Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Ghibah

Sesulit Itukah Memiliki Tetangga yang Baik?

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
3 Februari 2023
A A
Sesulit Itukah Memiliki Tetangga yang Baik?

Pagar rumah tetangga (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pepatah bijak mengatakan, tetangga adalah saudara kita yang paling dekat. Meskipun tidak ada pertalian darah, tapi karena hidup berdampingan selama berbilang tahun, mereka jadi orang yang paling mengerti keseharian kita. Apalagi kalau yang kepoan. Gerak-gerik kita nggak akan luput dari perhatian mereka.

Disadari atau tidak, karakteristik tetangga dapat mempengaruhi kehidupan kita. Ketika kita berada di lingkungan yang isinya orang yang toksik, mau nggak mau, misuh akan jadi makanan rutin. Begitupun sebaliknya. Jika kita dikelilingi oleh tetangga yang baik hati, hari-hari kita pun akan terasa menyenangkan.  

Sayangnya, tidak semua orang beruntung dapat tinggal di lingkungan yang memiliki tetangga yang baik.

Bermacam keluhan

Berbicara soal kelakuan tetangga yang bikin kesel, kurang afdol kalau belum main-main ke akun Twitter Seputar Tetangga. Hampir setiap waktu, ada saja netizen yang sambat soal kelakuan tetangganya. Ada yang doyan jemur pakaian di gerbang rumah sebelah, ada yang demen karaokean kenceng, ada yang kalau bakar sampah nggak kenal waktu, sampai ke masalah yang paling klise dalam urusan pertetanggaan: parkir mobil sembarangan!

Hayolo, apakah kamu juga memiliki keluhan yang sama? Atau jangan-jangan, kamu juga pernah nge-spill kelakuan yang absurd itu ke akun tersebut? Hmm, saya jadi prihatin sekaligus bertanya-tanya. Sesulit itukah memiliki tetangga yang baik?

Rasanya memiliki tetangga yang baik

Sejak kecil, yang terekam dalam ingatan saya adalah, saya memiliki tetangga yang baik. Saya ingat, dulu, tetangga sayalah yang membantu memasangkan hasduk saat saya harus berangkat Pramuka di sore hari. Maklum, bapak ibu saya kerja semua. Saya yang kala itu masih ingusan nggak ngerti cara pakai hasduk. FYI, hasduk zaman saya SD lebih njlimet daripada hasduk anak sekarang yang tinggal dicangklongin trus dikaitkan pakai kacu. Jadi, tolong jangan ngledek!

Beranjak remaja, karena sesuatu hal, kami harus pindah rumah. Beruntung, di lingkungan yang baru pun, tetangganya baik-baik. Sering banget dapat kiriman makanan. Begitu pula saat saya sudah berumah tangga. Masuk ke lingkungan baru, ndilalah dapat yang jauh dari rese. Pernah, loh, tetangga saya bantuin angkat jemuran pas hujan tiba-tiba mak bress. Pernah pula ke rumah untuk menawarkan bantuan, karena mereka mendengar anak saya yang masih bayi nangis terus. Rupanya, mereka khawatir. Maklum, kala itu posisi saya adalah ibu muda yang jauh dari orang tua.

Tentu saja, kebaikan mereka membuat saya senang sekaligus bersyukur. Selain itu, saya jadi termotivasi untuk jadi tetangga yang baik pula untuk mereka. Entah dalam bentuk bagi-bagi makanan, nengok kalau pas ada yang sakit, sampai ke hal yang paling sederhana: Tersenyum, menyapa dan nggak gibahin mereka.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Konsep baik

Kembali ke pertanyaan awal. Sesulit itukah memiliki tetangga yang baik?

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, kita luruskan dulu konsep baik dalam kehidupan bertetangga. Baik, baik seperti apa nih yang kita maksud? Jangan-jangan selama ini kita salah kaprah dalam memahami konsep baiknya?

Contoh salah kaprahnya tuh seperti ini. Kamu sudah tau di luar mendung, tapi kamu kekeuh jemur pakaian di luar lalu ditinggal pergi dan berharap mereka bakal angkatin jemuran kalau-kalau hujan turun. Nah, itu bukan konsep yang tepat. Itu namanya kamu nggak tau diri. Sudah tau langit mau tumpah kok maksa jemur pakaian di luar? Ditinggal pula!

Contoh lainnya, kamu punya usaha rental PS. Jam buka rental PS-mu, sampai tengah malam. Namanya juga main PS, susah untuk nggak berisik. Dan, kamu minta tetangga untuk memaklumi keberisikan pengunjung rental PS-mu. Ketika ada yang protes, langsung kamu kasih stempel nggak pengertian. Padahal, siapa coba yang nggak pengertian?

Maka, nggak usah muluk-muluk mendeskripsikan tetangga baik itu sebagai sosok yang selalu membantu tanpa diminta, pengertian, nggak pernah protes, dll. Paling enak dan realistis, tetangga baik itu ya yang tidak mengganggu kamu. Deal, ya?

Kesimpulan

Nah, setelah sepakat tentang konsep baik dalam hubungan tonggo teparo, kira-kira susah tidak ya mendapat tetangga yang baik?

Kalau menurut saya, sih, susah. Cuma ada dua cara untuk mendapatkan tetangga yang baik. Pertama, stop spall spill kelakuan busuk tetanggamu di medsos. Nggak ada manfaatnya. Justru, rentan memperuncing konflik. Bayangkan jika postinganmu kecium oleh anak, menantu atau bahkan orang yang kamu gibahin itu . Apa nggak tambah runyam?

Selama ada lidah yang berbahasa, maka bicarakanlah. Santai ae, Ngab. Nggak usah nge-gas. Obrolkan kelakuan mereka yang kamu anggap menganggu. Karena siapa tahu, mereka selama ini nggak sadar kalau kelakuannya itu mengganggu. Lha kamunya diem-diem bae, sih. Jadi, dia ngerasanya kamu baik-baik saja. Speak up dong, speak up.

Kalau jalur komunikasi sudah dicoba, bahkan sampai melibatkan pihak ketiga ternyata masih sama saja, pakai cara kedua. Yaitu, pindah jadi tetangga saya. Sayanya baik, sekitar rumah juga baik. Gimana? Tertarik?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 10 Kebiasaan Hidup Bertetangga yang Dianggap Wajar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2023 oleh

Tags: akun twitter seputar tetanggatetangga yang baik
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.