Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sidang Skripsi Online dan Offline Itu Nggak Ada Bedanya, Sama-sama Ribet!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
29 Januari 2021
A A
mengerjakan skripsi kuliah sidang skripsi Kiat Merampungkan Skripsi dari Kisah Pewayangan Bambang Ekalaya MOJOK.CO

Kiat Merampungkan Skripsi dari Kisah Pewayangan Bambang Ekalaya MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Aturan untuk tidak berkerumun dan kontak fisik dalam jumlah yang banyak kadang menguntungkan juga. Teknologi benar-benar berguna secara penuh dalam situasi seperti ini. Salah satunya bagi mahasiswa, yang tidak perlu ada kelas, bimbingan skripsi, dan sidang skripsi tatap muka. Semua dilakukan secara online atau daring. Beberapa mahasiswa memang ada yang dirugikan dengan sistem online ini, di mana mereka harus tetap membayar penuh, meskipun tidak ada fasilitas kampus yang terpakai. Namun itu soal lain, yang tidak akan dibahas di sini.

Perkara sistem perkuliahan online ini memang agak mengejutkan, mengingat tidak banyak yang pernah atau bahkan sudah melakukannya. Sebagian besar kampus (sebelum pandemi) masih terpaku dengan sistem offline, yang kita tahu betapa ribetnya itu. Maka tidak heran kalau sistem online yang baru hampir satu tahun ini berjalan (akibat pandemi) masih terasa cukup asing bagi mahasiswa. Oke lah kalau untuk urusan kuliah sehari-hari, masih bisa pakai Zoom, Google Meet, atau sekadar grup WhatsApp. Untuk urusan lain semacam bimbingan skripsi, sidang skripsi, atau mengurus yudisium pasca sidang, ini juga tidak kalah ribet.

Untuk urusan bimbingan skripsi hingga sidang skripsi secara online, memang kesannya kita dipermudah. Namun, kenyataannya, tidak semudah itu. Bimbingan skripsi secara online saja kita masih bingung, apakah dosennya bersedia atau tidak. Kalau pun bersedia, apakah dosennya dapat melayani bimbingan dengan maksimal atau tidak. Itu masih jadi kendala sistem online-online ini. Ini jelas berbeda dengan sistem offline, yang kita tahu jadwal dosennya, dan kita tinggal datang saja ke orangnya, meskipun kadang mahasiswanya di-PHP oleh dosen.

Proses menuju sidang skripsi pun sama. Misalnya, ketika kita meminta tanda tangan dosen untuk lembar persetujuan sidang, kita memang hanya tinggal mengunggah suratnya dan menunggu ditandatangani oleh dosen. Namun, permasalahannya adalah ada beberapa dosen yang masih gaptek dan awam dengan sistem online ini. Jadinya, untuk urusan tanda tangan persetujuan sidang, bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan bisa sampai seminggu. Kalau offline kan enak, tinggal datang saja ke orangnya langsung (asal semua persyaratan sudah selesai), lalu serahkan lembar persetujuan ujian, minta tanda tangan, selesai, meskipun kadang ada ribet-ribetnya juga. Disuruh ini lah, itu lah.

Itu masih proses menuju sidang skripsi. Ketika sidang skripsi pun juga mengalami kendala serupa, meskipun ribet-ribet banget. Sidang skripsi secara online ini memang kurang greget, seperti tidak ada pressure yang biasa muncul ketika sidang offline. Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang mengalami sidang skripsi secara online, di mana rasanya seperti ujian biasa, hanya saja yang diujikan lebih susah. Tidak ada grogi yang sampai keringat dingin, tidak ada tekanan apa-apa, hanya takut kalau tiba-tiba internetnya mati saja. Sidang skripsi tanpa tatap muka itu rasanya seperti makan ayam geprek tanpa sambal, kurang lengkap.

Selesai sidang online, keribetan akibat sistem online-online ini masih berlanjut. Revisi skripsi, misalnya, akan mengulang proses seperti bimbingan online di awal. Ada lagi ketika meminta tanda tangan untuk lembar pengesahan skripsi secara online, yang mana mencakup tanda tangan pembimbing, penguji, kepala jurusan, dan dekan. Ribetnya adalah, dosen-dosen yang belum terbiasa online ini kadang lupa mengecek pengajuan surat online. Jadinya, untuk urusan tanda tangan saja bisa memakan waktu satu hingga dua pekan. Saya salah satu korbannya, ketika beberapa waktu lalu saya mengajukan lembar pengesahan untuk skripsi saya, butuh waktu hampir dua pekan baru bisa keluar lembar pengesahannya. Alasannya, ada salah satu dosen yang lupa mengecek layanan pengajuan surat.

Proses yudisium juga sama ribetnya. Dokumen-dokumen yang harus diunggah secara online terpaksa harus di-scan dulu, lalu dikecilkan ukurannya, baru bisa diunggah. Ini jadinya kan kerja berkali-kali. Coba kalau offline, kan tidak perlu unggah ini itu, tinggal kumpulkan saja dokumennya, lalu diserahkan ke pihak akademik kampus. Sekali kerja, selesai. Prosesnya pun bisa dibilang tidak seribet yang online ini.

Sebenarnya, ribet-ribet urusan online di dunia perkuliahan ini penyebabnya hanya satu, yaitu keterbiasaan. Berhubung kampus tempat saya kuliah masih kurang terbiasa, jadinya ya ribet, masih kaget dengan sistem online-online ini. Kalau kampusnya sudah terbiasa online, ya pasti tidak ada banyak kendala. Intinya, kalau memang dunia perkuliahan ke depannya akan jalan dengan sistem online, cobalah sistemnya diperbaiki supaya mudah digunakan dan tidak ribet. Ke-gaptek-an di kalangan dosen juga harus diberantas. Mahasiswanya sudah belajar canggih, masa iya dosennya masih kolot.

Baca Juga:

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

Wisuda UIN SATU Tulungagung yang Bener-bener Nggak Masuk Akal: Wisuda kok Sebulan Sekali. Itu Wisuda atau Jadwal Ganti Oli?

BACA JUGA 4 Tips Jitu agar Tambah Molor Mengerjakan Skripsi dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2021 oleh

Tags: sidang skripsi onlineyudisium
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Wisuda UIN SATU Tulungagung yang Bener-bener Nggak Masuk Akal: Wisuda kok Sekali Sebulan. Itu Wisuda atau Jadwal Ganti Oli?

Wisuda UIN SATU Tulungagung yang Bener-bener Nggak Masuk Akal: Wisuda kok Sebulan Sekali. Itu Wisuda atau Jadwal Ganti Oli?

29 Mei 2025
Yudisium Lebih Layak Dirayakan daripada Sempro, Sidang, dan Wisuda Mojok.co

Yudisium Lebih Layak Dirayakan daripada Sempro, Sidang, dan Wisuda

1 Desember 2023
Admin Prodi: Dianggap Sepele, padahal Jasanya Gede

Admin Prodi: Dianggap Sepele, padahal Jasanya Gede

12 Agustus 2022
staf tu fakultas yudisium wisuda lulus mojok

Di Kampus Saya, Orang Paling Menyebalkan Bukanlah Dosen Pembimbing, tapi Staf TU Fakultas

16 November 2020
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Wajib Nyumbang Buku sebagai Syarat Kelulusan Itu Perampokan, Bukan Usaha Mencerdaskan!

Wajib Nyumbang Buku sebagai Syarat Kelulusan Itu Perampokan, Bukan Usaha Mencerdaskan!

25 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

9 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.