Selain Tahu Bulat, Ada Juga Tahu Pletos dan Tahu Petis Asli Pantura yang Asoy – Terminal Mojok

Selain Tahu Bulat, Ada Juga Tahu Pletos dan Tahu Petis Asli Pantura yang Asoy

Artikel

Adi Sutakwa

Tahu bulat barangkali bisa jadi jajanan paling populer dari jenis tahu yang pernah ada di Indonesia. Meskipun demikian, jangan pernah lupakan pusparagam penganan tahu dengan macam-macam style yang nggak kalah eksklusif. Dua di antaranya, yang belum cukup terbuka rahasia cita rasanya, adalah tahu pletos Pemalang dan tahu petis pesisir.

Saya menduga kemasyhuran tahu bulat disebabkan dua alasan utama. Pertama, soal cara dan metode jualan yang selalu terngiang-ngiang di kepala: mobil bak L300 terbuka, berkeliling sambil mendendangkan tagline andalan “tahu bulat digoreng dadakan, lima ratusan.” Kedua, bubuk micin rasa asin, pedas, manis, balado, hingga keju yang bikin segala usia ketagihan.

Dua kombinasi kaya kreasi itu sungguh menggemparkan dunia, hingga pernah ada game tahu bulat berseliweran dalam Play Store. Fenomena tahu bulat mungkin belum bisa disaingi tahu-tahu lainnya dalam waktu dekat. Akan tetapi, dunia tetap akan menyesal kalau belum mengenal tahu pletos dan tahu petis yang rasanya nggak kalah bikin candu~

#1 Tahu pletos

Tahu pletos atau tahu pletok dikenal juga dengan nama tahu Tegal. Sebagai orang Pemalang, saya tentu nggak terima dengan klaim dan monopoli gorengan berbahan utama tahu dan aci ini. Dengan jumlah pedagang yang nggak kalah banyaknya di Pemalang, tahu pletos nggak bisa semena-mena diakui orang Tegal dengan sebutan tahu Tegal.

Baca Juga:  Tahu Bulat, Tahu Balut, dan Tahu Gejrot: Mana yang Rasanya Paling Cihuy?

Buat kalian yang belum paham apa itu tahu pletos, barangkali deskripsi singkat ini bisa memantik alam imajinasi kalian. Seperti semua penjual kuliner pinggir jalan lainnya, tahu pletos terbagi menjadi dua jenis, yakni versi murah meriah dan versi premium.

Tahu pletos versi murah biasanya dibuat dengan menempelkan campuran adonan tepung kanji dan tepung terigu dengan irisan tahu kuning. Irisan tahu inilah yang berbeda-beda pada tiap pedagang, makin murah tentu saja akan makin tipis irisan tahunya. Tahu pletos premium dilengkapi dengan irisan tahu yang tebal, biasanya satu kotak tahu kuning hanya dibagi dua dengan irisan diagonal.

Selain irisan tahu sebagai pembeda, komponen lain yang selalu disertakan dalam bungkusan tahu pletos adalah cabai hijau yang pedas dan lagunya tune in dengan panas-panas gorengan ini. Lebih dari itu, tahu pletos juga senantiasa dikemas menggunakan kertas putih bekas yang dibentuk menggembung sedemikian rupa dengan filosofi tingkat tinggi.

Kertas bekas yang digunakan sebagai bungkus tahu pletos adalah kertas HVS, dikatakan dapat terurai dalam tanah selama dua hingga enam minggu. Jadi, penggunaan kertas sebagai kemasan makanan dalam kuliner tahu pletos bukan hanya berfungsi praktis untuk menyerap minyak, namun juga upaya pemanfaatan sampah dan limbah kertas demi mengurangi penebangan pohon yang merupakan bahan dasar pembuatan kertas.

Rasa-rasanya, kemasan tahu pletos yang ramah lingkungan inilah salah satu alasan dibalik rutinnya Pemalang mendapatkan penghargaan Kalpataru sejak dulu.

Baca Juga:  Liburan ke Jogja dengan Budget 500 Ribu? Bisa Banget!

#2 Tahu petis

Petis adalah salah satu bumbu yang dilematis, ia diklaim sana sini lewat beragam jenis kuliner dan daerah asal. Ada yang bilang tahu petis berasal dari Sidoarjo, Gresik, Surabaya, sampai Madura. Namun, orang Semarang tentu tidak terima dengan sebutan sepihak itu. Tidak sedikit pula yang memaksa bahwa petis berasal dari Madiun, sayangnya di sana petis tidak populer disandingkan dengan tahu, justru lebih dikenal dalam makanan yang sama sekali berbeda, rujak petis.

Kini, tahu petis telah melanglang buana ke mana-mana, tentu saja di berbagai daerah Pantura seperti Pemalang, Pekalongan, dan Batang juga ada penjualnya. Bahkan, di Jogja juga ada jaringan penjual tahu petis, sayangnya petis yang digunakan tidak cukup autentik dan kurang cocok dengan lidah orang pesisir.

Petis yang lazim digunakan dalam isian gorengan tahu adalah petis udang. Cita rasa inilah yang paling cocok dengan imajinasi kuliner tahu petis dalam benak anak Pantura. Tentu saja karena sebenarnya ada beragam jenis petis yang berbeda bahan dasarnya. Petis kupang misalnya berasal dari kerang kupang, semacam moluska yang populer di pesisir Jawa Timur. Ada pula petis sapi yang terkenal berasal dari Boyolali, sumber utama dari ternak sapi pilihan.

Selain tahu pletos dan tahu petis, beberapa jajanan tahu yang sebenarnya berhak mendapat sorotan adalah tahu walik yang mulai menjamur di Jogja, serta tahu susu yang tiap kali digoreng senantiasa bikin meleleh perasaan. Jangan lupakan pula tahu dan takwa yang hanya ada dan cuma tersedia keasliannya di daerah asalnya, Kediri.

Baca Juga:  3 Pengetahuan Dasar Tentang Terminal Bungurasih yang Wajib Diketahui

Esok hari, kita mungkin akan menyaksikan kreasi jajanan tahu goreng yang nggak pernah terpikirkan hari ini. Itu semua bisa dan niscaya terjadi, karena kita semua tahu bahwa sebenarnya kita benar-benar tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada tahu.

Sumber Gambar: yummy.co.id

BACA JUGA Eren dalam ‘Attack on Titan’ Tidak Abuse of Power, Dia Hanya Menjalankan Keniscayaan Nubuat dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
1


Komentar

Comments are closed.