Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Skincare Mahal, Pakai Air Wudu Saja

Anu'ma Syifaus S oleh Anu'ma Syifaus S
3 Juni 2019
A A
skincare

skincare

Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang lebaran seperti ini, banyak orang-orang yang tiba-tiba muncul di peradaban sebuah kaum masyarakat setelah sekian lama entah ke mana—baik merantau untuk mencari pekerjaan atau meneruskan pendidikan. Tak jarang kehadiran orang-orang tersebut sontak membuat pangling masyarakat sekitar—terlebih tetangga-tetangga atau bahkan kerabat jauh yang hanya sesekali bertemu.

Tentu saja kemunculan yang tiba-tiba ini akan menimbulkan banyak sekali pertanyaan seperti: kapan nikah? kerja di mana sekarang? kapan lulus? loh, belum punya momongan?—atau yang lebih ekstrim lagi: mana THRnya? mana pacar? mana pasangan?

Selain itu, bagi kaum hawa pasti ada saja pertanyaan seperti: eh, kamu kok gendutan? sekarang tambah tinggi ya? kamu tambah cantik, pakai skincare apa nih?

Hadehhhh omongan netizen memang pedas seperti cabai rawit!1!1

Mengenai skincare, merupakan salah satu kebutuhan para perempuan-perempuan—termasuk saya—dalam hidup yang tentu saja sangat membutuhkan biaya perjuangan yang tidak sedikit dan cukup membuat saya harus sedia obat mag pada kotak obat pribadi. Pasalnya, harga skincare memang kadang menempatkan saya pada kondisi harus serba irit terlebih pada akhir bulan. Bisa-bisa saya harus makan tahu tempe terus setiap hari.

Siapa sih yang tidak ingin kulit mulus seperti bintang iklan di televisi? Kaum hawa pasti sangat berusaha untuk merawat dirinya untuk tampil lebih cantik dan menawan. Tidak tanggung-tanggung, banyak orang rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi skincare yang sangat mahal itu.

Tidak sedikit  orang  yang beralasan untuk menghindari gengsinya perihal skincare. Contohnya saja dengan kalimat: monmaap, skincare ku cuma air wudu. Terus dikasih emoticon senyum. Ini maksudnya apa—skincare kok pakai air wudu?

Banyak orang beranggapan cukup pakai air wudu saja untuk wajah yang lebih cantik dan  bersinar. Apa benar begitu? Emang bisa?

Baca Juga:

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

Hubungan antara air wudu dan kecantikan serta kesehatan sebenarnya sudah sejak lama menjadi perhatian kalangan akademis. Seorang psikiater sekaligus neurologi berkebangsaan Austria, Profesor Leopold Werner von Ehrenfels, merupakan salah satu ilmuan yang tertarik dengan kajian ini.

Menurut Profesor Leopold, ternyata bagian-bagian tubuh yang harus dibasuh saat berwudu, memiliki jutaan sel saraf yang akan bereaksi saat terkena air wudu. Terlebih di beberapa waktu seperti siang hari, sore hari, dan pagi hari. Saat waktu tersebut dan saraf terkena rangsangan air, maka akan membuat tubuh merasa rileks dan bahagia. Otomatis, jika berwudu maka wajah akan terlihat lebih bersinar.

Meskipun sudah teruji bahwa wudu dapat membuat wajah lebih cantik, bukan berarti kita tidak butuh skincare tambahan. Masa iya kita harus wudu setiap saat setiap detik biar cantiknya maksimal? Lha wong masih sayang make up nya daripada wudunya yhaa~

Ada sebuah cuitan di Twitter yang saya  lupa akunnya begini: mana nih yang skincarenya air wudu? Setau saya air wudu penghapus dosa bukan penghapus daki. Atau cuitan yang lain: skincarenya air wudu , tapi wudunya pakai SK II.

Saya ternyata termasuk yang mengamini cuitan mba-mba di Twitter itu—mereka ada benarnya juga. Yhaa masa nggak ada usaha lain, cuma mengandalkan air wudu saja—memangnya bapak-bapak itu juga ikutan glowing karena sering wudu?

Tetapi, di sini bukan berarti  saya mengingkari anggapan kalau air wudu membuat wajah bersinar, karena Nabi Muhammad juga sudah bilang begitu dan sudah diuji oleh Prof. Leopold. Masa saya masih membantah? Kan tidak mungkin. Kita memang dianjurkan untuk sering berwudu dan tentu saja menjaga wudu karena memang sunnah dan insyaAllah dapat pahala.

Skincare memang mahal-mahal  dan bisa jadi lebih mahal dari biaya makan sehari-hari. Tapi, tidak sedikit kok produk skincare yang pas di kantong. Tinggal bagaimana kita memilah-milah saja dan bagaimana kita mengatur keuangan kita supaya tetap bisa makan enak dan membeli skincare.

Untuk ibu-ibu, bapak-bapak, mba-mba atau mas-mas pacar maupun suami di luar sana—tolong mengerti kebutuhan milenial. Kita memang harus bekerja keras karena harga skincare tidak murah. Masih mending dimintai pulsa sepuluh ribu  daripada dimintai skincare satu paket yang bisa jadi sampai sejuta—hadeh. Tetap semangat, girls!

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Gaya HidupkecantikanLebaranskincare
Anu'ma Syifaus S

Anu'ma Syifaus S

ArtikelTerkait

Bandara Dhoho Kediri Dibuka untuk Umum, Warga “Ndeso” yang Mampir untuk Wisata Kena Nyinyir Mojok.co

Bandara Dhoho Kediri (Katanya) Siap Beroperasi Sebelum Lebaran, dan Kali Ini, Semoga Tidak Mundur Lagi

10 Maret 2024
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa?

15 Mei 2020
4 Episode Upin Ipin Spesial Lebaran yang Bikin Banjir Air Mata Mojok.co

4 Episode Upin Ipin Spesial Lebaran yang Bikin Banjir Air Mata

27 Maret 2025
mie ayam lebaran

Balas Dendam di Hari Lebaran

6 Juni 2019
Plat AB Meresahkan Jalanan Jogja karena Tidak Punya Empati (Pexels)

Serbuan Plat Luar Jogja di Kala Musim Liburan, Ujian Kesabaran dan Fenomena yang Bikin Dilema Warga Jogja

1 April 2025
Skinimalism Adalah Jawaban Tepat buat Kaum yang Ogah Ribet Pakai Skincare Berlapis-lapis Terminal Mojok

Skinimalism Adalah Jawaban Tepat buat Kaum yang Ogah Ribet Pakai Skincare Berlapis-lapis

3 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

4 Maret 2026
4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

6 Maret 2026
Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan Mojok.co

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

8 Maret 2026
Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

9 Maret 2026
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Yamaha Lexi Tercipta Untuk Orang Malang, Santai tapi Tegas (Wikimedia Commons)

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Perantau Sunda Mengaku Muak dengan Siksaan Makanan Khas Jogja karena Hambar dan Manis Adalah Kebodohan Paling Hakiki
  • Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja
  • Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika
  • Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik “Hama”, Tapi Tetap Dihina Keluarga
  • Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan
  • Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.