Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kalau Kalian Merasa Tidak Berguna, Ingat Masih Ada Smart Gate System UM Malang yang Lebih Sia-sia

Ahmad Fahrizal Ilham oleh Ahmad Fahrizal Ilham
10 September 2025
A A
Kalau Kalian Merasa Tidak Berguna, Ingat Masih Ada Smart Gate System UM Malang yang Lebih Sia-sia Mojok.co

Kalau Kalian Merasa Tidak Berguna, Ingat Masih Ada Smart Gate System UM Malang yang Lebih Sia-sia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah genap sepekan, masa perkuliahan berlangsung di Universitas Negeri Malang (UM). Dan, sudah selama itu pulalah, Smart Gate System (SGS) telah merecoki kehidupan perkuliahan ribuan mahasiswa, Merecoki dengan cara yang sangat menyebalkan.

Bagaimana tidak, kehadiran portal ini tidak pernah benar-benar diinginkan oleh banyak pihak di UM Malang. Selain itu, alih-alih secara signifikan dapat menanggulangi kasus kehilangan barang berharga, smart gate ini bikin mahasiswa kerepotan. Mereka sudah repot duluan sebelum menuntut ilmu di ruang-ruang kelas. 

Demi mendapat gambaran yang lebih jelas, sini, biar saya ceritakan dari kacamata mahasiswa UM Malang yang memang niat menuntut ilmu itu!

Ketidaksiapan yang sudah tertebak sejak awal

Sejak awal desas-desus soal SGS ini seliweran di UM Malang, saya sudah menolak keras ide tersebut. Soalnya, sulit sekali dibayangkan, sebuah tempat umum sekaliber kampus milik negara tega menarik pajak wajib bagi setiap pengunjung yang datang ke sana.

Dalih untuk menjaga keamanan, juga terasa seperti alasan yang dipaksakan. Lantaran, kita tahu, kalau untuk keamanan, mestinya kebijakan ini langsung dibarengi dengan hilangnya jalanan yang remang atau area minim pengawasan di sekitar kampus, dong. Nyatanya, tidak juga, kan?

Belum lagi perihal kesiapan dari penjaga keamanan kampus juga. Tentu, saya tidak sedang menyudutkan bapak-bapak satpam yang sudah berjibaku dalam mencegah berulangnya kasus kehilangan helm atau barang berharga lainnya di kampus.

Akan tetapi, tidak bisa dimungkiri, kalau jumlah mahasiswa UM Malang per hari ini itu ada banyak sekali. Bahkan, data yang saya temukan, Pak Rektor pernah secara terang menyebut, telah membuka kuota maba di tahun ini, sebanyak 12 ribu mahasiswa!

Sekarang bayangkan kalau belasan ribu anak orang yang masing-masing bawa motor itu, harus berebut tempat dengan belasan ribu mahasiswa dari angkatan sebelum-sebelumnya, plus masih ada ribuan tenaga pendidik dan dosen, serta ibu-ibu kantin yang sedang membawa dagangannya, untuk masuk UM Malang hanya dari 4 gerbang utama, tok. Bener-bener empat!

Baca Juga:

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

Apa nggak chaos itu? Yaa, jelas chaos, lah. Terus solusinya? Nah, justru itu masalahnya!

Antrean masuk UM Malang panjang yang mengular

Tidak hanya sekali-dua kali, saya mendapati antrean panjang dari mahasiswa yang sedang berjuang hanya demi bisa masuk kampus nomor 2 di Malang ini. Sebagai gambaran, bagi mahasiswa yang sudah mendaftarkan pelat nomor kendaraannya, sebetulnya bisa memasuki area kampus dengan mudah. Sekali pindai, kamera pengawas di dekat gerbang akan langsung mengenali nopol tersebut, dan membuka portal yang ada.

Begitu pun bagi mahasiswa yang kebetulan mengendarai kendaraan yang berbeda dengan yang didaftarkan nopolnya di web. Mereka tetap bisa masuk tanpa biaya, asal berkenan menempelkan kartu tanda mahasiswanya, ke area yang sudah disediakan, agar portal bisa otomatis terbuka.

Akan tetapi, proses yang singkat itu, kalau dijalani oleh ribuan orang kan, tetep bikin macet juga, kan?

Portal gerbang yang tidak konsisten

Alhasil, saya sering sekali menangkap momen di mana portal-portal UM Malang yang sudah dibangun mahal itu mendadak tidak digunakan. Atas nama mengurai kemacetan, gerbang sering tidak difungsikan. Tiba-tiba saja, sesampainya di depan gerbang, saya langsung disambut oleh portal yang sudah terbuka lebar. Saya tidak perlu tempel KTM ataupun pemindaian nopol kendaraan.

Tentu menyenangkan, kalau saya tidak perlu bermacet-macet hanya demi masuk kampus. Tapi kalau begini caranya, kan mending nggak perlu ada SGS itu. 

Buat apa coba, udah repot-repot bikin rencana, menutup telinga dari kritik, bikin uji coba, tapi pas pelaksanaannya kayak begini. Jadi kerasa kontradiktif gitu. Kampus, yang identik sebagai ruang akademis dan tempatnya orang-orang terdidik pada ngumpul, justru sekarang malah memberi ruang seluas-luasnya buat sistem yang tidak jelas sekaliber SGS. Duh! Bahkan, kalau saya boleh usul, rasa-rasanya huruf S yang ada di SGS itu cocoknya bukan buat smart, tapi sialan aja!

Memaksa mahasiswa UM Malang mengatur strategi

Melihat kondisi SGS UM Malang, mahasiswa mau tidak mau memutar otak. Saya yakin tidak sedikit mahasiswa yang kemudian memilih langsung masuk kampus tanpa hambatan via gerbang Ambarawa saja, daripada harus antre panjang kalau masuk di gerbang Jalan Semarang.

Pun tidak menutup kemungkinan, orang-orang lain, yang sedari awal dicurigai akan mengambil helm mahasiswa ini, akan mengakses gerbang yang sama dengan mudah. Hadehh. Kalau gini ceritanya, kan udah terbukti nggak guna ya. Aduhh. Saya bener-bener nggak tahu harus ngomong apa lagi, deh. Susah banget rasanya untuk nyari umpatan yang masih terbaca sopan kalau sampai tulisan ini nyampe ke Graha Rektorat.

Tapi, apapun itu yang jelas, saya tidak berbangga ketika tebakan saya kini terwujud nyata. Yang ada saya malah miris. Kok bisa petinggi-petinggi di UM, lebih berkenan menyia-nyiakan duit cuma buat gerbang nggak guna, ketimbang buat renovasi gedung-gedung yang keliatan udah nggak terawat aja.

Kan lumayan, selain bisa menunjang kegiatan perkuliahan dengan lebih nyaman bagi mahasiswa, juga setidaknya, saya tidak perlu misuh-misuh setiap mau masuk area kampus.

Penulis: Ahmad Fahrizal Ilham
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES Semarang, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2025 oleh

Tags: kampus malangMalangUMUM Malanguniversitas negeri malang
Ahmad Fahrizal Ilham

Ahmad Fahrizal Ilham

Berasal dari Malang, dengan ketertarikan mendalam pada narasi kemanusiaan. Ia meyakini bahwa cerita terbaik sering kali tidak ditulis, melainkan dirasakan dari detak jantung pemiliknya

ArtikelTerkait

3 Hal yang Perlu Diketahui sebelum Berlibur ke Kayutangan Malang yang Katanya Indah Mojok.co

3 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berlibur ke Kayutangan Malang yang Katanya Indah

13 Desember 2024
Sumber Maron, Destinasi Wisata Tersembunyi di Malang

Sumber Maron, Destinasi Wisata Tersembunyi di Malang

14 Juni 2023
Kota Malang Hari Ini: Problem Kemacetan dan Tamu-tamu Peradaban angkot surabaya

Artikel Balasan: Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang? Enak Aja!

8 Februari 2023
5 Bakso Malang Paling Enak di Malang Raya terminal mojok.co

5 Bakso Malang Paling Enak di Malang Raya

19 Oktober 2021
Pelican Crossing di Malang: Antara Ada dan Tiada

Pelican Crossing di Malang: Antara Ada dan Tiada

20 Februari 2023
Nasib Pejalan Kaki di Malang Menyedihkan Gara-gara Trotoar "Dirampok" PKL dan Tukang Parkir: Pilihannya Hanya Loncat atau Nunggu Ditabrak

Nasib Pejalan Kaki di Malang Menyedihkan Gara-gara Trotoar “Dirampok” PKL dan Tukang Parkir: Pilihannya Hanya Loncat atau Nunggu Ditabrak

26 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.