Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
15 Januari 2026
A A
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis (Johanes Plenio via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Stasiun Slawi memang sepi, tapi bukan berarti tak punya peran yang penting. Justru ia adalah kunci kehidupan di Slawi

Bagi saya, kegiatan bepergian ke luar kota seharusnya memang nggak perlu dibikin ribet. Makanya menggunakan tranportasi seperti kereta api kerap jadi pilihan paling masuk akal: tinggal pesan tiket online, datang, duduk, dan menunggu sampai di kota tujuan. Apalagi kalau tempat tujuan masih punya stasiun terdekat, rasanya seperti dapat jatah hoki tahunan.

Seperti ketika saya ikut mudik ke kampung halaman istri di Slawi. Kecamatan kecil ini, bagi orang luar seperti saya, terlihat cukup maju, dengan pabrik-pabrik dan berbagai jenis pertanian yang tidak main-main. Meski wilayahnya kecil, transportasinya tergolong mudah karena sudah tersedia stasiun, sehingga akses ke dan dari tempat ini cenderung lebih praktis.

Stasiun sepi yang cuma punya dua kereta aktif

Stasiun paling utara di Daop 5 Purwokerto ini memang cuma punya dua kereta penumpang yang aktif. Makanya wajar kalau rute di sini disebut salah satu yang tersepi. Fakta ini saya peroleh dari cerita istri dan pengecekan di menu aplikasi KAI. Adapun pilihan kereta yang masih bisa dipesan ya cuma KA Kamandaka dan KA Joglosemarkerto.

Mendengar hal tersebut saya sempat mbatin, kok bisa ya stasiun sesepi itu tapi masih beroperasi. Kalau dibandingkan dengan Stasiun Cepu yang letaknya juga di kecamatan bahkan di ujung timur Jawa Tengah, jelas Stasiun Slawi kalah ramai. Stasiun Cepu punya sekitar 10 kereta yang lalu lalang dengan 72 jadwal keberangkatan dan kedatangan setiap hari berdasarkan GAPEKA 2026 yang beroperasi secara reguler, mulai dari layanan lokal dan jarak jauh.

Tapi tampaknya memang di situlah letak uniknya Stasiun Slawi. Sederhana, sepi, tapi masih bertahan hingga sekarang.

BACA JUGA: Slawi, Kota Teh yang Tidak Punya Kebun Teh

Saksi bisu kejayaan pabrik gula di Slawi

Jika ditelusuri ke masa lampau, pembangunan Stasiun Slawi sesungguhnya memang diciptakan bukan untuk melayani transportasi penumpang. Fungsi awalnya justru bersifat komersial: menjadi jalur angkutan bagi hasil perkebunan di sekitarnya, khususnya komoditas gula. Fenomena ini sejalan dengan dinamika pesat industri gula di Kabupaten Tegal pada era kolonial, ketika komoditas tersebut menjadi salah satu pilar ekonomi yang sangat strategis.

Baca Juga:

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

Teh dan Camilan Olahan Tahu Slawi Tegal, Layak Dikenal Lebih Banyak Orang seperti Warteg

Stasiun Slawi resmi dibuka pada 25 Agustus 1885. Awalnya berupa halte kecil yang menyertai peresmian jalur kereta api Tegal–Slawi sepanjang 14 kilometer, dioperasikan oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM). Meskipun saat ini fungsinya telah berubah dan dihadapkan pada aktivitas penumpang yang relatif terbatas, Stasiun Slawi tetap menjadi saksi bisu dari era kejayaan industri gula yang pernah mendominasi kehidupan ekonomi di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Stasiun Tegal itu Romantis, Sayang Dikorupsi

Stasiun Slawi akan tetap punya peran penting

Stasiun Slawi memang ditakdirkan untuk terus hidup dan beroperasi. Dari awalnya sebagai jalur pengangkut gula zaman kolonial hingga berubah menjadi rute transportasi publik, stasiun ini membuktikan satu hal: kesempurnaan stasiun nggak melulu soal kepadatan jumlah gerbong yang lewat tiap jam. Yang terpenting, justru dari perannya bagi warga sekitar, yang tetap bisa diandalkan, dan masih menghubungkan ke kota-kota besar seperti Semarang, Purwokerto, Cilacap, Solo, dan Yogyakarta.

Pun menurut saya, stasiun ini jelas punya nilai praktis yang nggak bisa diremehkan. Kalau saja sampai berhenti beroperasi, tentu saya akan ikut kelimpungan saat hendak main ke rumah mertua. Membayangkan harus mobilan atau naik bus pantura yang ugal-ugalan ya jelas bikin mikir pindho. Memang sih masih bisa menggunakan kereta dan turun di Stasiun Tegal. Tapi ya itu, tambahan waktu untuk perjalanan menuju ke Slawi ya tetap saja lumayan membuat mager.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Teh dan Camilan Olahan Tahu Slawi Tegal, Layak Dikenal Lebih Banyak Orang seperti Warteg

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2026 oleh

Tags: Slawistasiun di tegalstasiun slawiStasiun Tegal
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Slawi, Kota Teh yang Tidak Punya Kebun Teh

Slawi, Kota Teh yang Tidak Punya Kebun Teh

15 November 2023
Es Lontrong_ Minuman Legendaris Asli Slawi yang Sayang untuk Dilewatkan terminal mojok

Es Lontrong: Minuman Legendaris Asli Slawi yang Sayang untuk Dilewatkan

16 Juni 2021
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026
Jalur Hutan Jati Balapulang, Jalur Penghubung Banyumas dan Tegal yang Mencekam

Jalur Hutan Jati Balapulang, Jalur Penghubung Banyumas dan Tegal yang Mencekam

7 Oktober 2023
5 Cara Pengurus Pesantren Membangunkan Santri (Visual Karsa, unspalsh.com) dukuh babakan

Dukuh Babakan Lebaksiu Tegal: Sejarah Ki Gede Sebayu dan Kisah tentang Agresi Militer Belanda

4 Juli 2023
4 Hal yang Bikin Saya Malas Belanja ke Yogya Mall Slawi

4 Hal yang Bikin Saya Malas Belanja ke Yogya Mall Slawi

1 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.