Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Sering Ganti Ban Motor Nggak Bikin Pusing Lagi dengan Cara Ini

Nurul Diva Kautsar oleh Nurul Diva Kautsar
9 Oktober 2022
A A
Sering Ganti Ban Motor Nggak Bikin Pusing Lagi dengan Cara Ini (Unsplash.com)

Sering Ganti Ban Motor Nggak Bikin Pusing Lagi dengan Cara Ini (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Tips ini saya dapat ketika menambal ban motor di kawasan Umbulharjo, dekat XT Square, Kota Yogyakarta. Dijamin simpel, tapi berdampak besar.”

Sebagai seorang anak kos, berhemat adalah cita-cita besar saya. Sayangnya, cita-cita ini tidak selalu mulus karena berbagai alasan. Jajan dan belanja online menjadi alasan terbesar. Selain itu, perawatan motor juga menjadi pengeluaran rutin yang nominalnya sulit saya takar. Misalnya, tiba-tiba harus ganti ban motor.

Motor memang mempunyai peran penting bagi saya. Motor matik itu sudah setia menemani saya sejak masuk kuliah 8 tahun yang lalu. Sampai hari ini, motor uzur itu masih selalu ada untuk saya. Ia bahkan bisa “membimbing” saya sampai lulus dan bekerja di kota yang konon dicintai oleh banyak orang ini.

Sayangnya, selama 8 tahun menjadi pemiliknya, saya tidak selalu paham kondisi kendaraan. Mulai dari perawatan CVT, menentukan oli paling ideal untuk motor tua, sampai membaca kondisi ban motor. Oleh sebab itu, ketika servis rutin, saya kerap terlalu banyak mengambil tabungan. Saya jadi gampang percaya harus ganti ini dan itu.

Sudah jalan Tuhan

Namun rupanya Tuhan masih sayang pada hambanya yang rajin berdoa dan punya cita-cita untuk menabung ini. Tadi malam, tiba-tiba ban motor saya bocor ketika pulang kerja. Sial betul karena saya ingat kalau ban motor saya ini terlalu sering bocor. Ini saja belum genap 1 bulan. Sudah bocor lagi.

Makanya, lantaran malas harus menambal ban motor, saya berencana untuk menggantinya saja. Memang lebih cepat, meskipun artinya saya harus merelakan uang Rp100 ribu di dompet amblas begitu saja.

Dari jalan Dr. Soepomo, 5 menit berkendara dengan kondisi ban bocor saya masuk ke Jalan Veteran, Pandeyan, Kota Jogja. Di sana, saya menemukan bengkel bernama “Obah Mamah”. Sebuah nama yang menyimpan makna.

Malaikat bertopi di sebuah bengkel tambal ban

Pemilik bengkel yang terlihat sangat suka mengenakan topi itu menyambut saya dengan ramah. Dia langsung paham kalau ban motor saya bocor. Ketika dia sibuk memeriksa ban tersebut, saya langsung menumpahkan berbagai keluhan, termasuk bocornya tabungan karena ban bocor.

Baca Juga:

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

5 Akal-akalan Bengkel yang Perlu Diwaspadai Pelanggan kalau Tidak Mau Rugi 

“Ganti saja, Pak. Sudah bocor berkali-kali. Padahal baru ganti bulan kemarin,” kata saya.

“Iya, Mas. Boleh. Mau pakai merek apa?”

“Kalau ganti baru, yang bagus merek apa, Pak?”

“Bisa pakai Federal, Pak. Ini standar.”

Saya mengiyakan saja saran dari si bapak. Wong saya nggak terlalu paham merek ban motor. Sebelum mengganti ban, tentu harus dibongkar dulu. Dan sewaktu membongkar, si bapak kaget melihat kondisi ban motor saya.

“Wah, pantas saja kalau belum 1 bulan sering bocor. Ini sudah tipis semua, berarti bukan beli baru, ya?”

“Baru, sih, Pak. Kayaknya. Baru diukir maksudnya,” jawab saya jadi malu.

“Ya sudah, besok lagi jangan beli ban motor yang diukir lagi. Itu ban lama yang dijadikan kayak baru. Sama saja sudah tipis.”

Cara menabung demi ban motor

Si bapak mewanti-wanti saya untuk tidak lagi membeli ban motor “hasil sulap” seperti itu. Yah, maafkan saya. Namanya juga lagi berusaha hemat. Ketika si bapak sibuk membuka bungkus ban motor yang baru, saya membuka obrolan lagi.

Nama bapak itu Paridi. Usianya baru 44 tahun dan sangat suka mengenakan topi berwarna hijau army. Saya mengobrol banyak dengan beliau. Ya soal kuliah, pekerjaan, sampai sepeda motor. Dan, malam itu, saya diberi tips menabung supaya aman kalau ban motor tiba-tiba bocor.

Tips menabung ini merupakan ide Pak Paridi sendiri. Menurutnya, jok motor itu bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Tidak terbatas untuk menyimpan jas hujan atau alat bengkel saja. Salah satu kegunaan jok motor adalah sebagai tempat untuk menabung!

Pak Paridi menegaskan bahwa yang ditabung tidak perlu uang ribuan atau ratusan ribu. Cukup uang koin lima ratusan atau seribu. Simpan di bawah jok biar selalu kamu ingat.

“Coba saja, Mas. Pokoknya langsung simpan di jok. Nanti kalau mau ganti ban motor pasti bisa terbantu dari uang yang kamu simpan di sana,” tegas Pak Paridi.

Berdasarkan pengalaman sendiri

Pak Paridi sendiri sudah lama menggunakan cara ini untuk mengakali pengeluaran terkait motor, salah satunya beli ban motor. Jadi, setiap perjalanan, beliau akan merasa aman karena ada uang di dalam jok. Memang, butuh kesabaran sampai kamu merasa aman. 

Sebagai anak kos, ini ide yang sangat menarik. Pasalnya, saya cukup sering mendapatkan kembalian Rp500 atau Rp1.000. Uang yang terkumpul, misalnya sampai Rp10.000, biasanya langsung ludes untuk jajan tahu bulat sepulang kerja.

Setia sama uang koin

Tips lain dari Pak Paridi adalah jangan menukar uang koin di jok dengan uang kertas. Alasannya, sih, klasik, yaitu uang kertas akan memicu orang untuk menggunakannya sehingga hasil nabung untuk beli ban motor bakal cepat habis. Ya sepele, tapi sangat masuk akal.

“Semisal udah seratus ribu, kalau ditukar uang kertas seratus ribuan nanti mesti dipakai,” katanya memberi peringatan.

“Saya juga dulu mengalami sendiri. Uang di jok bisa untuk servis. Pernah juga bisa buat beli ban motor dari recehan. Ingat, meskipun belum banyak, setidaknya tabungan di jok bisa membantu.” 

Life hack dari Pak Paridi sangat menarik. Mengingat biaya untuk kendaraan itu cukup besar, menabung akan selalu menjadi solusi. Berkat kreativitas beliau, saya jadi tercerahkan. Yah, gimana, ya. Buat anak kos seperti saya dan kamu, mendapatkan tips untuk hemat itu berkah.

Penulis: Nurul Diva Kautsar

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Para Montir di Bengkel Motor Seharusnya Bersyukur Masih Ada Orang Goblok seperti Saya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2022 oleh

Tags: ban bocorban motorservis motortips menabung
Nurul Diva Kautsar

Nurul Diva Kautsar

Perantau di Jogja usia 30-an asal Cirebon yang menggemari isu lokal dan seputar ilmu komunikasi. Penyuka heavy metal, kadang-kadang motret dan pas senggang baca buku.

ArtikelTerkait

4 Parts Sepeda Motor yang Baiknya Diganti Saat Musim Hujan agar Tetap Aman Saat Berkendara

4 Parts Sepeda Motor yang Baiknya Diganti Saat Musim Hujan agar Tetap Aman Saat Berkendara

11 November 2024

Para Montir di Bengkel Motor Seharusnya Bersyukur Masih Ada Orang Goblok seperti Saya

19 Juni 2021
Tips dari Tukang Tambal Ban: Cara Deteksi Dini Ban Bocor atau Cuma Kempes

Tips dari Tukang Tambal Ban: Cara Deteksi Dini Ban Bocor atau Kempes Belaka

17 Januari 2020
Servis Motor Rutin, Komponen yang Harus Diperiksa dan Perkiraan Biayanya Terminal Mojok

Servis Motor Rutin, Komponen yang Harus Diperiksa dan Perkiraan Biayanya

10 Oktober 2022
Mencuci Motor, Aktivitas Sepele yang Membuat Kendaraan Lebih Awet Mojok.co

Mencuci Motor, Aktivitas Sepele yang Membuat Kendaraan Lebih Awet

24 Desember 2023
Tips dari Tukang Tambal Ban: Cara Deteksi Dini Ban Bocor atau Cuma Kempes

5 Pelajaran Hidup dari Pengalaman Nggladhag Motor Saat Ban Bocor

12 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.