Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
10 Januari 2026
A A
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta (Raturecipe via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian bener-bener nggak cocok dengan gudeg, mending jadiin ayam geprek sebagai oleh-oleh Jogja kalian. Beneran, kalian pasti cocok!

Belakangan ini, setiap kali bertemu dengan kawan baru dan saya memperkenalkan diri sebagai orang Jogja, mereka selalu mengeluhkan hal yang sama. Teman-teman baru saya yang berasal dari luar kota dan pernah mampir ke Jogja selalu menyempatkan diri untuk makan gudeg. Bahkan mereka bawa oleh-oleh berupa gudeg untuk keluarganya.

ADVERTISEMENT

Mereka merasa bahwa wajib hukumnya untuk mencoba gudeg sebagaimana gudeg adalah ikon kuliner Jogja. Kebanyakan pun membeli gudeg kalengan di pusat oleh-oleh Jogja terlebih dahulu, baru menyempatkan diri nyicipin gudeg. Mereka yang belum pernah nyoba gudeg dan kebetulan punya selera yang berbeda pasti punya keluhan yang sama.

“Mbak, rasa gudeg kok manis banget, sih? Nggak cocok di lidah aku,” begitu kata mereka.

Sebagian besar teman-teman saya yang mengeluh seperti ini lebih akrab dengan kuliner dengan rasa asin atau pedas dibandingkan manis. Buat mereka, rasa manis itu ya cuma untuk camilan, makanan penutup, atau manisan, bukan untuk hidangan utama kayak gudeg.

Solusi oleh-oleh Jogja untuk wisatawan

Perlu kita akui bahwa cita rasa gudeg nggak selalu cocok di lidah wisatawan. Apalagi Indonesia ini punya banyak sekali kuliner lokal yang dominasi rasanya berbeda-beda. Misalnya di Jawa Barat sebagian besar panganan utamanya memiliki rasa asin, sementara daerah-daerah pegunungan di Jawa punya variasi makanan dengan rasa dominan pedas.

Lalu, apa oleh-oleh Jogja yang bisa ditawarkan ke wisatawan kalau bukan gudeg?

Gudeg memang sudah lama sekali menjadi ikon kuliner Jogja, suatu hidangan yang wajib dicoba di kota kelahirannya secara langsung. Tapi, ada juga lho makanan utama yang sudah lekat dengan Jogja, ada di berbagai daerah tapi hasil imitasinya nggak pernah mirip dengan aslinya, sekaligus juga rasanya lebih universal dan mudah diterima oleh lidah.

Baca Juga:

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

Culture Shock Orang Makassar ketika Merantau ke Jogja: Ketika Sopan Santun Orang Jogja Lebih Misterius ketimbang Rumus Fisika Kuantum

Ia adalah ayam geprek.

Ayam geprek lahir di Jogja berkat Ibu Ruminah atau Bu Rum yang mulai membuat dan memasarkannya sejak tahun 2003 di daerah Papringan. Nama blio memang sudah sangat terkenal, apalagi di kalangan mahasiswa. Beberapa cabang Bu Rum pun bisa dengan mudah ditemukan di sekitaran kampus-kampus di Jogja.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Ayam geprek yang memang berasal dari Jogja jadi alasan kuat, ya untuk menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Jogja. Selain itu, setiap makanan khas daerah tertentu pasti akan diubah-ubah keasliannya di tempat lain sehingga wajib banget untuk mencobanya langsung di tanah kelahirannya.

Sebuah fakta bahwa ayam geprek di luar Jogja itu skill menirunya nggak 100 persen plek ketiplek sama. Namanya sama-sama ayam geprek tapi ada-ada saja anomalinya. Entah itu sambalnya cuma dioles ke ayamnya atau ayamnya cuma dipuk-puk. Padahal ayam geprek yang asli itu dihancurkan sampai remuk pakai ulekan. Rasanya pun nggak autentik asli Jogja. Makanya nyicipin yang asli itu harus langsung ke sini.

Ayam geprek akan jadi kuliner kontemporer khas Jogja

Kenapa lebih cocok jadi oleh-oleh Jogja, karena ayam geprek memiliki rasa yang lebih mudah diterima untuk setiap lidah warga Indonesia. Siapa pun, dari latar belakang agama dan sosial manapun bisa dan doyan makan ayam. Sambal juga merupakan representasi pendamping makan yang universal di Indonesia, meskipun cuma berbagai macam wujud. Soal dua hal ini, wisatawan yang mau makan ayam geprek nggak perlu adaptasi yang ekstrem.

Kalaupun nggak terlalu kuat dengan pedas, setiap warung selalu menyediakan sistem custom. Kita bisa mengatur sendiri level pedas yang kita mau. Bahkan kita bisa pilih juga jenis sambalnya. Bahkan, ayam geprek pun bisa disesuaikan dengan selera kita, misalnya bisa dikolaborasikan dengan keju seperti yang ada di Ayam Geprek Bu Rum. Jadi ayam geprek punya banyak pilihan dan alternatif.

Ayam geprek pun bisa dibilang adalah kuliner akar rumput. Ia lahir di tengah kebutuhan mahasiswa untuk makan banyak, kenyang, tapi tetap murah dan enak. Makanya ia identik dengan warung sederhana, mahasiswa, kelas menengah. Makan ayam geprek nggak perlu di restoran fancy. Warung dekat kampus atau jalan utama pasti menyediakan ayam geprek. Wisatawan jadi mudah untuk mendapatkannya.

Oleh-oleh Jogja yang lebih mudah diterima

Mungkin ada juga yang berpikir, kalau misalnya ayam geprek dijadikan oleh-oleh Jogja, terus cara bawa ke kampung halaman gimana? Masa dalam bentuk nasi bungkus.

Weitsss, jangan salah. Kalau gudeg bisa dikalengin, ayam geprek juga bisa di-frozen-in. Toh kalau misal wisatawan nggak suka dengan bentuk packaging makanan frozen, setiap warung pasti punya cara pengemasan mereka masing-masing, sehingga masih kelihatan lah autentisitasnya dari mereknya.

Ayam geprek cocok banget untuk dipertimbangkan sebagai oleh-oleh Jogja karena rasanya yang lebih universal dan mudah diterima lidah manapun, harganya terjangkau, fleksibel, dan cara mendapatkannya juga gampang banget. Bu Rum harus punya status yang sama legendarisnya sebagaimana Yu Djum.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2026 oleh

Tags: ayam geprekgudegoleh-oleh jogjaoleh-oleh khas jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026
Dosa Warung Ayam Geprek yang Nggak Disadari Mahasiswa (Shutterstock)

Dari Sekian Banyaknya Menu Makanan, Kenapa Ayam Geprek Selalu Jadi Pilihan Akhir Mahasiswa?

8 Januari 2024
Jogja Selalu Dianggap Manis, Padahal Ujungnya Selalu Pahit (Unsplash)

Jogja Selalu Dianggap Manis, Padahal Ujungnya Selalu Pahit

4 Juni 2024
Mengintip Kesenjangan Gender pada Pemberian Nama Warung Makan terminal mojok

Mempertanyakan Nama Warung Makan yang Identik dengan Gender Tertentu

30 September 2021
Mempertanyakan Selera Orang-orang yang Bilang Kuliner Jogja Mantap Mojok.co

Mempertanyakan Selera Orang-orang yang Bilang Kuliner Jogja Mantap

28 April 2024
6 Dosa Penjual Gudeg yang Ngaku Asli Jogja

6 Dosa Penjual Gudeg yang Ngaku Asli Jogja

11 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa banyak pemilik motor Honda trauma servis di AHASS? (Unsplash)

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

10 Juli 2026
5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal

5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal, salah satunya bikin malu saja

11 Juli 2026
3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau Jaklingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu Mojok.co

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

11 Juli 2026
Sidang Skripsi Mahasiswa UNY: Ribetnya Mirip Hajatan, Pantas Saja Disebut “Kondangan Akademik” Mojok.co

Sidang Skripsi Itu Hal yang Gampang, yang Lebih Susah Itu Mengurus Berkas Penjajakan dan Yudisium

5 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.