Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Steam Deck, Calon Pembunuh Konsol dan PC Konvensional

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
26 Juli 2021
A A
steam deck valve konsol pc mojok

steam deck valve konsol pc mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Teknologi video gim berkembang cepat. Sejak era gim Pong hingga kini, gim digital tetap menjadi kesukaan banyak orang. Jika kemarin ada smartphone gaming yang canggih, lalu ada konsol semacam PS5 dan Nintendo switch, kini era baru dalam teknologi gim ada di depan mata. Steam Deck, sebuah alat bikinan Valve yang kehadirannya memang kita tunggu-tunggu. Bentuknya hampir mirip dengan Nintendo Switch, namun ia bukanlah konsol gim biasa pada umumnya. Bahkan, ia bisa dibilang PC gaming kerdil.

Alat ini memungkinkan kita memainkan gim-gim yang biasanya hanya mampu dimainkan di PC di mana saja, tak terbatas tempat dan alat. Memang belum semua gim masuk dan kompatibel dengan Steam Deck. Namun, tak lama lagi akan banyak gim yang ikut gabung sama Steam Deck-nya Valve. Gimana nggak asik, bisa main gim-gim berat sambil mancing, atau saat nongkrong di angkringan. Nggak perlu bawa laptop dan charger, pokoknya simpel dan antiribet. Apalagi pengin main gim tipe AAA sambil boker, dijamin mudah, nggak repot, dan enteng saja. Lha, yang dibawa lebih kecil dari sebuah iPad, enak banget. Beratnya juga nggak nyampe 6,5 ons.

Meski hampir mirip dengan saudara jauhnya si Nintendo Switch, urusan performa dan onderdil mereka berdua jauh berbeda. Steam Deck berlayar touchscreen tujuh inci, namun memiliki resolusi yang sudah cukup baik, yaitu 720p dengan 60 FPS. Memang soal urusan baterai, Nintendo switch lebih unggul, lebih awet, perbedaanya sekitar 2-3 jam. Tapi, harus diingat, Steam Deck punya performa yang lebih trengginas pun mampu melibas gim berat tiada tara. Urusan baterai, tinggal tunggu versi selanjutnya, pasti lebih tokcer.

Steam Deck dilengkapi dengan CPU AMD Zen 2, Ram 16GB DDR5, penyimpanan sudah SSD, sudah support WiFi dan bluetooth, port USB tipe C, dan yang pasti kuat diajak tirakatan main gim berat. Dengan kata lain, pembuatnya mengkonversi PC gaming standar ke dalam sebuah benda mungil nan ringan. Kemampuannya benar-benar dijanjikan akan jauh lebih baik dari semua konsol yang ada sekarang, tinggal tunggu waktu. Saya melihat banyak review dari YouTube, terutama yang memang sudah memegang teknologi keren ini. Sayangnya belum sampai ke Asia, masih dipasarkan di Eropa dan Amerika. Tapi, kehebohannya sudah sampai seantero dunia.

Tak mengejutkan kalau kehebohannya menular ke seluruh dunia, karena memang sudah lama dinantikan. Bayangkan di masa depan, saat ada turnamen gim, tak perlu lagi bawa-bawa laptop yang berat. Lebih keren lagi, kalau bisa dipreteli dan di modif sendiri layaknya PC. Tentu akan jadi poin plus jika Steam Deck bisa diupgrade untuk meningkatkan performa. Penyimpanan juga saya harap bisa ditingkatkan. Ia baru diberi kemampuan memori sebesar 64GB, 256GB, dan 512GB. Tentu kurang atau mepet untuk menyimpan gim-gim berat masa kini. Namun nantinya, akan diberi slot untuk micro SD. Tak selancar SSD, namun lumayan untuk sekadar memberi ruang baru untuk data.

Steam Deck adalah langkah awal yang bagus dalam dunia gim. Beberapa tahun lagi, kita akan melihat teknologi Steam Deck yang lebih canggih. Seperti halnya PS1 yang kini sudah bermetamorfosis menjadi PS5 nan aduhai. Atau Nintendo era 90-an hingga era kini yang sudah sekeren itu. Bukan tak mungkin, jika suatu saat konsol-konsol konvensional dan PC gaming itu akan tergeser dan dibunuh eksistensinya oleh Steam Deck dan alat semacamnya. Atau justru smartphone gaming yang akan duluan melesat dengan inovasinya yang terkadang mengerikan.

Yang pasti, harga Steam Deck pasti nggak murah kalau sudah masuk Indonesia. Saran saya, mulai nabung dari sekarang. Yang ada istri, pintar-pintarlah berpolitik. Semoga kita semua bisa secepatnya menikmati Steam Deck bersama-sama.

Sumber gambar: YouTube Steamworks Development

Baca Juga:

Pekalongan Kota Cheater, Julukan yang Bikin Suhu Kerap Dikira (Aslinya) Cupu

Mengenang Bisnis Rental PS yang Sempat Berjaya, Kini Merana

BACA JUGA Saatnya Menjawab Pertanyaan Paling Mutakhir: Mending Rakit PC atau Beli PS5? atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: gimHiburan Terminalindustri gimkonsolpc gamingsteam deckvalve
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

'Nevertheless': Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu terminal mojok.co

‘Nevertheless’: Cerita Fakboy Gaya Baru, Bukan Lagi Buaya, tapi Kupu-kupu

2 Juli 2021
Drama Korea pada 2000-2010 yang Berhasil Bikin Kita Terserang Korean Wave Terminal mojok.co

Drama Korea pada 2000-2010 yang Berhasil Bikin Kita Terserang Korean Wave

24 Juli 2021
Super Shot Soccer

Super Shot Soccer, Gim Sepak Bola Paling Menyenangkan pada Masanya

18 Oktober 2021
Seandainya Film Cruella Bersetting di Bantul terminal mojok

Seandainya Film ‘Cruella’ Bersetting di Bantul

6 Juni 2021
profesi kamen rider di indonesia mojok

Kamen Rider Bakal Punya 3 Pekerjaan Ini Andai Mereka Hidup di Indonesia

6 Agustus 2021
FIFA aturan baru sepak bola neymar mojok

Aturan Sepak Bola Baru Bikinan FIFA Blas Ra Mashok!

23 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.