Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Selain ‘Anjay’, 5 Kata Ini Seharusnya Juga Dilarang Komnas Perlindungan Anak

Erfransdo oleh Erfransdo
30 Agustus 2020
A A
Panduan Misuh Jawa Timuran, Dijamin Mantap dan Paten terminal mojok.co

Panduan Misuh Jawa Timuran, Dijamin Mantap dan Paten terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika siang bolong kemarin saya buka Twitter, kata anjay sudah menjadi trending topic. Saya penasaran dong, kenapa tuh anjay bisa trending. Ada-ada aja. Saya kira sedang ada giveaway untuk membuat puisi atau kata-kata yang mengandung kata anjay, nyatanya jauh panggang dari api.

Setelah saya scroll-scroll, saya pun menemukan jawabannya. Ternyata si anjay ini trending karena dianggap sebagai kata yang mengandung unsur kekerasan atau bullying yang bisa menjerumuskan si pelakunya ke penjara. Saya kaget dong.

Jadi ceritanya, ada seorang YouTuber bernama Lutfi Agizal yang mengadu ke Komnas Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa kata anjay ini merusak moral bangsa. Nah, aduan itu dibalas oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dengan mengeluarkan surat edaran pada Sabtu kemarin (29/8). Isinya, mengimbau orang untuk tidak lagi menggunakan kata anjay, terutama tidak ditujukan kepada anak-anak.

Menurut Arist, jika anjay terbukti memenuhi unsur dan definisi kekerasan, lalu ada orang yang mengucapkannya kepada anak-anak, si pengucap bisa dianggap melakukan kekerasan verbal yang artinya melanggar UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Balasannya hukum pidana, coy.

Aduan Lutfi Agizal ini nggak serta merta muncul tiba-tiba tanpa sebab. Beberapa waktu lalu ia sempat membahas kata tersebut di channel YouTube-nya. Menurut Luthfi, kata anjay dapat membentuk negative generation sehingga dapat merusak moral bangsa. Maka dari itu, doi mengadukan hal ini kepada KPAI dan Komnas Perlindungan Anak. Setelah itu Komnas Perlindungan Anak mengeluarkan surat yang beredar di Twitter dengan judul “HENTIKAN MENGGUNAKAN ISTILAH ‘ANJAY’” dan seketika kata anjay pun trending di Twitter.

Saya sempat mencubit tangan sendiri setelah tahu fakta di atas. Maksudnya, saya itu lagi bermimpi atau nggak sih? Menurut saya sih, kata anjay masih mending lah, nggak akan terlalu merusak moral bangsa. Kecuali ngomong anjay sambil nonton sinetron yang nggak bermutu apalagi ada adegan mesra-mesraan anak kecil. Daripada anjay mah, justru ada lima kata lain yang lebih pantas dilarang penggunaannya karena lebih riil daya rusaknya. Berikut daftarnya.

Kangen dan Rindu

Dalam KBBI, kangen mempunyai arti ‘ingin sekali bertemu’. Sedangkan rindu, dalam KBBI juga, mempunyai arti ‘memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu’. Kangen maupun rindu sama-sama memiliki arti ingin bertemu, entah dengan seseorang, hewan, atau sesuatu yang lain. Tapi terkadang meskipun kangen atau rindu, sering kali kita tidak bisa bertemu dengan seseorang yang kita rindukan. Ya, gimana mau ketemu, dianya sama sekali nggak merindukan kita.

Mengingat pacaran sudah umum dipraktikkan anak SMP dan SMA yang mana mereka masih tergolong anak-anak, bisa tuh dipertimbangkan untuk melarang kata rindu dan kangen karena dapat merusak pikiran remaja. Soalnya bisa bikin stres karena keseringan ngekhayal nggak jelas, bahkan bisa tidak makan berhari-hari. Ketika seorang remaja kangen dan kangen itu nggak berbalas, otomatis moralnya juga turun dong. Dia bisa jadi inferior dan takut jatuh cinta lagi di masa depan. Merusak banget ya kan.

Baca Juga:

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

Alasan Banyak Nama Anak Zaman Sekarang Semakin Rumit

Jomblo

Siapa sih yang nggak risi dikatain jomblo. Selain bisa menimbulkan rasa insecure di kalangan ABG-ABG yang mulai merasakan gejolak asmara namun belum menemukan pujaan hati, kata jomblo juga punya konotasi kurang sopan dan kurang enak didengar. Kata jomblo secara tidak langsung bisa menyinggung perasaan seseorang. Maka dari itu, Komnas Perlindungan Anak bisa mengkaji lebih dalam untuk mengimbau pelarangan penggunaan kata ini agar tidak merusak harapan anak muda.

Bucin

Bucin atau budak cinta sering disematkan kepada sepasang muda-mudi yang sedang dalam fase gejolak asmara. Ke mana-mana berdua, bergandengan tangan, bermesraan di mana saja, dan sering ngumbar kemesraan di media sosial. Efeknya mereka akan dijuluki si bucin oleh teman-temannya, yang notabenenya mungkin iri dengan kemesraan mereka karena jomblo—eh lupa kan nggak boleh bilang jomblo.

Lagi-lagi sasarannya remaja. Sebagian besar orang-orang yang dikatain bucin pasti akan merasa risi karena apa sih orang-orang ini, ngurusin privasi orang lain aja deh. Hal tersebut bisa menyebabkan anak muda menjadi kurang percaya diri. Ya kan masih mending bucin, mengimani dan menebar cinta, daripada mengimani kekerasan. Komnas Perlindungan Anak jelas harus menimbang untuk memusnahkan kata bucin agar anak-anak disorientasi menganggap cinta itu memalukan. Mungkin nanti pelaku yang suka ngomong “Ih, bucin, bucin” bisa diberi sanksi makan kelepon yang katanya haram atau dilarang berpacaran selama beberapa waktu.

Anjim

Yang terakhir, Komnas Perlindungan Anak harus mengkaji lebih dalam arti anjim yang sedang viral beberapa waktu terakhir. Soalnya nggak jelas, emang anjim ini adalah kata lain dari kata anjing? Lah kan sebelumnya sudah ada kata anjir, kok sekarang ada anjim. Jadi ada masalah apa dengan anjing? Hewannya lucu, setia, dan penyayang gitu kok dijelek-jelekin terus.

Jadi begitulah. Komnas Perlindungan Anak bersama Bang Luthfi (mungkin bentar lagi KPAI akan menyusul) bisa mempertimbangkan lebih dalam untuk melarang penggunaan kata-kata di atas agar generasi baru kita bisa menjadi generasi yang cemerlang. Itu pun kalau kalian nggak gabut-gabut amat buat ngurusin hal yang sebenarnya urusan lembaga lain. Badan Bahasa mana Badan Bahasa?

Photo by Charles Deluvio on Unsplash

Ralat: Redaksi Terminal Mojok mohon maaf kepada pembaca karena telah salah menerakan judul awal artikel ini. Judul yang semula dipakai berbunyi “Selain ‘Anjay’, 5 Kata Ini Seharusnya Juga Dilarang KPAI”. Yang betul, “Selain ‘Anjay’, 5 Kata Ini Seharusnya Juga Dilarang Komnas Perlindungan Anak”. Di luar kesalahan judul, isi tulisan sudah mencantumkan nama yang benar.

BACA JUGA Kata Kotor dalam Bahasa Daerah: Berbeda Kosakata, Artinya Sama Jua dan tulisan Erfransdo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2020 oleh

Tags: AnakanjayEtikakomnas paRemaja
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

prasmanan etika mojok

Hal-hal yang Jangan Dilakukan Saat Mengambil Makanan Prasmanan

1 Agustus 2020
Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

22 Desember 2023
Alya, Pemegang Kunci Cerita AADC yang Katanya “Lebih Baik” daripada Cinta anak sd jatuh cinta anak kecil pacaran suka lawan jenis cara menyikapi orang dewasa orang tua panduan mojok.co

Adik Saya Masih SD dan Ia Mengaku Sedang Jatuh Cinta. Ini Respons Saya

3 April 2020
musim permainan di sd anak 2000an tren remaja anak-anak di indonesia mojok.co

Pengalaman Saya Sekolah di SD yang Punya 6 Musim

16 Juli 2020
tebuireng dipati wirabraja islamisasi lasem pondok pesantren ngajio sampek mati mojok

Pondok Pesantren Bukanlah Tempat Pembuangan Anak

19 Oktober 2021
tukang listrik

Sebuah Kisah Anak Tukang Listrik

20 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.