Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Senja Kala Bus Mulyo, Sesepuh Jalur Purwokerto-Jogja yang Kini Tinggal Menunggu Mati

Muhamad Iqbal oleh Muhamad Iqbal
4 Maret 2024
A A
Senja Kala Bus Mulyo, Sesepuh Jalur Purwokerto-Jogja yang Kini Tinggal Menunggu Mati Mojok.co

Senja Kala Bus Mulyo, Sesepuh Jalur Purwokerto-Jogja yang Kini Tinggal Menunggu Mati (Muhamad Iqbal)

Share on FacebookShare on Twitter

Armada bus Mulyo sudah reyot

Di sisi lain, armada bus Mulyo memang sudah tua dan tidak lagi menarik. Kebanyakan menggunakan bus model tua. Armada yang saya naiki terakhir kacanya kendor menimbulkan suara sepanjang perjalanan. Belum lagi kenalpot yang meraung-raung mengeluarkan suara kasar dan serak pertanda armada tidak mendapat perawatan seharusnya. 

Saya sempat menghitung, dari Gombong, Kebumen sampai Klepu, Purworejo, bus Mulyo yang saya naiki ini hanya mengangkut 9 sampai 11 orang dari total kapasitas sekitar 40 penumpang. Beberapa menyusul naik, tetapi hanya 1 atau 2 orang. Pokoknya, jumlahnya kurang dari separuh jumlah murid kelas di SD negeri pinggiran. 

Kebanyakan penumpang bus Mulyo naik dengan jarak yang pendek. Jarang ada penumpang yang full trayek dari awal hingga tujuan akhir. Penumpanya didominasi oleh  para pedagang yang hendak pergi atau pulang ke pasar. Di hari-hari kerja, utamanya di waktu jam berangkat, bus ini banyak mengangkut pegawai, anak sekolahan hingga mahasiswa. Bus memang terlihat ramai di jalur-jalur tertentu, tapi ketika memasuki Gombong hingga Purwokerto bus tampak sepi.

Penumpang sedikit, setoran makin sulit

Minimnya jumlah penumpang yang diangkut  membuat bus Mulyo tak menyelesaikan rute perjalan hingga akhir. Saya masih ingat, beberapa tahun yang lalu, saya menggunakan bus Mulyo dan berakhir dioper ke bus lain karena memang jumlah penumpang yang sedikit.

Sulitnya mendapatkan penumpang jelas merepotkan urusan setoran bagi sopir dan kenek bus Mulyo. Sesulit apapun kondisinya di jalan, uang setoran tetap harus disetor kepada perusahaan. Sementara, bus melaju memerlukan solar. Tidak jarang awak bus harus tombok demi memenuhi biaya operasional. 

Tombok biaya operasional adalah hal yang berat. Apalagi hasil “narik” bus sehari-hari tidaklah besar. Pernah dalam sehari dia hanya mendapat Rp75.000 setelah bekerja seharian. Angka yang kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, belum kalau harus tombok untuk bahan bakar. Pernah suatu waktu busnya hanya mengangkut 3 penumpang, itu pun turun di Purworejo. Dia tetap nekad meneruskan perjalanannya hingga ke Jogja. Ujung-ujungnya dia boncos. 

Rohani merasa sudah tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan bus yang satu ini. Senja kala bus Mulyo sudah tidak bisa terhindarkan lagi. Roda bus armada bus Mulyo kalah cepat dari laju roda perubahan dunia ini. Sebagai seseorang yang pernah merasakan kejayaan bus Mulyo, sebenarnya saya sedih dengan kondisi saat ini, hanya saja saya tahu, bertahan pilihan yang lebih sulit. 

Penulis: Muhamad Iqbal
Editor: Kenia Intan 

Baca Juga:

Bus Bagong Surabaya-Jember, Penyelamat Penumpang dari Ancaman Bus Bumel yang Suka Getok Tarif

Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

BACA JUGA Pengalaman Naik Bus Murni Jaya Rute Pandeglang-Serang: Cara Cepat Menuju Akhirat, Benar-Benar Bikin Tobat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2024 oleh

Tags: bus bumelbus ekonomibus mulyopataspurwokerto jogja
Muhamad Iqbal

Muhamad Iqbal

ArtikelTerkait

Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu Mojok.co

Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu

19 Juni 2024
Cara Cerdas Naik Bus Jurusan Surabaya-Jember supaya Terhindar dari Bus Rongsokan Tarif Mahal Mojok.co

Siasat Naik Bus Jurusan Surabaya-Jember supaya Nyaman dan Bebas Tarif Mahal

3 Januari 2025
Bus Sinar Jaya: Dulu Jadi Pilihan Pemuda Kabupaten Menjemput Mimpi di Kota, Kini Tak Lagi Relevan sejak Bikin Suite Class.

Bus Sinar Jaya: Dulu Jadi Pilihan Pemuda Kabupaten Menjemput Mimpi di Kota, Kini Tak Lagi Relevan sejak Bikin Suite Class

29 Juni 2025
Bus Sinar Mandiri: Sugeng Rahayu-nya Pantura yang Membuat Saya Mengingat Tuhan Sepanjang Kudus-Semarang

Bus Sinar Mandiri: Sugeng Rahayu-nya Pantura yang Membuat Saya Mengingat Tuhan Sepanjang Kudus-Semarang

26 Juli 2025
Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

Bus Bagong Surabaya-Jember, Penyelamat Penumpang dari Ancaman Bus Bumel yang Suka Getok Tarif

7 Januari 2026
Pertama Kali Naik Bus Bagong ke Malang Jadi Pengalaman Paling “Membagongkan” dalam Hidup Mojok.co

Pertama Kali Naik Bus Bagong ke Malang Jadi Pengalaman Paling “Membagongkan” dalam Hidup

9 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.