Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sri Mulyani, Ibu Jangan Ikut Heran Kalau Anak Muda Lebih Senang WFH

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
12 Januari 2023
A A
Cacat Logika Sri Mulyani kalau Dia Heran Anak Muda Lebih Senang WFH Terminal Mojok

Cacat Logika Sri Mulyani kalau Dia Heran Anak Muda Lebih Senang WFH (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, Sri Mulyani berkunjung ke Amerika Serikat, tujuannya ketemu sama Bloomberg. Ketika berpidato, Menteri Keuangan Republik Indonesia ini menyampaikan sebuah hal yang menarik. Jadi, Sri Mulyani, mengutip omongan Bloomberg, berkata bahwa anak-anak muda sekarang lebih suka WFH (Work From Home). Anak-anak muda jadi tidak suka pergi ke kantor. Mereka lebih suka tinggal di rumah ibunya.

Kondisi tersebut terjadi karena pandemi. Orang-orang jadi lebih nyaman untuk tinggal dan bekerja dari rumah. Selain itu, keheranan Bloomberg, masih kata Sri Mulyani, kemungkinan disebabkan oleh generational gap. Orang tua senang kerja di kantor, anak muda di rumah saja.

Membaca pernyataan Sri Mulyani, awalnya saya agak khawatir. Kenapa begitu? Saya khawatir kalau Bu Sri nggak memahami bahwa WFH itu sebetulnya enak. Tapi, untungnya, sampai saat ini, kekhawatiran saya nggak menjadi kenyataan. Semoga Bu Sri nggak ikut heran.

Menengok Jakarta

Saya bilang khawatir karena berkaca dari Jakarta, Bu Sri Mulyani. Realitas yang ada membuat WFH itu rasanya jauh lebih manusiawi ketimbang berangkat ke kantor.

Para anak muda yang bekerja di Jakarta itu mulai dari berangkat kerja saja sudah menghadapi cobaan luar biasa. Banyak pekerja muda tinggal di kota satelit macam Depok atau Bekasi. Bahkan nggak sedikit juga yang dari Bogor dan Tangerang.

Kan beda sama pejabat, ya kan Bu Sri Mulyani? Enak, bisa menembus kemacetan yang nggak manusiawi dengan kawalan strobo.

Bayangkan, Bu Sri Mulyani, mereka harus berangkat minimal dua jam sebelum jadwal masuk kerja menggunakan kendaraan pribadi (motor). Mereka kudu bermacet-macetan di jalan dan memaklumi polusi suara klakson mobil-mobil orang kelas atas yang sok merasa paling berhak didahulukan.

Perjuangan hanya untuk sampai ke kantor

Para pekerja muda ini juga harus melawan terik matahari pagi yang nggak lagi menyehatkan karena sudah bercampur dengan polusi kendaraan. Itu baru yang menggunakan kendaraan pribadi, lho, Bu Sri Mulyani. Gimana dengan mereka yang menggunakan transportasi umum?

Baca Juga:

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Menangisi Menteri yang Kena Reshuffle Itu Konyol!

Tentu saja para pekerja yang naik transportasi umum nasibnya nggak kalah mengenaskan. Tak jarang mereka harus berdiri hingga berjam-jam karena transportasi umum yang mereka gunakan, entah itu Trans Jakarta, KRL, bus, dll., penuh sesak dengan orang-orang yang juga hendak berangkat kerja.

Rute KRL atau Transjakarta yang melalui beberapa stasiun atau halte membuat para pekerja harus berganti transportasi lagi. Kadang mereka harus menunggu bus di halte selama 15 hingga 20 menit sambil berdiri. Atau mereka harus berlari-lari melewati perbaikan jalan, tapi ketika sampai di stasiun, kereta sudah jalan sehingga harus sabar menunggu kereta selanjutnya.

Konsekuensi dan idealnya WFH 

Iya, saya memahaminya dengan baik. Sangat memahami konsekuensinya bekerja di sebuah daerah yang konon menjanjikan masa depan. Namun, Bu Sri Mulyani, WFH itu sangat ideal untuk anak muda. Kalau buat Milenial saja lebih enak, apalagi untuk Gen Z.

Tak bisa dimungkiri bahwa WFH dapat memangkas banyak waktu para pekerja, lho. Coba bayangkan, Bu Sri, bangun tidur saya bisa langsung kerja. Bukankah lebih efisien?

Gimana nggak efisien kalau anak-anak muda ini nggak perlu membuang waktu untuk persiapan berangkat kerja, kena macet, sampai harus ganti kendaraan umum beberapa kali. Efisien memanfaatkan waktu, anak-anak muda ini bisa lebih segar ketika bekerja. Energinya nggak habis untuk sekarang pulang dan pergi kerja.

Fleksibilitas yang mahal harganya 

Apakah cuma karena “drama berangkat kerja” bikin para anak muda ini lebih suka WFH? Oh, tentu saja nggak. Persoalan biaya pengeluaran yang tentunya jadi lebih besar, baik itu ongkos transportasi dari dan ke kantor atau biaya makan serta healing tipis-tipis dan jajan saat stres bekerja, juga jadi alasan para pekerja muda ini lebih menginginkan WFH.

Begini, Bu Sri Mulyani, WFH menghadirkan fleksibilitas bagi anak muda untuk bekerja. Bangun pagi hari masih pakai sarung, kemudian bikin kopi atau teh dan langsung berhadapan dengan pekerjaan nggak bikin mereka kerepotan mikir harus pakai outfit apa hari ini.

Selain itu, WFH juga menjauhkan para pekerja muda dari ekosistem kompetitif di kantor yang kadang toksik banget. Rekan kerja yang suka cari muka, ghibah, sampai nyalah-nyalahin. Mosok udah capek di jalan, eh, sampai kantor ketemunya sama orang-orang yang kayak gitu, Bu? Apa nggak tambah mumet?

Ketenangan

Patut diakui bahwa WFH nyatanya memicu rasa tenang dan tenteram. Meski dengan WFH, para pekerja ini nggak jarang menerima pekerjaan yang lebih banyak. Maka nggak perlu heran kalau dalam riset yang dilakukan oleh Stanford terhadap 16.000 pekerja selama sembilan bulan menyebutkan bahwa WFH justru meningkatkan produktivitas hingga 13 persen.

Begitulah, Bu Sri Mulyani, ketenangan sama dengan meningkatnya produktivitas. Jadi, gimana, Bu, apakah Ibu berani membawa wacana WFH lagi ke Bapak Presiden? Apa nggak tertarik sama meningkatnya produktivitas? Kan ini artinya sama pesan mulia Pak Jokowi untuk selalu kerja, kerja, dan kerja. 

Ajuin ya, Bu, mumpung Ibu masih jadi menteri. Hidup kan nggak ada yang tahu. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Petisi Kembalikan WFH, Bukti Nyata Warga Lelah dengan Drama Ibu Kota

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Catatan redaksi:

Terminal Mojok meminta maaf atas kesalahan kami dalam mengutip pernyataan dari media lain tanpa melakukan kurasi lebih lanjut. Kami juga meminta maaf jika konten kami menyebabkan kegaduhan dan disinformasi.

Kami sudah mengubah judul dan isi dari artikel sebelumnya sebagai bentuk tanggung jawab. Sekali lagi, kami mohon maaf. Terima kasih.

Salam.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2023 oleh

Tags: anak mudabloombergJokowiSri Mulyaniwfh
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Jokowi Belum Pernah Ke Kediri (Unsplash)

Bahkan Sampai Masa Jabatan akan Berakhir, Jokowi Belum Pernah Ke Kediri

17 Mei 2023
Trotoar Lebar di Jakarta, Cita-cita Ahok yang Sekarang Malah Dinyinyirin Pendukungnya Sendiri

Trotoar Lebar di Jakarta, Cita-cita Ahok yang Sekarang Malah Dinyinyirin Pendukungnya Sendiri

28 November 2019
Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru Mojok.co

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

6 April 2025
Pengambil Alihan TMII dari Yayasan Harapan Kita Adalah Tindakan Pemerintah Paling Gegabah terminal mojok.co

Pengambil Alihan TMII dari Yayasan Harapan Kita Adalah Tindakan Pemerintah Paling Gegabah

9 April 2021
wfh permanen panduan memilih laptop kerja online dari rumah dual monitor ganda mojok.co

Akan WFH Permanen? Ini Tips Memilih Laptop dan Jangan Lupa Monitor Tambahannya!

5 September 2020
Combo Nggak Tahu Diri dan Nggak Tahu Malu Gubernur Lampung (Unsplash)

Yang Nggak Tahu Diri Gubernur Lampung, tapi Kenapa Saya yang Malah Malu, ya?

7 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

11 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.