Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
1 Januari 2024
A A
Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah berkelakar, kalau gaji guru tetap semenyedihkan ini, maka kampus pendidikan macam UNY akan jadi pencetak orang miskin baru. Ironisnya, guyonan gelap ini kerap ada bukti nyatanya. Saya sendiri adalah pihak yang mengalaminya secara langsung. Eh, sebelum lanjut, ini saya nggak ngejek UNY lho ya. Nggak ada, sumpah.

Saya dan istri saya lulusan UNY, dari jurusan yang sama, hanya berbeda prodi. Istri saya dari Pendidikan Bahasa Inggris, saya dari Sastra Inggris. Dilihat dari prodinya, jelas istri saya lebih punya kepastian karier ketimbang saya. Dia hampir pasti jadi guru, saya hampir pasti jadi pengangguran. Tapi, syukurlah tidak. Istri saya jadi guru, dan saya jadi redaktur Mojok. Nasib kami sama-sama baik, yang berbeda adalah perkara finansial.

Istri saya jadi guru honorer, menempuh jalan terjal mengerikan yang sama-sama dijalani oleh ribuan, bahkan mungkin ratusan ribu guru lain. Saya tidak ada masalah tentang itu, memang begitulah langkah yang saya tahu selama ini. Masalahnya adalah, gaji guru honorer begitu mengerikan.

Saya tidak sedang mengutuk tempat di mana istri saya kerja. Tidak. Yang saya masalahkan adalah, dari dulu, perkara gaji guru, honorer atau tidak, tak pernah kelar. Selalu mengenaskan, selalu mengerikan.

Padahal, kita tahu sendiri, guru adalah profesi paling krusial untuk sebuah negara. Tak berlebihan jika ada yang bilang kalau yang menentukan nasib bangsa itu adalah guru. Tapi untuk profesi sekrusial itu, kesejahteraan guru malah tak ada bedanya dengan lelucon. Guru honorer digaji hanya ratusan ribu per bulan. Pekerjaannya pun berat, dan di beberapa kasus, malah nggak ada bedanya dengan guru PNS.

“Kan ada yang sertifikasi, Bang, gajinya pada gede tuh?”

Sing sertifikasi piro suuu, sing kejerat pinjol kae lho akeh tenan mergo gajine ora enek bedane karo idu.

Gaji guru harusnya di atas UMR

Cara pikir saya amat sederhana: beban kerja harus sesuai gaji. Gaji harus menyesuaikan beban kerja. Jika bebannya berat, gajinya harus besar. Begitu juga sebaliknya. Hal itulah yang bikin saya menuntut bahwa gaji guru, honorer atau tidak, harus layak. Ya nggak harus sebesar janji Ganjar Pranowo sih, yang menyatakan akan menaikkan gaji guru jadi 30 juta per bulan. Meski sebenarnya, angka itu amat pantas.

Baca Juga:

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

Angka layak itu ya setidaknya UMR atas sedikit lah. Misal UMR sebuah kabupaten itu dua juta, ya gaji guru terendah ada di angka 2.2 juta. Kalau sudah begini, baru ngomongin kualitas pendidikan. Kalau belum, ya menengo.

Kenapa saya mengaitkannya ke kualitas pendidikan, ya karena bagi saya nggak ada masuk akalnya ngomongin peningkatan kualitas, tapi yang dibebani tentang peningkatan malah nggak dapat kompensasi layak. Peningkatan kualitas kan artinya akan ada beban tambahan baru entah dari program atau apalah itu, tapi kalau gajinya jalan di tempat ya sama aja. Mau ningkatin kualitas gimana kalau kebutuhan nggak terpenuhi?

Orang-orang tuh sering lupa, kerja makin keras, artinya kebutuhan badan seperti nutrisi harus terpenuhi, atau ditambah. Guru honorer itu mau dapat asupan nutrisi yang bagus dari mana kalau gajinya rata dengan tanah gitu? Tubuh makin diperas, otak makin disiksa, pemasukannya jalan di tempat. Yang meningkat bukan kualitas pendidikan, tapi stres!

Tak ada logika tanpa logistik

Gaji guru bagi saya adalah hal yang harus diselesaikan pertama sebelum bikin program peningkatan kualitas. Udahlah nggak usah tutup mata, orang digaji besar karena beban kerjanya besar, atau mereka diberi tanggung jawab besar. Orang yang digaji besar cenderung lebih beres kinerjanya. Saya tulis cenderung, soalnya ya masih ada kasus orang digaji gede kinerja kek tai. Saya pernah lihat sendiri, kalian juga pasti pernah lihat sendiri. Tapi, ya kinerja kek tai gini nggak usah dijadikan alibi buat nggak naikin gaji guru sih.

Nah, kalau gaji guru udah dibikin naik, baru pilah guru mana yang pantas untuk dipertahankan. Saya nggak menutup mata kalau emang ada guru yang baiknya nggak usah ngajar. Saya pikir bisa lho bikin kurikulum yang bagus buat mahasiswa pendidikan agar mereka ketika lulus, udah siap ngajar siswa. Nggak usah nunggu bikin, kayaknya universitas yang dianggap kampus pendidikan macam UNY ya udah siap sih dengan hal itu. Dari pengalaman saya, meski hanya bisa mengambil sampel dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, saya yakin kalau lulusannya capable untuk mengajar.

Kalau gaji guru nggak diberesin, ya maaf-maaf saja, peningkatan kualitas pendidikan ya mimpi. Dari dulu cuman bikin kurikulum inilah, sekolah inilah, nanti ganti menteri, ganti lagi. Padahal ya, ini perkara pendidikan. Hal yang amat krusial untuk bangsa. Program muluk-muluk itu nggak ada gunanya jika pondasinya sudah goyah duluan.

In short, lu mau siswa berpikiran ajaib, perlu kasih gurunya “nutrisi” yang ajaib juga. Salah satu nutrisinya, ya gaji yang layak. Kecuali memang situ berpikir bahwa masih ada guru yang mau dibayar murah tapi kerja serius, ya nggak akan ke mana-mana negaranya.

Baca halaman selanjutnya

Tau gaji guru kecil, terus ngapain jadi guru?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2024 oleh

Tags: gaji guruGuru Honorerkualitas pendidikanuniversitas pendidikanUNY
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Tes Kesehatan untuk Camaba UNY: Belum Kuliah, tapi Sudah Keluar Biaya yang Wah

Tes Kesehatan untuk Camaba UNY: Belum Kuliah, tapi Sudah Keluar Biaya yang Wah, Kasihan Nasib Camaba Luar Daerah!

29 Juni 2025
Jurusan Pendidikan Itu Memang Gampang dan Sepele kok, Beneran deh, Serius Guru

Jurusan Pendidikan Itu Memang Gampang dan Sepele kok, Beneran deh, Serius

26 Februari 2024
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

3 Pertanyaan yang Berpotensi Membuat Guru Honorer Jengkel dan Sakit Hati

2 November 2024
Ranking PISA Indonesia Naik, tapi Skornya Turun, Artinya Apa? Yak Betul, Kualitas Pendidikannya Jalan di Tempat

Ranking PISA Indonesia Naik, tapi Skornya Turun, Artinya Apa? Yak Betul, Kualitas Pendidikannya Jalan di Tempat

8 Desember 2023
Guru Asing di SMA Garuda, Lelucon Dunia Pendidikan di Awal Tahun yang Berpotensi Jadi Masalah Besar di Kemudian Hari lembaga pendidikan swasta guru honorer, sekolah swasta

Saatnya Pemilik Lembaga Pendidikan Swasta Meminta Maaf pada Guru karena Menggaji Mereka Tidak Layak!

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.