Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Stereotip Polisi yang Sering Kita Temukan di Film Bollywood

Johan Gregorius Manotari Pardede oleh Johan Gregorius Manotari Pardede
16 Juli 2020
A A
bollywood polisi india mojok

bollywood polisi india mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sambil mengisi waktu kosong kala pandemi ini, saya mulai mengisi waktu kosong dengan menonton film kesukaan saya yaitu film Bollywood. Film Bollywood tergolong menarik dan menghibur bagi saya pribadi. Sebab kala situasi sedang tegang, saya tiba-tiba bisa tertawa lepas melihat adegan yang tiba-tiba muncul ketika para pemainnya mendadak bernyanyi sambil berjoget.

Tapi selain kebiasaan itu, ada lagi kebiasaan yang saya saksikan di film Bollywood, yaitu mengenai polisinya. Boleh dikata polisi di film tersebut memberi kesan tersendiri atau barangkali unik dibandingkan film-film suguhan Hollywood ataupun Indonesia.

Adapun jenis-jenis polisi yang biasa ditampilkan dalam film Bollywood, sebagai berikut.

Datang telat ketika ada peristiwa

Untuk kesan seperti ini sudah saya dapatkan dalam beberapa film. Mulanya sewaktu pemeran utama mendapat tindakan kemalangan baik berupa ancaman pembunuhan atau tindakan kejahatan lain. Maka sang pemeran utama akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi untuk mendapat perlindungan dari polisi.

Maka dengan sigap, bagian komunikasi kantor polisi akan menyimak keluhan sang pengadu tersebut. Bukannya malah datang dengan cepat, malah boleh dikata polisi itu datang dalam waktu berjam-jam.

Di situ biasanya, pemeran utama akan mengomel-omel sesampainya polisi di tempat kejadian dan pada akhirnya menceritakan runtutan kronologis kejadian yang dialaminya.

Atau yang lebih parahnya lagi, saat sang pengadu dapat musibah di tempat umum dan polisi tidak jauh dari tempat terjadinya kejadian, malah ngomong ngalor-ngidul terhadap korban dan tidak segera bicara to the point mengenai rentetan kejadian yang baru dialaminya.

Komandannya berperawakan sangar

Nah, biasanya polisi yang akan datang ke tempat kejadian ada beberapa. Biasanya dua atau tiga orang polisi. Polisi segera mendatangi korban dan menanyai mengenai rentetan kejadian yang baru dialaminya.

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

4 Rekomendasi Film India Penuh Plot Twist Sambil Nunggu 3 Idiots 2 Tayang

Polisi yang menanyai itu adalah komandannya. Untuk ciri fisik yang dimiliki komandannya boleh dikatakan cukup berbeda dengan polisi pengawalnya. Badannya lebih besar sorot matanya lebih tajam. Dan untuk beberapa film, polisinya memiliki kumis.

Sambil menanyakan rentetan kronologis kejadian yang dialami korban, tak luput pula dia sambil menyalakan rokoknya. Kesan sangar semakin melekat padanya. Dan apalagi dari beberapa film yang saya saksikan, memperdengarkan suara komandannya yang begitu berat. Kesan sangar menjadi semakin melekat pada dirinya.

Polisi yang kocak

Sambil menanyakan kejadian yang barusan terjadi kepada korban, pertanyaan sang komandan biasanya ditambahi dengan pertanyaan yang nyeleneh dari anak buahnya. Sebagai contoh berikut,

Komandan : Sewaktu Anda sedang mengendarai mobil, mereka yang menyerangmu menggunakan plat motor bagaimana?

Di tengah keseriusan sang komandan bertanya dan saat sang korban ingin menjawab maka ajudan sang komandan menimpali, “kenapa mereka kalau menyerang Anda tidak terlebih dahulu melepaskan plat motornya?”

Mendengar pertanyaan itu, seketika para penontonnya akan tertawa. Penonton yang mulai mengikuti alur permasalahan film seketika kesal dengan adegan tersebut. Tapi boleh dibilang adegan tersebut bisa melemaskan urat yang sudah sempat tegang. Tak luput pula, penonton bisa segera menghela nafas sesudah bersitegang dengan awal mula konflik cerita yang terjadi.

Biasanya ada yang berkumis

Sadar atau tidak disadari setiap adegan film Bollywood yang menyuguhkan peran polisi, sering kali ada polisi yang berkumis. Kumisnyapun tergolong unik. Kumisnya berbentuk persegi panjang tepat di atas bagian tengah bibir pemiliknya. Atau kumis yang memanjang dengan pilinan di ujungnya.

Tapi yang menjadi kebiasaan dalam film Bollywood, pemilik kumis tersebut adalah komandan polisi. Dengan sorot mata yang tajam dan kumis yang tergolong lucu memberikan kesan tersendiri bagi pemirsanya. Biasanya saat sang komandan polisi tengah berpikir keras mengenai kejadian yang dilaporkan sang korban, dia akan mengambil waktu sendirian di ruang kerjanya, tak luput juga dia bercermin sambil mengamat-amati kumisnya. Seakan limpahan ilham pengertian didapatkannya ketika menyaksikan bayangan kumisnya di dalam cermin.

Itulah beberapa jenis polisi yang saya dapatkan berdasarkan pengamatan terhadap film Bollywood. Meskipun polisinya tergolong unik dan sesekali memberikan suguhan tindakan lucu, jalannya adegan film tetap dapat diikuti dengan baik dan memberi gambaran tersendiri bagi pemirsanya. Kesan melihat polisi di film Bollywood menjadi karakter tersendiri dalam setiap film yang menghadirkannya.

BACA JUGA Hal yang Perlu Anda Ketahui Jika Jatuh Cinta pada Perempuan Batak atau tulisan Johan Gregorius Manotari Pardede

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2020 oleh

Tags: bollywoodpolisi
Johan Gregorius Manotari Pardede

Johan Gregorius Manotari Pardede

Mahasiswa STAN yang doyan menulis dan membaca.

ArtikelTerkait

‘The White Tiger’ Menelanjangi Kemiskinan Struktural India dengan Cara non-Bollywood terminal mojok.co

The White Tiger: Menelanjangi Kemiskinan Struktural India dengan Cara Non-Bollywood

5 Februari 2021
aborsi dan negara yang ikut campur urusan privat

Polisi Larang Aborsi dan Negara yang Hobi Ikut Campur Hal Privat

29 November 2021
Aparat Penegak Hukum Harusnya Cinta Damai, Bukan Memukul Rakyat yang Sedang Aksi!

Aparat Penegak Hukum Harusnya Cinta Damai, Bukan Memukul Rakyat yang Sedang Aksi!

27 Agustus 2024
satpol PP, polisi

Pengalaman Jadi Satpol PP: Dianggap Penindas Rakyat Sampai Diancam Dibunuh

25 Juni 2020
8 Hal Klise yang Sering Muncul di Film Bollywood

8 Hal Klise yang Sering Muncul di Film Bollywood

28 Juni 2023
Perubahan Nggak Asyik yang Terjadi Kalau Seragam Baru Satpam Dibuat Mirip Polisi terminal mojok.co

Perubahan Nggak Asyik yang Terjadi Kalau Seragam Baru Satpam Dibuat Mirip Polisi

26 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda
  • Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya
  • Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing
  • Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya
  • Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.