Semua Fans DC Pasti Sepakat bahwa 'Batman and Robin' Adalah Film Batman Terburuk – Terminal Mojok

Semua Fans DC Pasti Sepakat bahwa ‘Batman and Robin’ Adalah Film Batman Terburuk

Artikel

Sebelum kalian setuju, sudah nonton film Batman and Robin, belum?

Fans dari satu bidang, seperti fans sepak bola dan fans film memang selalu lebih ribut dibandingkan pemeran utamanya. Contohnya, fans Cristiano Ronaldo dan fans Lionel Messi selalu berdebat tentang siapa pemain sepak bola yang jauh lebih unggul. Padahal, mereka berdua mah nggak pernah meributkan itu. Dalam hal dunia film, fans DC selalu meributkan perihal siapa pemeran Batman yang terbaik, apakah Christian Bale, Ben Affleck, atau Michael Keaton?

Argumen subjektifnya adalah, Christian Bale piawai memainkan perannya sebagai Bruce Wayne yang merupakan orang kaya yang eksentrik. Namun, tidak sebagai Batman karena dia malah menanyakan “Dimana bomnya?” pada Bane di akhir film The Dark Knight Return. Batman ini kan dijuluki “The World’s Greatest Detective”, tapi kok kelakuannya begitu?

Sebaliknya, Ben Affleck piawai memainkan perannya sebagai Batman yang paling mendekati sosok Batman dalam komik dan animasinya. Lantaran tubuhnya yang bulky banget dan menjadi Batman yang tidak segan-segan membunuh penjahat yang ditemuinya, meski tidak membunuhnya secara langsung.

Sedangkan Michael Keaton ini adalah sosok pertama yang membuat Bruce Wayne ini nyata dan humanis. Bruce Wayne, orang kaya yang suka main hakim sendiri ini terlihat humanis dan membuat kita simpati kepadanya ketika dia terlihat begitu kesepian saat berada di rumahnya yang begitu besar.

Tapi lupakan mereka berempat. Berapa banyak dari kalian yang ingat lagi bahwa George Clooney ini pernah berperan sebagai Bruce Wayne dan Batman di film Batman and Robin (1998) bersama bintang Hollywood lainnya Arnold Schwarzenegger dan Uma Thurman. Meskipun menampilkan bintang Hollywood papan atas, film ini banyak dihujat dan dianggap sebagai film Batman terburuk sepanjang masa. Bahkan George Clooney sampai harus minta maaf berkali-kali saking jeleknya film ini meskipun itu bukan kesalahan George Clooney.

Baca Juga:  Hindari Ngomong Kalimat Goblok 'Yok bisa yok'. Toxic Positivity, Bos!

Batman and Robin (1998) ini adalah film Batman pertama yang saya tonton saat saya kelas 1 SD. Gamenya juga adalah game Batman pertama yang saya mainkan di console PlayStation. Bagi saya sih sangat berkesan banget meskipun dua puluh tahun setelahnya saya sadar bahwa semua elemen dalam film ini tuh jelek banget. Rating IMDBnya saja 3,8 saking jeleknya. Jutice League versi Joss Whedon mah masih bagus deh daripada Batman and Robin ini.

Kesalahan utama film ini ada di sutradaranya, Joel Schumacher yang tidak punya visi misi yang jelas untuk film ini. Beda dengan Christopher Nolan (The Dark Knight Trilogy), Zack Snyder (Man of Steel, Batman v Superman, Zack Snyder’s Justice League), dan Tim Burton (Batman, Batman Returns) yang punya visi misi yang jelas. Joel Schumacher bahkan berusaha meniru konsep Tim Burton tapi gagal total di dua filmnya (Batman Forever, Batman and Robin).

Namun, itu bukanlah hal yang terburuk dari film ini. Batman George Clooney menampilkan kostum Batman lengkap dengan puting. Aneh, kan? Kemunculan Arnold Schwarzenegger dan Uma Thurman sebagai bintang Hollywood papan atas pun tidak bisa memaksimalkan perannya karena skenario yang betul-betul buruk.

George Clooney sebetulnya adalah aktor yang bagus, tapi skenarionya buruk. Lagian George Clooney lebih cocok memerankan sosok om-om sayang keluarga daripada memerankan sosok orang kaya yang hobinya main hakim sendiri karena trauma masa lalu. Lantaran George Clooney sejak dulu dianggap sebagai om-om seksi Hollywood tampan yang murah senyum, ramah dan baik hati banget. Ia beda dengan Bruce Wayne, jadinya ya nggak cocok aja.

Baca Juga:  8 Rekomendasi Film yang Wajib Ditonton para Pencinta Gunung

Coba lihat saja, dialog-dialog Arnold Schwarzenegger, Uma Thurman, dan George Clooney di film ini begitu garing dan tidak berbobot sama sekali. Mr Freeze, Poison Ivy, dan Batman di sini malah kelihatan seperti badut Ancol karena kostum yang aneh dan dialog-dialog tidak berbobot.

Selain itu, koreografi di film ini nggak banget sih, seolah-olah tidak ada hukum Newton dalam film ini. Pasalnya, baik Batman maupun pemeran lainnya gampang sekali untuk terbang di angkasa. Beda dengan Batman Christian Bale dan Batman Ben Affleck yang masih sangat logis dalam adegan pertarungannya.

Lantaran Batman and Robin ini adalah film Batman pertama yang saya tonton, saya jadi merasa asing ketika menonton Batman Begins (2005) di mana Batmannya sangat gelap. Soalnya anggapan saya, Batman itu seperti Spiderman atau Superman yang lebih ceria, baik hati, dan murah senyum.

Untung saja Christian Bale dan Christopher Nolan membuat saya sadar dan segera bertaubat. Ben Affleck dan Zack Snyder pun kembali membuat saya sadar bahwa Batman bukanlah superhero murah senyum seperti yang George Clooney dan Joel Schumacher gambarkan yang saya tonton saat kelas 1 SD.

Sampai saat ini fans DC boleh berdebat siapa Batman terbaik antara Christian Bale, Ben Affleck, atau Michael Keaton. Bahkan Adam West juga bisa masuk dalam pertimbangan sebagai Batman terbaik karena ia adalah pemeran Batman pertama meskipun saya belum pernah menontonnya. Malah, Robert Pattinson pun bisa jadi pertimbangan karena terlihat begitu meyakinkan di trailernya. Tapi untuk Batman terburuk, saya pikir, semua fans DC sepakat bahwa George Clooney dalam film Batman and Robin adalah yang terburuk.

Baca Juga:  Film Warkop dalam Infografik: 10 Data yang Bisa Anda Temukan jika Menonton Semuanya

BACA JUGA Berhenti Membandingkan Batman Versi Ben Affleck dengan Christian Bale, Kalian Nggak Punya Kerjaan ya?! dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.