Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Dosa Sopir Bus Mira dan Sugeng Rahayu yang Bikin Pengendara Lain Jengkel

Yastin Ismityas Septiani oleh Yastin Ismityas Septiani
8 Agustus 2023
A A
Dosa Sopir Bus Mira dan Sugeng Rahayu yang Bikin Pengendara Lain Jengkel

Dosa Sopir Bus Mira dan Sugeng Rahayu yang Bikin Pengendara Lain Jengkel (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang nggak kenal bus jurusan Surabaya-Yogyakarta yang kerap jadi sorotan warga ini? Iya, bus Mira dan Sugeng Rahayu namanya. Kedua bus ini memang berada di bawah naungan perusahaan otobus berbeda, namun karakter sopir bus dan kernetnya nggak jauh berbeda. Kelakuan mereka di jalan raya kerap membuat jantung pengendara lain mau copot.

Sebagai seorang pengendara yang tiap hari berdampingan dengan kedua bus tersebut, saya merasa geram dan pengin banget nyamperin sopirnya. Gimana nggak geram, tingkah laku ugal-ugalan sopir bus Mira dan Sugeng Rahayu yang kerap bikin petaka di jalan raya ini seolah tak bikin mereka jera. Sering kali ketika papasan, timbul umpatan dalam hati dan doa-doa nggak baik kepada sopirnya. Mohon maaf, saya tahu itu nggak baik, tapi sebagai manusia biasa, kalau dirugikan dan dibikin jantungan terus, apa nggak kesal?

Kalian penasaran dengan dosa yang sering dilakukan sopir bus Mira dan Sugeng Rahayu di jalanan? Berikut saya sebutkan.

#1 Sopir bus Mira dan Sugeng Rahayu sering menyalip seenaknya hingga merebut jalur pengendara di depannya

Bukan bus Mira dan Sugeng Rahayu namanya jika mau sabar menunggu sampai kondisi jalan aman baru menyalip. Yang penting menurut sopir dan kernet aman, langsung gas pol aja menyalip kendaraan di depannya meski harus merebut sisi jalan sebelah kanan. Padahal dari arah depan ada pengendara lain, lho. Meski pengendara dari arah berlawanan menggunakan motor, tetap saja waswas dan bikin mata auto melek dengan degup jantung tak karuan.

Ujung-ujungnya pengendara motor dari arah berlawanan harus turun ke bawah aspal untuk mengamankan nyawanya. Karena kalau tetep ngeyel (meski benar) nyawanya menjadi taruhan. Sementara itu, sopir bus dan busnya tetap aman sentosa.

Nahas, ketika turun aspal motor oleng karena jalanan nggak rata atau berkerikil. Coba bayangkan seandainya pengendara motor ini sedang memacu motornya dengan kecepatan tinggi namun tiba-tiba haknya direbut oleh sopir bus Mira dan Sugeng Rahayu tak bertanggung jawab dan dia terpaksa turun dari aspal. Motor yang dikendarai bisa oleng dan terjatuh.

Astaghfirullah, sama-sama di jalan untuk mencari keselamatan dan rezeki untuk anak dan keluarga kok malah nyelakani kancane? Tolonglah pak sopir, mau mengharap berkah dari manaaa? Saya tahu bus-bus ini kejar setoran, tapi kalau bikin orang lain celaka apa mau kejar setoran malaikat Malik?

#2 Seenaknya menerobos lampu lalu lintas

Nggak hanya sekali dua kali bus Mira dan Sugeng Rahayu menerobos lampu lalu lintas. Berkali-kali saya menjumpai mereka tetap menerobos sekalipun kondisi jalanan sedang ramai. Bahkan ada kejadian bus Mira sampai menabrak pengendara lain dan berujung diamuk warga ketika di Caruban, Madiun, pada September 2022 silam.

Baca Juga:

Pertama Kali Naik Bus Harapan Jaya dari Semarang ke Blitar: AC Bocor, Ban Pecah, tapi Snack Melimpah

3 Kekurangan Bus Hasti yang Bikin Tersingkir dari Jalanan Kediri

Kejadian memalukan semacam itu tak membuat sopir bus ini tobat dan menghentikan ulah bodohnya itu. Padahal apa susahnya sih berhenti 5 menit saja? Kalau nggak mau ada lampu lalu lintas mbok ya masuk tol saja. Ingat, penumpang kalian itu juga manusia yang berharap selamat sampai tujuan melalui perantara bus yang kalian kemudikan, lho, pak sopir. Jadi, tolonglah saling menjaga keamanan berlalu lintas.

Kalau mau ugal-ugalan, monggo bikin jalur sendiri. Bikin aja jalur khusus bus Surabaya-Yogyakarta. Nggak usah ngerusuhi kami yang pengin bahagia dunia akhirat bersama keluarga tercinta ini. Tolooonggg…

#3 Bus Mira dan Sugeng Rahayu berhenti mendadak tanpa melihat kondisi jalan untuk menurunkan penumpang

Saya tahu, bus Mira dan Sugeng Rahayu menjadi primadona para penumpang yang hendak ke Yogyakarta, Solo, Madiun, atau Surabaya. Hal ini terbukti dari banyaknya penumpang yang naik bus ini. Padahal ulah ugal-ugalan sopirnya sangat naudzubillah. Dengan banyaknya penumpang, otomatis bus ini sering berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpangnya.

Entah karena penumpang yang mendadak minta berhenti atau memang sudah gaya mengemudi sopir bus dan kernetnya, bus jadi sering berhenti mendadak tanpa menyalakan lampu sein. Padahal di belakang bus ada banyak pengendara lain, lho. Tak jarang gara-gara bus berhenti mendadak, pengendara lain di belakang bus ikutan ngerem mendadak sambil mengumpat.

Nggak cuma itu, bus-bus ini juga sering berhenti di tempat yang nggak semestinya, misalnya di tengah-tengah pertigaan atau dekat pemberhentian lampu lalu lintas. Ketika pengendara lain hendak melaju karena lampu lalu lintas sudah hijau, bus ini masih menurunkan penumpang. Kalau sudah begini kudu sabar-sabar menunggu bus ini selesai menurunkan penumpang. Hmmm…

#4 Bunyi klakson yang memekakkan telinga

Jika ada pengendara lain yang berada di depan bus dan sekiranya menghalangi jalannya, bus Mira dan Sugeng Rahayu umumnya akan mengeluarkan suara klakson yang cukup membuat gendang telinga mau pecah. Kalau pengendara depannya belum mau minggir, bunyi nyaring klakson ini akan selalu terdengar.

Tak jarang juga ketika saya berkendara sambil menikmati suasana jalan raya, klakson ini muncul begitu saja. Kaget, jantung rasanya mau copot. Yang tadinya ngantuk langsung melek mendengar suara klakson bus Mira dan Sugeng Rahayu. Kalau nggak percaya, coba saja berkendara agak ke tengah saat kedua bus ini ada di belakang kalian.

#5 Berhenti di sisi kanan ketika di pemberhentian palang pintu kereta api

Kalau tadi di lampu lalu lintas sopir bus masih bisa menerobos, di pemberhentian palang pintu kereta api, bus ini nggak berkutik. Wajar, kali ini lawannya adalah kendaraan yang levelnya satu tingkat di atasnya. Kalau sopir bus Mira dan Sugeng Rahayu ngeyel, sudah pasti bus remuk hancur berkeping-keping disantap kereta api. Tapi, bukan Mira atau Sugeng Rahayu namanya jika tak membuat onar.

Apabila pengendara lain sudah memenuhi antrean panjang di depan palang pintu kereta api, maka bus ini akan berhenti di sisi jalan sebelah kanan. Nggak peduli dengan padatnya kendaraan dari arah berlawanan, pokoknya bus-bus ini harus ada di posisi terdepan sekalipun di sebelah kanan.

Akhirnya, begitu palang pintu kereta api dibuka, bus ini nyelonong duluan. Pengendara lain harus mengalah dan pengendara dari arah berlawanan juga harus sedikit bersabar jika terjadi macet. Memang jalan raya ini milik nenek moyangnya sopir bus Mira dan Sugeng Rahayu. Pengendara lain mah numpang aja, jadi ya harus ngalah.

Saya berharap ada sopir bus Mira dan Sugeng Rahayu serta kernet yang menjadi pembaca setia Terminal Mojok dan nggak sengaja membaca tulisan saya ini. Semoga setelah ini mereka tergerak merefleksikan diri mereka dan menghentikan dosa-dosa yang sudah mereka perbuat selama ini. Semoga saja, yaaa…

Penulis: Yastin Ismityas Septiani
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sugeng Rahayu, Raja Jalanan Jawa Timur.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2023 oleh

Tags: BusMiraperusahaan otobussopir busSugeng Rahayu
Yastin Ismityas Septiani

Yastin Ismityas Septiani

Guru di salah satu SMA di Magetan.

ArtikelTerkait

Bus Sugeng Rahayu, Si Lumba-lumba Jalanan Andalan Warga Nganjuk Utara yang Merantau ke Surabaya

Bus Sugeng Rahayu, “Si Lumba-lumba Jalanan” Andalan Warga Nganjuk Utara yang Merantau ke Surabaya

24 November 2023
Rosalia Indah Adalah Sebaik-baiknya Teman Perjalanan Darat dari Palembang ke Bogor

Rosalia Indah, Sebaik-baiknya Teman Perjalanan Darat dari Palembang ke Bogor

24 Mei 2023
Tim Mendang-Mending_ Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api_ terminal mojok

Tim Mendang-Mending: Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api?

6 Oktober 2021
Tips Aman Naik Bus Rosalia Indah supaya Terhindar dari Maling Mojok.co

Tips Aman Naik Bus Rosalia Indah supaya Terhindar dari Maling 

13 April 2025
Bus Sinar Mandiri: Sugeng Rahayu-nya Pantura yang Membuat Saya Mengingat Tuhan Sepanjang Kudus-Semarang

Bus Sinar Mandiri: Sugeng Rahayu-nya Pantura yang Membuat Saya Mengingat Tuhan Sepanjang Kudus-Semarang

26 Juli 2025
mahasiswa pertanian vietnam bus sleeper mojok

Naik Bus Sleeper Vietnam yang Lebih Ngeri dari Sumber Kencono

27 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Malas dan Tidak Punya Uang Mojok.co

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

8 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

5 Januari 2026
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Lumrah Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk Kota Jogja, dari yang Biasa Saja sampai yang Menyebalkan

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah
  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.