Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Sejarah Barbershop, Tak Sekadar Tukang Cukur Naik Tingkat

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
13 Januari 2022
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Barbershop memiliki sejarah yang panjang baik di Indonesia maupun di dunia. Barbershop cukup dekat kaitannya dengan potong atau pangkas rambut. Menurut beberapa sumber, potong rambut disebut sudah muncul sejak zaman purba, bahkan sebelum Robert Hincliffe menemukan gunting pada 1761 di Inggris.

Di Indonesia, tapak tilas tukang pangkas rambut bisa ditemukan dalam dokumentasi foto tempo dulu milik Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde (KITLV) yang berada di Leiden, Belanda. Pada periode 1911-1930, ada foto orang Madura di Surabaya yang menjadi tukang cukur. Serta, ada foto tukang cukur asal Tiongkok di Medan.

Selain itu, tukang cukur rambut tempo dulu di Indonesia selalu mangkal di bawah pohon. Tidak ada atap, tidak ada bangunan, bahkan jangan berharap ada rebonding dan keramas. Namun, biasanya harganya lebih terjangkau dan pas buat orang-orang berkantong tipis.

Kalau dibahas semua mungkin sejarah potong rambut akan sangat panjang. Tapi, bagaimana dengan barbershop? Kata barbershop sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu Barba yang berarti janggut. Zaman dulu, janggut identik dengan simbol kekuatan serta kecerdasan sehingga harus dirawat secara teratur.

Barbershop berkembang pada abad pertengahan di Eropa. Saat itu, para tukang cukur yang memang sudah memiliki barbershop nggak cuma memotong rambut. Tetapi, menyediakan jasa cabut gigi, operasi, pembedahan, sampai sedot darah dengan lintah. Menurut beberapa literatur, orang pertama yang sukses menjadi tukang cukur adalah seorang ahli bedah asal Prancis bernama Ambroise Pare yang hidup pada 1510-1590.

Pemerintah Prancis yang melihat potensi para tukang cukur ini pun langsung memberlakukan izin kepada para mereka untuk mendirikan serikat pekerja. Bahkan, sampai memberikan izin untuk mendalami ilmu bedah profesional di sebuah fakultas kedokteran di Paris University. Sehingga, para tukang cukur yang sebelumnya amatir pun menjadi ahli bedah yang kalau sekarang biasa disebut dokter bedah.

Menurut sumber yang lain, sejarah barbershop bermula pada revolusi industri abad ke-18 yang telah memunculkan kelas pekerja di Eropa. Pada periode ini, pegawai pabrik dilarang memiliki rambut gondrong. Alasannya sebelas-duabelas dengan guru BK kita zaman sekolah, yaitu identik dengan gelandangan dan kaum kriminal.

Makanya, para orang kaya di Eropa selalu menampilkan diri sebagai sosok terhormat dengan cara memotong pendek rambutnya. Hingga akhirnya, mencukur rambut menjadi kebutuhan di masyarakat sampai sekarang. Bahkan, di Indonesia tempo dulu sempat ada razia rambut di jalanan.

Baca Juga:

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Barbershop Zaman Sekarang Cuma Menang Gengsi, Kualitas Cukurnya Pikir Nanti

Seiring berkembangnya zaman, barbershop pun semakin besar. Dalam sisi bisnis, barbershop jelas memiliki perbedaan yang kontras dengan tukang cukur tradisional. Barbershop punya fasilitas dan pelayanan yang lebih beragam dan baik. Mulai dari keramas, sampai pijat kepala.

Nggak cuma itu, barbershop pun ikut serta dalam perkembangan fashion dari zaman ke zaman. Mungkin sebagian dari kamu pernah meminta tukang cukur untuk memotong rambut seperti David Beckham dengan gaya mohawk-nya pada tahun 2000-an.

Hal itu pun memunculkan profesi lain yaitu kapster atau penata rambut. Kapster ini tugasnya cukup krusial dalam dunia barbershop. Mulai dari konsultasi rambut, perawatan rambut, merekomendasikan produk rambut, sampai menganalisis gaya rambut yang cocok berdasarkan bentuk kepala.

Dengan demikian, para kapster pun perlu mengasah keahliannya dalam dunia hairstyling. Sehingga, beberapa di antara mereka pun perlu mengikuti kursus dan mendapatkan sertifikat tanda memiliki keahlian sebagai kapster. Meskipun demikian, nggak semua barbershop memiliki kapster. Biasanya kapster bertugas di salon kecantikan, sehingga barberman yang biasa menggantikan tugas kapster di barbershop.

Jadi, tukang cukur itu bukan pekerjaan yang biasa-biasa saja. Dari sejarahnya pun mereka berasal dari orang yang ahli bedah juga. Selain itu, barbershop pun bukan berarti keren-isasi tukang cukur biasa. Mereka yang naik kelas menjadi barberman memiliki keahlian yang lebih baik. Mereka bisa bikin rambut kamu mirip sama Cristiano Ronaldo walaupun wajah kamu tidak mendukung.

Rambutnya lho, bukan wajah.

Penulis: Muhammad Afsal Fauzan S
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2022 oleh

Tags: ahli bedahbarbershop
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

Pangkas Rambut Madura: Tetap Eksis Meski Digempur Barbershop Kekinian

Pangkas Rambut Madura: Tetap Eksis Meski Digempur Barbershop Kekinian

30 Mei 2023
Bisnis Barbershop Nggak Surut-Surut Amat, Nggak Banyak Dibicarakan Aja

Bisnis Barbershop Nggak Surut-Surut Amat, Nggak Banyak Dibicarakan Aja

3 Februari 2023
Memangnya Katalog Model Rambut di Tukang Cukur Itu Ada Gunanya? terminal mojok.co

Memangnya Katalog Model Rambut di Tukang Cukur Itu Ada Gunanya?

4 April 2021
4 Dosa yang Sering Terjadi di Tempat Cukur Rambut Pria (Unsplash.com)

4 Dosa yang Sering Terjadi di Tempat Cukur Rambut Pria

11 September 2022
Barbershop Zaman Sekarang Cuma Menang Gengsi, Kualitas Cukurnya Pikir Nanti

Barbershop Zaman Sekarang Cuma Menang Gengsi, Kualitas Cukurnya Pikir Nanti

8 November 2023
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.