Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Si Doel Anak Sekolahan Episode 18, Musim 2: Mandra Jadi Buronan!

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
22 Juni 2020
A A
mandra munaroh kabur kawin lari sinopsis jalan cerita si doel anak sekolahan episode 18 musim 2 mojok.co

mandra munaroh kabur kawin lari sinopsis jalan cerita si doel anak sekolahan episode 18 musim 2 mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Si Doel Anak Sekolahan episode 18 dibuka dengan kegiatan sarapan bersama antara Doel, Mak Nyak, dan Babe. Doel yang akan berangkat tes di kantor kemarin pamit pada Mak Nyak bahwa nanti sore sepulang tes dia bakalan mampir dulu ke rumah Zaenab untuk bertemu dengan Encang Rohim. Babe yang mendengar ini jadi emosi karena Babe, merasa Doel sudah tidak punya urusan apa-apa lagi dengan keluarga Encang Rohim. Tapi Doel kemudian cerita bahwa kapan hari saat Zaenab datang ternyata dia ingin minta tolong pada Doel untuk bicara ke orang tuanya bahwa dia belum mau dikawinkan. Zaenab masih ingin sekolah dulu, kalau bisa juga jadi sarjana seperti Doel.

“Emang dia mau dikawinin?” tanya Babe Sabeni.
“Iya, Be,” jawab Doel pelan.
“Sama siapa?”
“Kalo enyaknya pingin dia kawin sama si Jaja, tapi Encang Rohim ingin Zaenab kawin sama Ahong.”
“Waduh!” kata Babe. Tapi Babe bersyukur bahwa Zaenab tidak jadi dijodohkan oleh orang tuanya dengan Doel. Mak Nyak hanya diam mendengarkan. Mungkin Mak Nyak sedikit kecewa.

Sementara itu, Mandra yang lagi narik opelet kaget melihat Munaroh sedang berdiri di pinggir jalan sambil membawa tas besar. Mandra berhenti dan bertanya pada Munaroh mau ke mana dia dengan tas sebesar itu, ternyata Munaroh minggat dari rumah, Gaes! Waduh!

Mandra yang speechless cuma membantu membawakan tas Munaroh dan mengajaknya naik ke opelet. Di danau tempat mereka biasa ngobrol, Munaroh cerita bahwa dia sudah tidak tahan lagi di rumah, dia tidak mau dipaksa kawin sama Cecep si mandor makanya dia memilih untuk kabur. Mandra awalnya bingung, apalagi saat Munaroh bilang, “Kalau Abang nggak mau nemenin saya minggat, saya sendiri aja juga nggak apa-apa kok.”

“Ya udah, kalau gitu lu tunggu di sini ya. Gue mau anterin dulu tuh opelet. Kita minggat sama-sama deh. Buron, buron dah!” kata Mandra.
“Bener, Bang? Abang mau nemenin saya ke mana aja?” tanya Munaroh.
“Biar kata ke ujung dunia juga Abang temenin dah. Pokoknya lu jangan kuatir. Lu tungguin di sini yak, sebentaran. Ntar gue balik lagi.”

Mandra yang sampai di rumah pas hari masih siang, membuat kaget Mak Nyak dan Babe Sabeni.

“Ade ape lu siang begini udah pulang?” tanya Babe penasaran.
“Ada perlu,” jawab Mandra singkat sambil membereskan baju-bajunya yang ditaruh di kursi belakang opelet.
“Perlu apaan? Lu mau nyuci baju ye? Mangkenye kalo bangun tuh pagi, jam cari kerja begini lu malah mau nyuci baju!” kata Babe.

Mak Nyak datang mendekat, Mandra yang tadinya diam saja sambil memasukkan semua barangnya ke dalam tas plastik, lalu bilang:

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

“Saya mau pamit, Mpok.”
“He? Pamit? Pamit ke mane?” tanya Mak Nyak.
“Ya mau pegi,” jawab Mandra.
“Pegi? Pegi ke mane?” Babe ikutan tanya.
“Tauk ah, namanya juga orang mau pegi. Ya ke mana aja peginya.”
“Lu apa-apan sih, Ndra? Mau pegi kagak ade tujuannye,” kata Mak Nyak.
“Mau minggat kali!” sahut Babe.

Omongan Babe dan Mak Nyak tidak dipedulikan oleh Mandra, dia kekeuh mau pergi. Sambil memasang muka (yang emang) melas, dia menyalami kakak dan kakak iparnya itu. Setelah Mandra mengucapkan selamat tinggal sambil nangis, gantian Babe yang dimarahi oleh Mak Nyak. Mak Nyak yakin kalau Mandra minggat karena terlalu sering diomelin oleh Babe Sabeni.

Di tempat lain, Doel ternyata menemui Encang Rohim di pabriknya. Setelah bicara, Doel pulang ditemani oleh Zaenab. Zaenab menanyakan bagaimana hasil pembicaraan Doel dan Encang Rohim tadi. Doel bilang bahwa Encang Rohim mungkin akan membicarakan dulu rencana berikutnya dengan Nyak Zaenab. Zaenab kalut mendengar nama nyaknya, dia yakin nyaknya tidak akan setuju dia lanjut sekolah lagi. Nyaknya hanya ingin dia nikah. Titik.

Dari Si Doel Anak Sekolahan episode 18 ini dan seterusnya nanti, kita bakalan tahu kalau yang namanya Zaenab ini emang menggantungkan hidupnya banget ama Doel.

Atun yang berniat bikin acara selametan kecil-kecilan terlihat baru pulang berbelanja. Ternyata salon Atun sudah hampir jadi. Rak dan pembatas sudah terpasang rapi, dan Pak Bendot sedang mengecat semuanya.

Mandra ternyata mengajak Munaroh ke rumah Engkong Ali. Mereka berniat minta dinikahkan saat itu juga. Mandra bilang kalau Engkong Ali tidak mau menikahkan, dia minta bagian warisannya untuk modal hidup kawin lari bersama Munaroh.

Sesampainya di rumah Engkong Ali, Mansra menyampaikan maksud dan tujuannya. Ternyata Engkong Ali menolak dengan keras. Kata Engkong menikah itu tidak gampang, apalagi Mandra dan Munaroh sama-sama belum pernah menikah. Munaroh harus punya wali untuk menikahkan, yaitu Babenya si Encang Daim. Kalau sampai memaksa pakai wali hakim, itu sama saja beranggapan bahwa babenya sudah mati. Engkong Ali lalu menyuruh Mandra mengantarkab Munaroh pulang ke rumahnya.

Mandra yang ngeyel dengan meminta hak warisannya malah membiat Engkong Ali naik darah. Untung saja Mandra dan Munaroh sudah sempat kabur duluan sebelum Engkong mengeluarkan jurus-jurus mautnya.

Hari sudah beranjak malam. Di rumah, Doel sekeluarga sedang makan malam bersama Pak Bendot. Ya, Atun memang mengajak Pak Bendot untuk makan bersama di rumahnya karena Pak Bendot sudah membantu banyak untuk mendirikan salonnya. Atun juga merasa kasihan karena sudah dua hari Pak Bendot hanya makan mi, sama sekali tidak makan nasi.

Mandra dan Munaroh juga sedang makan bersama di sebuah warung. Setelah makan, Mandra rencananya mengajak Munaroh untuk datang ke rumah Babe Sabeni lagi. Mandra ingin merayu Babe supaya mau membantu proses pernikahan mereka.

Babe dan Mak Nyak sedang ngaso di halaman rumah saat Mak Nyak mulai membicarakan perihal perginya Mandra. Mak Nyak berniat akan mencari Mandra ke rumah Engkong Ali besok, Mak Nyak khawatir Mandra salah pergaulan. Obrolan ini ditimpali oleh Doel dan Atun yang ikutan duduk di bale Babe. Doel menanyakan Mandra yang tumben-tumbennya tidak kelihatan sama sekali. Mak Nyak cuma bilang bahwa Mandra tadi siang berpamitan mau pergi.

Omongan Mak Nyak belum kelar saat menyadari Mandra dan Munaroh datang. Mandra menyatakan keinginannya untuk kawin buron bersama Munaroh, Babe Sabeni dan Mak Nyak marah. Mereka berdua tidak setuju dengan keputusan Mandra dan menyarankan agar Munaroh pulang saja ke rumahnya. Mak Nyak berjanji besok akan datang ke rumah Munaroh untuk bicara pada Babe Daim bahwa Mandra ingin menikahi Munaroh, kalau perlu Mak Nyak yang akan melamar Munaroh untuk adiknya.

Mandra menerima omongan kakaknya, dia dan Munaroh minta maaf pada Babe dan Mak Nyak. Mandra berangkat mengantarkan Munaroh pulang.

Namun, ada polisi yang datang ke rumah Babe Sabeni mencari Mandra. Mandra dituduh telah membawa lari Munaroh. Ternyata Babe Daim lapor ke polisi perihal hilangnya Munaroh, tertuduhnya ya siapa lagi kalau bukan Mandra. Tak lama setelah polisi berlalu, Mandra datang.

Doel mencoba menenangkan semua orang di rumah yang sedang panik. Doel bilang dia yang akan mengantarkan Bang Mandra ke kantor polisi. Tapi bukan Babe dan Mak Nyak namanya kalau tidak mau ikut serta mengantar. Mas Karyo juga tidak mau ketinggalan. Bersama-sama mereka berangkat ke kantor polisi naik opelet.

Duh, kenapa apesnya Bang Mandra nggak kelar-kelar sih? Sedih….

BACA semua sinopsis sinetron Si Doel Anak Sekolahan musim 1 di sini. Klik ini untuk mengikuti sinopsis Si Doel Anak Sekolahan musim 2. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2020 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 2
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 17, Musim 1: Kang Bahar Fix Pensiun!

11 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 9 musim 3 sarah dan zaenab ngobrol bareng mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 9, Musim 3: Sarah dan Zaenab Bicara dari Hati ke Hati

13 Juli 2020
si doel anak sekolahan episode 4 musim 3 mandra belajar baca mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 4, Musim 3: Mandra Belajar Membaca

9 Juli 2020
si doel anak sekolahan episode 7 musim 2 mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 7, Musim 2: Doel dan Zaenab Mulai Dekat

10 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 45 musim 3 doel akan menikah dengan sarah zaenab patah hati mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 45, Musim 3: Doel dan Sarah Dapat Restu dari Mak Nyak

2 September 2020
si doel anak sekolahan episode 4 musim 1 season 1 review sinopsis link nonton jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 4, Musim 1: Babe Sabeni Is Everything

1 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik kabupaten semarang

Bohong kalau Ada yang Bilang Wisata Alam Salatiga itu Beragam, wong Destinasi Wisata Ini Aja Numpang di Kabupaten Semarang

1 Mei 2026
Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan Mojok.co

Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan

4 Mei 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

5 Mei 2026
Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya Mojok.co

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

5 Mei 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal
  • Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten
  • 5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita
  • Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi
  • 4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok
  • Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.