Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stereotipe Terkait Orang Kalimantan yang Bikin Ngakak, dari Juragan Batu Bara Sampai Suka Makan Orang

Nar Dewi oleh Nar Dewi
11 September 2022
A A
Stereotipe tentang Orang Kalimantan yang Bikin Ngakak, Dikira Orang Tionghoa Sampai Makan Orang Terminal Mojok

Stereotipe Terkait Orang Kalimantan yang Bikin Ngakak, Dikira Orang Tionghoa Sampai Makan Orang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apakah kamu orang Kalimantan yang juga sering mendapat stereotipe seperti di bawah ini?

Hidup di negara beragam etnis memang bisa memunculkan banyak keseruan. Salah satunya ketika sudah mencakup pandangan tentang suku-suku tertentu yang bagi kita kurang familier. Sedikit banyak saya pun beberapa kali mengalami “keseruan” ini.

Salah satu keseruan yang baru-baru ini saya alami adalah ketika saudara saya dari Kalimantan memutuskan kuliah di Jogja. Saya sendiri bukan orang Kalimantan, namun beberapa anggota keluarga saya ada yang menikah dengan warga pulau berjulukan paru-paru dunia tersebut, baik dengan suku Banjar maupun Dayak.

Dititipi anak orang untuk berkuliah di Jogja tentu bikin saya dan keluarga deg-degan. Namun di sisi lain saya jadi sering ketawa. Sebab, ada banyak komentar bernuansa stereotipe yang saya dengar dari beberapa tetangga rumah. Maklum, rumah saya berada di wilayah yang masih sangat pedesaan. Kebanyakan tetangga saya adalah pak tani dan bu tani yang hanya mendapatkan informasi dari TV.

Saya pernah memberi tahu sepupu saya soal komentar para tetangga yang lugu itu. Eh, sepupu saya malah antusias lantaran dia sering mendapat komentar serupa yang kadang justru bikin ketawa ngakak. Setelah kami sortir berbagai stereotipe yang kerap dilontarkan orang pada sepupu saya yang merupakan perempuan Kalimantan, setidaknya 5 anggapan ini yang paling sering dibicarakan.

#1 Orang Tionghoa

Sepupu saya memiliki kulit yang putih. Beneran putih dan bukan cuma kuning langsat, ygy. Kata dia sih sebetulanya ada juga orang Dayak dan Banjar yang berkulit sawo matang, tapi yang berkulit putih dan bermata sipit pun tak kalah banyak.

Gara-gara berkulit putih itulah sepupu saya sering dikira orang Tionghoa. Dia pernah jalan-jalan ke mal sendirian dan tiba-tiba dihampiri seorang sales yang memanggilnya, “Ce.” Begitu pula waktu di kampus. Baik dosen maupun teman-temannya selalu berasumsi dia orang Tionghoa.

Tapi ada satu kejadian yang nggak pernah saya lupakan terkait sepupu saya ini. Waktu itu kami sedang jalan-jalan di Candi Prambanan, hingga tiba-tiba ada serombongan siswa yang sedang study tour mengajak sepupu saya untuk berfoto bersama. Mereka mengira sepupu saya orang Korea! Kata sepupu saya, stereotipe yang satu ini justru seru, lantaran dia merasa bak selebriti. Wqwqwq.

Baca Juga:

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

Apa pun Kejahatan di Surabaya, Orang Madura Selalu Dijadikan Kambing Hitam

#2 Miliarder pemilik lahan batu bara dan sawit

Sampai hari ini, Kalimantan memang menjadi pulau penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Mungkin gara-gara itulah ada anggapan orang Kalimantan adalah juragan batu bara dan sawit.

Sepupu saya mengamini bahwa di desanya ada beberapa keluarga yang menanam sawit. Tapi, bukan berarti dia juragan yang hartanya nggak habis-habis 7 turunan, lho. Apalagi sampai dikira punya tambang batu bara.

Yah, meski sepupun saya pun mengakui bahwa dia kadang merasa kalap bak sultan saat berada di Jogja. Sebab, harga barang dan makanan di sini jauh lebih murah dibanding di tempatnya.

#3 Jago perang dan suka makan orang

Sebagai orang non-Dayak, saya selalu menganggap pakaian adat suku Dayak itu keren seperti pakaian penduduk asli Amerika. Namun, bagi anak tetangga saya yang masih SD, pakaian adat Dayak katanya mengindikasikan orang-orangnya jago berperang.

Lantaran yang ngomong anak-anak, tentu saya dan sepupu menganggapnya lucu-lucuan. Namun, sepupu saya ternyata pernah mendapatkan komentar yang lebih ajaib. Katanya dia pernah ditanya orang apakah dia suka makan orang.

Saking gemesnya ditanya begitu, sepupu saya mengiakan pertanyaan tersebut. “Iya, suka. Tapi kalau dimasak pakai cabai 5 kilo!”

Beberapa kali saya pun membaca curhatan orang Kalimantan di media sosial. Dan ternyata, mereka pun pernah ditanyai pertanyaan serupa. Waduh.

#4 Cakep semua

Ehem, poin keempat ini adalah poin khusus yang pengen di-highlight sepupu saya. Tapi berhubung yang punya ide nggak suka nulis, makanya saya yang akan menguraikan stereotipe ini.

Intinya gini, meski perempuan Dayak sering dianggap cantik-cantik, sebenarnya yang berwajah biasa pun banyak. Justru kata sepupu saya, dia kadang minder dengan ekspektasi orang-orang. Dia takut kalau ada yang berpikiran semua perempuan Dayak itu cantik, eh pas ketemu dia malah kecewa. Kan jadi canggung.

Sebagai sesama perempuan saya sih sepakat dengan pendapat sepupu saya. Saya pribadi sebagai perempuan Jawa sering dianggap sebagai perempuan yang lembut dan penurut. Padahal saya nggak ada lembut-lembutnya. Memangnya saya kapas dikatain lembut penurut?

#5 Punya ilmu gaib

Entah dari mana asalnya, banyak sekali cerita mistis yang beredar soal Kalimantan. Ini juga berlaku ketika seorang laki-laki hendak menikahi perempuan Kalimantan. Konon, si lelaki akan terikat oleh suatu hukum di luar nalar. Kalau si laki-laki nekat kabur, misalnya, alat kelaminnya tiba-tiba akan hilang begitu saja.

Suatu kali waktu masih di Kalimantan, sepupu saya pernah kenalan dengan cowok yang domisilinya di Jakarta. Waktu hubungan mereka makin romantis, meski cuma LDR, eh si cowok tiba-tiba mundur sambil minta maaf.

Sebab katanya, dia belum siap berkomitmen dan dia takut alat kelaminnya hilang kalau menyakiti perempuan Dayak. Hadeh. Boro-boro punya ilmu gaib, sepupu saya itu kalau mau ke kamar mandi sendirian malam-malam saja suka minta dianterin!

Yah, intinya sih stereotipe seperti ini memang cukup normal dan biasa kita jumpai di negara dengan beragam suku. Kadang anggapan-anggapan seperti ini justru bisa menimbulkan gelak tawa. Tapi, ada baiknya kita nggak terlalu terpaku pada anggapan yang belum jelas kebenarannya, apalagi kalau sudah mencakup hal-hal yang terlalu sensitif.

Penulis: Nar Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Misterius dan Tidak Masuk Akal yang Betulan Kejadian Selama Tinggal di Kalimantan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2022 oleh

Tags: banjardayakorang kalimantanstereotipSuku
Nar Dewi

Nar Dewi

IRT suka nulis

ArtikelTerkait

Teknik Geodesi_ Disamakan Geologi, Dimusuhi Kaum Bumi Datar terminal mojok

Teknik Geodesi: Disamakan dengan Geologi, Dimusuhi Kaum Bumi Datar

27 September 2021
Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

2 Agustus 2024
Membaca Salah Satu Buku yang Dibaca Suga BTS, 'Reinventing Your Life' terminal mojok.co

Mahasiswa saat Membeli Buku: Tipe Mereka Berdasarkan Jenjang Semester

28 April 2020
6 Stereotipe Papua yang Benar-benar Keliru

6 Stereotipe Papua yang Benar-benar Keliru

7 Agustus 2022
pemuja setan

Saya Pencinta Musik Keras dan Saya Bukan Pemuja Setan, Ingat Itu!

1 Juli 2019
Keresahan Radiografer yang Istilahnya Nggak Ada di KBBI dan Suka Dikatain Mandul radiographer ahli radiografi radiologi terminal mojok.co

Keresahan Radiografer yang Suka Dikatain Mandul dan Profesinya Nggak Ada di KBBI

13 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.