruk, tapi kurang cocok untuk jalanan Lamongan 

Honda Scoopy mungkin adalah kendaraan yang praktis, lucu untuk difoto, dan sangat memadai jika habitat utamanya hanyalah jalanan mulus kompleks perumahan atau area perkotaan yang steril.

Namun, mengandalkannya sebagai armada harian di kabupaten dengan karakter jalanan sekeras Lamongan adalah sebuah keputusan yang ajaib. Kita seolah-olah sengaja menukar kenyamanan fisik, keselamatan pengereman, dan ketenangan jiwa demi selembar estetika visual di jalan raya.

ADVERTISEMENT

Pada akhirnya, sebelum Anda tergiur untuk memboyong matic retro ini ke garasi rumah, coba tanyakan sekali lagi pada diri sendiri, apakah Anda benar-benar membutuhkan kendaraan yang fungsional untuk menyelamatkan pinggang Anda di jalan berlubang, atau sekadar ingin terlihat keren saat berhenti di lampu merah?  

Sebab jalanan Lamongan yang keras tidak akan pernah peduli seberapa imut bentuk motor yang sedang Anda kendarai.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Scoopy Adalah Bukti Kebobrokan Seni Menjual Motor Kosong dengan Wajah Lucu dari Honda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh

Tags: Honda Scoopyjalan rusak di lamongankondisi jalanan di lamonganlamongan
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Menunggu Solusi dari Bupati Lamongan Atas Harga Ikan yang (Masih) Nggak Masuk Akal

Menunggu Solusi dari Bupati Lamongan Atas Harga Ikan yang (Masih) Nggak Masuk Akal

1 Juli 2024
Surat Cinta untuk Motor Honda Scoopy Saya yang Genap Berusia 6 Tahun MOJOK.CO

Surat Cinta untuk Motor Honda Scoopy Saya yang Genap Berusia 6 Tahun

13 Agustus 2020
Honda PCX 160 Berbagi Stigma Menyebalkan Milik Honda Scoopy (Unsplash) lampu hazard motor matic

Honda PCX 160 Ternyata Setara dengan Honda Scoopy: Keduanya Termasuk Motor yang Menyebalkan!

8 Desember 2023
Tahu Campur, Kuliner Nikmat Asal Lamongan yang Kalah Tenar dari Soto Terminal Mojok

Tahu Campur, Kuliner Nikmat Asal Lamongan yang Kalah Tenar dari Soto

15 Oktober 2022
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Mempertanyakan Dinas Pariwisata Lamongan Ini Kerjanya Ngapain Saja, kok Bisa Potensi Wisata Lamongan Sebanyak Ini tapi Nggak Tercium?

16 September 2024
Mitos Gunung Pegat Lamongan yang Bisa Bikin Pegatan terminal mojok.co

Mitos Gunung Pegat Lamongan yang Bisa Bikin Pegatan

14 Desember 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jatinom, tempat rahasia yang bikin kamu jatuh cinta berkali-kali (Mojok.co/Audina Safira)

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

14 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1 Mojok.co

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

18 Agustus 2026
Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

14 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.